
Seorang laki-laki berusia 50 tahunan sedang merasakan sakit yang sangat luar biasa hampir setiap hari diusianya yang sudah tidak muda dirinya dilakukan dengan sangat keji.
Ditampar, dipukul, ditinju namun tidak sampai membuat dirinya meninggal.
"Ya Allah ampuni hamba ya Allah, ampuni hamba, ampuni dosa-dosa hamba ya Allah, hamba sudah tidak kuat, tolong ambil nyawa hamba ya Allah" Ucap laki-laki tua didalam hatinya.
Berderai air mata yang sudah membasahi pipi yang sudah mulai keriput, tubuh yang dulu gagah sekarang sudah terlihat sangat lesu dan berantakan dirinya sudah sangat putus asa.
"Aku hanya berharap lindungi selalu keluargaku ya Allah, jangan kau beri ujian yang begitu berat terhadap mereka ya Allah, ampuni dosa-dosa hamba ya Allah, hamba tidak bermaksud untuk membunuh pemuda itu ya Allah, Ampuni hambaaaaa"
Air mata bapak ini terus bercucuran, ia sangat merasa bersalah karena telah menabrak seorang pemuda hingga pemuda itu tidak bisa tertolong, keluarga pemuda itu sangat tidak terima dan menghukum bapak yang tidak sengaja menabrak adik satu-satunya dengan sangat keji.
"Hallo Bapak tua, sudah lama kita tidak bertemu ya" Ucap seseorang sambil memberikan senyuman dan berdiri didepan ruanganan yang percis dengan penjara.
"Tolong lepaskan aku" Jawab Bapak yang sudah lemah tak berdaya duduk bersimpuh tampa alas apapun didalam balik jeruji besi.
"Tidak akan bapak tua, sebelum anakmu mati ditanganku" Jawab si lelaki jahat yang telah tega mengurung bapak yang sudah tidak muda lagi
"Tolong jangan lakukan ituuu, tolong jangan sentuh anakku, tolonggggg" rintihan suara Bapak sambil terus menangis berharap anak dan keluarga kecilnya akan baik-baik saja.
"Bunuhhhhlahhh aku, tolong ini salahku, lebih baik bunuh sajalah aku" Ucap Bapak sambil terus memohon dan bersujud
"Tidak akan pernah, saya hanya ingin anak anda yang tewas hahahahahahahahaha"
"Saya mohooooon, tolong jangan keluarga saya, tolonggg bunuhlah saya" Ucap Bapak sambil terus bersujud
"Kau nikmati sajalah hidupmu yang sekarang, takdir dihari tuamu adalah dikurung ditempat ini Hahahahahahaha"
"Saya tidak masalah jika ini sudah menjadi takdirku saya akan terima, tapiiii saya mohon dengan sangat kepada anda.
"Tapi saya sudah mulai mengusik keluarga anda hahahahahahahahaha"
"Berengsekkkkkkk kau"
"Ya memang saya berengsek, kau bisa apa bapak tua??, mana anakmu yang gagah itu tidak bisa menolongmu keluar dari jeruji basi ini !!" Ucap laki-laki yang sudah tidak mempunyai perasaan
"Tidak cukupkah kau menyiksa saya setiap hari?
Tidak cukupkah kau menjauhkan saya dari keluarga saya??"
Tidak puaskah kauuuuu??????" Teriak Bapak dengan sangat marah
"TIDAK, sudahlah jam besuk saya cukup sampai disini dulu, Heyyyyyyyyyy Roy"
"Iya Tuan" jawab Roy
"Uruslah bapak tua ini seperti biasanya, terus buat dia menderita, dan kau harus tetap memberi makan dia sehari 1 kali, campur dengan makanan kucing, pastikan selalu pria tua ini harus memakannya" Ucap Bos
"Baik tuan"
Laki-laki yang sudah tidak mempunyai akhlak pergi meninggalkan markas dan menyerahkan tahanannya kepada anak buahnya. Bapak tua yang sangat malang hanya bisa pasrah menerima perlakuan yang sudah ia rasakan selama lima tahun.
"Makanlah ini bapak tua, kau habiskan makanan itu, jika tidak kau akan tanggung akibatnya" Ucap Roy memberikan makanan yang sangat tidak layak untuk dimakan.
"Tolong lepaskan saya dari sini, tolongggg" Bapak tua ini terus memohon agar dirinya dibebaskan
"Diamlah tak usah berisik cepat kau makan saja makananmu itu, jangan berharap saya untuk melepaskanmu".
Bapak hanya bisa pasrah menerima keadaan yang ia alami. Rasanya untuk dirinya bisa keluar dari tempat ini adalah hal yang sangat mustahil untuk terwujud, namun ia tidak berhenti-henti untuk selalu berdoa kepada Allah SWT.