
Waktu berlalu begitu sangat cepat, sudah 4 jam perkelahian antara anak buah Steven dan juga Pram, kini anak buah Pram telah berhasil melumpuhkan anak buah Steven tanpa harus Sarah dan yang lainnya memanggil pihak yang berwajib.
"Alhamdulillah nyonyaaaaa" Teriak Titin yang terus mengintip perkelahian dihalaman rumah majikannya.
"Iya Alhamdulillah" ucap Sarah
Kini semua orang yang menyerang rumah Sarah telah pulang ketempat mereka masing-masing.
"Bener-bener deg degan banget aku clar" ucap Tania
"Samaaa aku juga Clar" Ucap Clara
"Yasudah aku mau cek anak-anak" ucap Elena sambil melangkahkan kaki menuju kamar Anggara.
"Apakah Pram dan yang lainnya masih tidak bisa dihubungi?" tanya Sarah
"Masih belum bisa" jawab Tania
"Ehhh coba cek keadaan Mami sama Papi Erdo" ucap Clara
"Oia" jawab Sarah sambil langsung mencoba menghubungi kontak Mami Elsa dan Papi Erdo.
"Tidak ada jawaban?" tanya Clara dengan sangat penasaran
"Tidak, aku tidak bisa menghubungi Mami dan Papi Erdo" ucap Sarah dengan raut muka yang sangat panik
"Aku sangat takut orang-orang yang berniat jahat mendatangi rumah mami Elsa" ucap Tania
"iya aku juga sangat takut" ucap Clara
Mereka semua masih berusaha untuk menghubungi Mami Elsa dan juga Papi Erdo namun selalu nihil tidak bisa, handphone Papi dan Mami tidak ada yang bisa untuk dihubungi.
"Ya Allah lindungi keluarga kami ya Allah" ucap Sarah
"Aamiin" jawab Clara dan Tania yang berada diruangan yang sama bersama dengan Sarah.
Sekarang kita intip kekamar gadis remaja yang sangat cantik jelita, yaitu kamar Syakila Ananthasya Dirgantara ia tampak sedang curhat kepada Gita melalui aplikasi Whatsapp.
Hari ini Syakila tampak sangat merindukan Ayah yang selalu ada untuk menjaga dirinya dan juga keluarga kecilnya apabila ada bahaya yang mengancam, namun kini semua itu telah menjadi kenangan.
Syakila hanya bisa menangis sambil ia terus mengeluarkan unek-uneknya kepada Gita sahabat yang ia miliki dari taman kanak-kanak hingga saat ini mereka duduk dibangku Sekolah Menengah Tingkat Pertama.
"gittttt" ucap Syakila dengan sangat lirih sambil air matanya terus bercucuran membanjiri pipi indahnya.
"Sabar sayang, doakan agar ayahmu tenang dialam sana" ucap Gita
"Gw kangen banget Gitaaaaaa" ucap Syakila yang masih terus menangis sesegukan
"Iya gw paham banget perasaan lo Syakila, gw amat paham, sabar ya Syakila" ucap Gita
"Hemmmmm Gita" ucap Syakila berusaha menghentikan tangisannya
"Apa aku sekarang harus kerumah mu Kila?" ucap Gita
"Jangannnnn Gita, keadaan dirumahku lagi sangat berbahaya" ucap Syakila
"Ya Allah Syakila, terus sekarang bagaimana situasi dirumahmu?" ucap Gita dengan sangat khawatir
"Cuma halaman rumah banyak yang rusak, para pengawal banyak yang terluka, tapi Alhamdulillah git perkelahiannya telah selesai" ucap Syakila
"Gw bener-bener rindu bokap gw Git" isak tangis Syakila kembali pecah
Gita sudah kehabisan kata-kata untuk menenangkan sahabatnya itu yang sedang merindukan ayah handa.
"Kaloo aja gw tau makamnya dimana, mungkin udah gw jenguk bokap gw git, hik hiks hiks hiks hiks hiks" tangisan Syakila kembali pecah
"Udah dong Kila, kalo lo sayang sama bokap lo, lo gak boleh nangis, lo harus denger gw Kilaaaaaa, lo harus kuat, masih banyak orang yang sayang sama lo, lo harus ingat itu" ucap Gita
"Iyaaaa Gitaaa, gw juga lagi berusaha untuk gak nangis" ucap Syakila
"Yaudah lo harus tetep kuat, udah ah gak usah nangis nanti di liat sama kak Rangga loh hehehehe, nanti cantiknya ilang" ledekkk Gita
"Apaan si Gita, gw aja gak tau dia ada dimana coba?, kayaknya dia udah lupa sama gw" ucap Syakila
"Nahhh gitu dong jangan nangis lagi, mungkin dia lagi berada dipelosok kali sehingga dia tidak mendapatkan sinyal hehehehe" ucap Gita
"gak tau gw, ah udah ah biarin aj" ucap Syakila
"Yaudahlah Syakila, cowok-cowok tampan disekolah kita aja masih banyak banget yang jadi fans lo, jadi lo jangan sedih hehehehe" ucap Gita
"Ah elo git, ehhh si Andre apa kabar ya?" ucap Syakila
"Gak tau gw juga" ucap Gita
"Semoga dia sama Maminya baik-baik saja ya ditempat baru" ucap Syakila
"Aamiin" ucap Gita.
Tokk Tokk Tokkk
"Kakkkkkkkk" panggil bunda Sarah
"Iaaa Bundaaa" ucap Syakila
"Ehhh Git udah dulu ya, makasih udah mau jadi temen curhat gw, awas jangan sampe lu bilang ke nyokap gw ya kalo gw nangis" ucap Syakila
"Siappppp" ucap Gita
"Byeee"
"Byeeeeee"
Kini panggilan suara antara Gita dan juga Syakila telah berakhir, Syakila membukakan pintu kamarnya.
"Sudah aman sayang" ucap Sarah sambil memeluk putri cantiknya
"Ia Bunda Alhamdulillah" ucap Syakila sambil berusaha tersenyum didepan bundanya.
"Yasudah yuk kita kekamar Anggara" bujuk Bunda Sarah
"Siappp bunda" ucap Syakila mengiyakan ajakan bundanya.
Alhamdulillah satu persatu masalah telah dilalui, semoga kejadian hari ini tidak akan menyebabkan dampak dikemudian hari yang akan menimpa keluarga besar Surya Dirgantara.
****