"Take Care Of You"

"Take Care Of You"
Pertemuan



"Astagfirullah Erdoooo ini ada apa????, kenapa kacau sekali ini halaman rumah" ucap Mami Elsa yang baru saja sampai di rumah ksdiaman menantunya


"Bagaimana ada yang parah?" ucap Erdo kepada salah satu anak buahnya yang ia kenal


"Tidak tuan semua selamat, hanya saja tim ada beberapa yang terluka dan sudah ditangani" ucap anak buah Erdo


"Ada apa ini?, sepertinya kau tau akan sesuatu" ucap Elsa dengan sangat penasaran bertanya kepada Erdo


"Masuklah kedalam" ucap Erdo


"Iya memang aku ingin masuk kedalam" ucap Elsa langsung melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam rumah dengan sangat tergesa-gesa.


Kini Mami Elsa telah mamasuki ruangan depan rumah anaknya dan tidak ada satu orangpun yang terlihat


"Assalamualaikum, heyyy pada dimana ini" ucap Mami Elsa


"Omaaaaaaaaaa" Teriak Anggara yang menghampiri Ommanya


"Sayanggggggggg kau tidak apa-apa nak?" ucap Mami Elsa sambil memeluk tubuh Anggara dan tak henti-henti ia menciumi pipi kiri dan kanan cucunya


"Tidak apa-apa Oma" ucap Anggara


"Pada dimana, bundamu mana?" ucap Mami Elsa


"Ada diruang keluarga oma" ucap Anggara


"Hayyy anak ganteng" sapa Oppa Erdo


"Hallo Oppa ganteng" ucap Anggara menyalami Oppa Erdo


"Ini ada apa sayang?" ucap Mami Elsa


"Tadi ada orang yang berantem omma" ucap Anggara dengan kejujurannya


"Subhanallah" ucap Mami Elsa


"Bundaaaaa Bundaaaaa Bundaaaaaaaaaaa" teriak Anggara dengan sangat kencang sambil berlarian menuju ruangan keluarga.


Mami Elsa dan Papi Erdo langsung mengikuti langkah Anggara.


Wahhhhhh mulai nampak wajah yang selama ini sangat dirindukan oleh Mami Elsa, sungguh seperti mimpi, sungguh pasangan suami istri ini seperti berada didunia mimpi, seketika Mami Elsa dan Papi Surya tidak bisa berbicara, kini pandangan mereka hanya saling bertatapan, bukan berarti mereka tidak bahagia, melainkan mereka benar-benar syok karena telah belasan tahun tidak berjumpa.


Sosok yang setiap hari dirindukan, sosok yang setiap hari selalu ada disetiap doa, sosok yang setiap hari selalu terlintas dibenak, kini mulai air mata bercucuran diantara pasangan suami istri ini, sungguh moment yang membuat haru ketika Papi Surya dan Mami Elsa berpelukan sungguh menjadi suasana yang sangat pecah, banjiran air mata terus membasahi pipi Mami Elsa dan juga Papi Surya dan semua orang yang menyaksikan turut meneteskan air mata.


Sungguh...


Sungguh karunia Tuhan Yang Maha Esa sehingga kini Mami Elsa masih diberikan kesempatan untuk bertemu dengan suami tercinta yang belasan tahun menghilang disekap oleh Steven.


"Mihhh Maafkan papi udah gak ada disisi Mami selama iniii" ucap Papi Surya yang terus menangis


"Ini beneran suamiku kan?" ucap Mami Elsa dengan tersendu-sendi, isak tangis yang terus menyelimuti dirinya


"Ia Mih, ini Surya suamimu" ucap Papi Surya sambil tak henti-henti ia memeluk istrinya


"Papi kok bisa kayak ginii pih, papih kemana selama ini, kenapa papi seperti tidak keurus huaaaaaaaaaa huaaaaaa" tangis Mami Elsa pecah


"nanti akan Papi ceritakan semuanya mih, mamih baik-baik saja kan mih?" ucap Papi Surya


"Mamih berusaha bertahan Pih" ucap Mami Elsa


"Papi juga sudah pasrah mih, papih pasrah selama bertahun-tahun jauh dari keluarga" ucap Papi Surya


Kini Sarah, Syakila dan Anggara memeluk Papi Surya dan juga Mami Elsa.


"Mihhhhh Alhamdulillah mih, kita masih bisa kumpul" ucap Sarah


"Alhamdulillah nak, pih Al pih" ucap Mami Elsa


"Suuuuutttt, sudah Mih, papih sudah tau kisah anak kita" ucap Papi Surya


"Siapa yang menceritakan kepada Papi?" ucap Mami Elsa


"Orang yang selama ini telah mengurung papi Mih dimarkasnya" ucap Papi Surya


"Subhanallah, bener-bener menyebalkan sekali orang ituuuuu" ucap Mami Elsa yang masih meneteskan air mata


"Sudah mih, sekarang kan papi ada disini" ucap Papi Surya


"Iya Pih, ya Allah Erdo jadi ini maksud kamu kemarin mengawal ketat rumahku, ini jawabannya?, makasih Erdo" ucap Mami Elsa


"Sama-sama El, ini semua juga berkat kerjasama dengan Pram, Dimas, Wiranto, Rizal, Sam, Tara dan juga Rangga yang ikut berperang menyelamatkan suami mu" ucap Erdo


"Ya Allah Terimakasih semuanya, terimaksih, terimakasih sekali, Mami benar-benar gak tau harus membalas jasa kalian dengan apaaa" ucap Mami Elsa


"Udah tante ini sudah menjadi kewajiban kami" ujar Rizal


"Zal perutmu kenapa Zal?" ucap Mami Elsa


"Cuma kemasukan peluru tante, hehe" ucap Rizal


"Ya Allah Zal, kok kemasukan peluru dibilang cumaa si Zal" ucap Mami Elsa dengan sangat khawatir


"Istirahat sana Zal, tante ngilu sekali" ucap Mami Elsa


"Rizal aja ngilu tante, disini juga Rizal sambil istirahat kok mi, ni sambil rebahan" ucap Rizal yang sedang tiduran kasur lipat depan TV.


"Yang lainnya bagaimana???? Rangga kamu gak apa-apa???" ucap Mami Elsa


"Alhamdulillah yang lain hanya luka ringan Mih, luka-luka sudah biasa mih, namanya juga bertarung" ucap Dimas dengan sangat santai


"Ia Oma, Rangga juga tidak apa-apa, hanya sedikit goresan-goresan pisau saja" ucap Rangga


"Ya Allah goresan pisau dibilang biasa, Ranggaaaaa" teriak Oma dengan sangat gemezzzzz kepada Rangga


"Beneran Omma hanya luka kecil, sudah dijahit juga sama om Tara" Ucap Rangga


"Iyaaa tante, semuanya sudah aman kok" ucap Tara menjelaskan


"Tante tu bingung sama laki-laki yang ada disini, rasanya terkena pisau saja itu biasa saja, Hhhhhhhh" ucap Mami Elsa benar-benar sangat gemess


"Kan kita sudah dididik seperti itu mih, bahkan mungkin lebih parah dari tentara kali" cetus Dimas


"Sudahlah anak didikanku itu hebat-hebat El" ucap Erdo


Syakila kini mulai menyadari dibalik Rangga yang selama ini tidak pernah memberi kabar dan ia meninggalkan sekolahnya hanya karena untuk menjalankan misi penyelamatan oppanya.


Sungguh Rangga benar-benar sangat istimewa, makhluk ciptaan tuhan yang sangat sempurna, walaupun usianya masih sangat remaja namun jiwa laki-lakinya sudah sangat terlihat.


Syakila tidak henti-henti ia terus menatapi kakak tampannya, Rangga sangat merasa bahwa kini Syakila sedang memperhatikannya, namun Rangga berpura-pura untuk tidak tahu agar Syakila puas memandangi Rangga.


"Oppa ceritain cerita Oppa selama ini" ucap Anggara dengan sangat penasaran


"Iaaa Oppa, aku juga penasaran" ucap Reza dengan sangat antusias


"Aku juga" ucap Riko yang tak kalah sangat penasaran


"Devaro juga pengen tau oppa, katanya oppa dikurung ya?, Devaro pengen tau cerita dari Oppa" ucap Devaro


Sebenarnya bukan hanya keempat anak ini saja yang penasaran ingin mendengar cerita secara detail dari Bapak Surya Dirgantara.


"Nanti ya nak, sekarang biarkan Oppa dan Omma istirahat dulu yaaa" ucap Sarah dengan penuh kelembutan


"Ia bener lebih baik Oppa sama Oma istirahat, tadi juga perjalanan kan pasti sangat melelahkan" ucap Dimas


"Iyaaa nanti ya Oppa akan ceritakan, sekarang Oppa mau bersih-bersih dan istirahat dulu, sudah lama sekali oppa tidak mandi" ucap Oppa Surya


"Iya Oppa" jawab keempat anak laki-laki itu.


"Yasudah mih sana ajak papi kekamar" ucap Sarah


"Ia sayang, hayuu pih, saya permisi dulu yaa" ucap Mami Elsa


"Iyaaa" jawab semuanya dengan kompak.


Kini Mami Elsa dan Papi Surya telah berjalan dan sudah tidak terlihat dari pandangan orang-orang yang masih berada diruang keluarga.


"Kamu hutang cerita loh sama aku" ucap Elena kepada suaminya Pram


"Hehehehe iya sayang" ucap Pram sambil mencubit hidung istrinya


"Kalian tu ya bener-bener, kalo mau ngapa-ngapain itu ya cerita-cerita dulu ke ke istrinya" ucap Tania dengan sangat kesal


"Ya maaf sayang, habis kalo cerita nanti kamu gak ngasih izin, yang pentingkan sekarang aku masih bersama kamu" ucap Dimas


"Kamu tuhhh so misterius" ucap Tania


Dimas langsung memeluk Tania yang lagi ngambek


"Maaf sayang, maafkan akuuu mmmmuuuuaaah" ucap Dimas sambil mencium kening sang istri


"Ya Allah disini masih banyak anak dibawah umur loh, hehhhh Ranggaaaa Syakilaaaaa mending kalian sanaaa-sanaaa pergi bawa sekalian tu Anggara dan yang lainnya" ucap Rizal


"Ya itu kan udah biasa om, kan suami istri memang selalu ciuman" ucap Syakila dengan polosnya


"Rangaaaa kamu kayaknya yang paling waras, bawa adik-adikmu" ucap Rizal


"Baik Om" ucap Rangga sambil membujuk adik-adiknya meninggalkan ruangan keluarga.


"Ih kan aku masih pengen disini" ucap Anggara


"Tau ih" ucap Reza


"Sudah hayu anak dibawah umur kita pindah ruangan saja" bujuk Rangga


"Ehhhhh Syakila ini berlaku juga untuk kamu, hayuuu keluar" ucap Rangga


"Hih rese banget si" ucap Syakila yang mau tidak mau mengekor untuk pergi dari ruangan keluarga rumahnya, yang kini sudah huni oleh pasangan suami istri dan orang dewasa.


****