"Take Care Of You"

"Take Care Of You"
Markas Steven



Kini Rizal mulai menjalankan aksi dramanya yang telah direncanakan bersama dengan Alfian dan kawan-kawan, yaaa mereka sudah pasti Dimas dan juga Pram. Kini dimarkas milik Steven, Rizal yang menceritakan bahwa semua diculik dan dibunuh oleh Alfian Dirgantara dan juga anak buahnya Dimas dan Pram, Steven sangat murka karena Alfian beserta keluarga kecilnya lolos dari maut, Steven yang mendengar kenyataan itu sangat-sangat kesal. Rizal yang berpura-pura berhasil lolos dari jeratan Alfian, Rizal menjalankan perannya dengan sangat sempurna sehingga Steven yang mendengar terlihat semakin sangat murka dan sangat percaya kepada Rizal, ditambah orang-orang kepercayaannya telah tewas.


Dengan muka Rizal yang amat sangat bonyok, tubuhnya penuh dengan luka-luka dan terdapat bekas jahitan pada tangannya, membuat Drama yang diperankan Rizal semakin sempurna untuk mengelabui Steven beserta anak buahnya. Kini Steven mulai kebingungan karena mereka yang tewas ialah pembunuh bayaran nomor 1 di Dunia.


"Berengsekkkkkkk" Teriak Steven sambil mengacak-ngacak rambutnya, kemarahannya sangat memuncak karena aksi balas dendam Steven gagal, semua barang-barang yang ada didekatnya habis menjadi pelampiasan Steven, Ruang kerja Steven hancur berantakan.


"Akan ku balas berengsekkkkkkk" Teriak Steven sambil membantingkan leptop yang ada dihadapannya.


Orangkaya mah bebas mau banting apa juga gengs..


Semua bawahannya hanya tertunduk dan berdiri seperti patung mereka tidak ada yang berani untuk berbicara, sesekali Steven melampiaskan amarahnya kepada bawahannya, ia menendang dan memukul pelayan-pelayannya, kini ia benar-benar dibuat murka oleh Alfian Dirgantara, Steven pergi meninggalkan markas dengan menggunakan mobil mewahnya. Sesekali didalam mobil ia melampiaskan amarahnya dengan memukul kendali setir miliknya, Steven tanpa berfikir panjang ia langsung pergi menuju bar favoritnya untuk menghilangkan rasa pernat yang semakin memburu dipikiran dan juga hatinya.



Kini Steven telah sampai disalah satu bar terkenal di Amerika. Beberapa pelayan bar menghampirinya.


"Cepat penuhkan meja ini dengan Vodka" Ucap Steven tanpa bertele-tele, sambil menunjuk meja yang telah ia sewa.


"Baik Tuan Steven"


"Panggil 10 Wanita cantik untuk menemani saya disini, kalian harus pilihkan yang paling cantik"


"Baik tuan Steven".


****


Steven telah kembali kerumahnya, ia tidak sadarkan diri karena terlalu banyak minum dan iapun tertidur sangat pulas tanpa memikirkan beban yang seharusnya tengah terngiang-ngiang diotaknya.


Disisi lain Rizal sedang berbicara dengan seseorang menggunakan hanphone khususnya.


"Semua aman pram, lo tenang aja" Ucap Rizal


"Baguslah jika semua berjalan dengan sempurna" Pram menjawab


"Ia dia percaya dengan semua tipu muslihat gw, gw akan terus pura-pura ada diposisinya untuk mengetahui setiap rencana yang akan ia lakukan, jika semua menyangkut tentang Al gw akan langsung memberikan laporan"


"Oke thank you zal, lo harus tetap hati-hati jangan sampai lo ketauan bahwa lo adalah mata-mata suruhan kami"


"Santailah, urusan tipu muslihat lo andalkan saja semuanya ke gw"


"Oke".


kini Steven memutuskan untuk tidak mengganggu keluarga Alfian Dirgantara, Steven menjalankan kehidupannya seperti biasa menindas kaum lemah. Rizal tetap berkerja dengan Steven untuk berjaga-jaga.


****