"Take Care Of You"

"Take Care Of You"
Schiphol Airport



Kini Alfian, Sarah, Syakila dan Pram telah sampai di Bandara Internasional Schiphol adalah bandara utama di Belanda yang terletak di selatan Amsterdam, persisnya di Gemeente Haarlemmermeer, rasanya mereka benar-benar lelah 13 jam diperjalanan.


"Wahhhhh akhirnya sampai juga ya sayang" Ucap Sarah dengan raut muka yang sangat bahagia, ia tidak menyangka bisa berpergian keluar negeri dengan gampangnya semenjak dinikahi oleh Alfian Dirgantara padahal kala itu Sarah sering menolak cinta Alfian Dirgantara, tetapi saat ini Sarah merasa tidak menyesal menikah dengan Alfian yang begitu amat mencintainya dengan sangat tulus.


"Ih Syakila sudah tidak sabar ingin ketemu oma, Syakila harus foto Ayah biar temen-temenku melihat bahwa aku pergi kesini bersama Ayah dan Bunda" Ucap Syakila


"Baiklah sayang sini Ayah foto ya" Sambil mengeluarkan handphone milik Alfian dan memfoto Syakila tak lupa mereka selfie untuk mengabadikan kebersamaan mereka, kini mereka terus melanjutkan perjalanannya kearah lobby bandara.


"Hayooo sini ayah gendong naa kamu cape tidak berjalan?" Tanya Alfian kepada Syakila


"Enggak mau Kila mau digendong sama om Pram" ucap Syakila merengek


"Oooh Syakila mau digendong sama om, hayooo sini om gendong" Pram langsung jongkok agar Syakila digendong dibelakang punggung Pram, mereka terus melakukan perjalanan dan sampailah di lobby Bandara.


"Hayyyyyyy Alfian" Teriak seseorang menyapa sambil melambaikan kedua tangannya, wanita yang sangat cantik berusia 50 tahunan, hayooo siapa tebak?


"Mamiiii" Teriak Alfian langsung berlari memeluk sang ibunda, Alfian langsung menyalami tangan sang Mami yang sudah sangat ia rindukan tak lupa ia menciumi pipi kiri dan kanan milik maminya.


Disebelah Mami terlihat Papih Erdo, ya beliau adalah pelatih beladiri Alfian yang tak lain ialah Ayah angkat Pram, Keluarga Dirgantara dan Papih Erdo begitu sangat dekat sekali karena ibunda dan ayah Alfian Dirgantara berteman dari mereka masih kanak-kanak.


"Heyyy bung, kau sudah sangat gagah sekarang" Ucap Erdo kepada Alfian


"hallo pih, Papih makin tampan saja" Jawab Alfian sambil memeluk Papih Erdo


"Heyyy anakku, masih ingatkah kau kepadaku?" Ucap Papih Erdo kepada Pram


Kini mereka semua bergantian memberikan salam dan sedikit melepaskan rasa rindu yang sudah lama tidak berjumpa.


"Mih, mami gimana kabarnya?"


"Mami sehat mantuku, mami selalu sehat, mamih bahagia disini" Jawab mami sambil merangkul Sarah


"Hayyy cucuku kamu cantik sekali" Ucap Mami Elsa


"Wahhh cucu papih, sini nak peluk Oppa" Bujuk Erdo kepada Syakila


"Enggak mau" sambil memonyongkan bibirnya, semuanya tertawa karena Papih Erdo ditolak oleh Syakila Anatahsya Dirgantara.


"Emmmm padahal Opa bawa hadiah loh buat kamu" sambil memberikan bingkisan kepada Syakila, Syakila langsung membulatkan matanya dan memberikan senyuman termanisnya namun ia belum menerima bingkisan yang diberikan oleh papih Erdo.


"Ini nak ambil untuk kamu" Ucap Erdo


"Sudah ambil nak tidak baik menolak pemberian orang, lagian itu kakekmu" Ucap Alfian


"Iya makasih Oppa Erdo" Syakila menerima bingkisan dari Oppa Erdo.


"Ia sayang sama-sama ku pastikan nanti kamu akan dekat denganku, nanti kita jalan-jalan ya keliling Amsterdam" Bujuk Oppa Erdo.


Syakila hanya tersenyum tidak menjawab sambil memeluk sang bunda.


"Pram akan pulang bersamaku ya" Ucap Papi Erdo


"Saya tergantung Al Pih" Ucap Pram


"Ia sudah Pram untuk sekarang kau pulang dulu bersama papih Erdo nanti kita kontek-kontekan lagi untuk membicarakan pekerjaan" jawab Alfian


"Oke baiklah"


"Yasudah do saya dan anak-anak pamit ya" Ucap Elsa, mainlah nanti kerumahku


"Iya el nanti pasti aku akan berkunjung kalian hati-hati ya" Jawab Erdo


Kini semua saling berpamitan Alfian, Sarah, Syakila dan Mami Elsa pergi kerumahnya begitupun Papih Erdo pergi kerumahnya bersama dengan Pram.


****