"Take Care Of You"

"Take Care Of You"
Syakila and Family



Fasilitas kamar mewah yang diberikan untuk Syakila. Syakila terbangun dari tidurnya, Syakila sudah terbiasa tidur sendiri namun terkadang jika ia ingin tidur bersama dengan kedua orangtuanya ia akan pergi kekamar orangtuanya untuk tidur bersama.



"Wahhh kamar ini benar-benar lebih besar dari kamar yang dirumah aku ingin kamar yang lebih kecil, tapi dirumah ini kamarnya besar semua hemmmmm" Gumam Syakila


Syakila mulai beranjak dari tempat tidurnya ia berjalan menuju jendela kamar untuk melihat pemandangan diluar rumah yang sangat indah.


"Benar-benar sejuk, Kila jadi ingat suasana rumah Rangga, kakak jelek itu lagi ngapain ya?"


Syakila merasa sudah bosan didalam kamar akhirnya ia pergi keluar dari kamarnya, ia berjalan mencari keberadaan orang yang ia kenal


"Nona muda cari siapa?" tanya salah satu pelayan


"Aku cari Bunda, Ayah dan Oma"


"Mereka semua ada dihalaman depan nona, mari saya antar"


"Ia terimakasih"


Syakila mengikuti arahan pelayan itu dan sampailah di tempat perkumpulan keluarga besarnya disana terlihat ada Sarah, Oma Elsa, Alfian, Pram dan juga Opa Erdo yang sedang bercanda gurau sambil menikmati hidangan beraneka macam minuman dan makanan.



"Ehhhh putri cantik Ayah sudah bangun sini sayang" Ucap Alfian kepada Syakila


"Ia Ayah" Syakila langsung berjalan menghampiri ayahnya dan duduk dipangkuan Alfian


"Mau minum susu nak?" Tanya oma


"Mau oma" jawab Syakila


Oma langsung meminta salah satu pelayannya untuk menyiapkan susu yang dipinta oleh Syakila dan membawakannya untuk Syakila.


"Ini nona muda silahkan diminum" Ucap salah satu pelayan nyonya Elsa


"Ia terimakasih" Jawab Syakila


"Hayooo siap-siaplah kedatangan saya kesini untuk mengajak kalian semua berlibur kita berkunjung keberapa tempat wisata di Amsterdam" Bujuk Papi Erdo


"Boleh tu doo, mumpung mantu dan cucuku ada disini"


"Sudahlah al, pram sampingkan dulu urusan bisnis sementara waktu mari kita menghabiskan waktu bersama, kan jarang-jarang kita berkumpul, kurang Dimas dan Tara ya" Ucap Erdo


"Ia maaf pi Alfian tidak mengajak Dimas kesini, karena Al meminta Dimas untuk mengurus perusahaan yang ada di Jakarta, Tara juga sibuk dirumah sakit Pi" jawab Alfian


"Ia juga sih, si Sam bagaimana kenapa kau tidak meminta ia untuk membantu memegang perusahaanmu?, dia sangat pintar Al" Ucap Erdo


"Ia pi Al juga menjadikannya sebagai direktur disalah satu perusahaan server milik Al"


"Wahhh Al bisnismu banyak sekali, salut papi sama kamu"


"Papi berlebihan kan sebagian ada bisnis dari jaman papi sama mami"


"Ia papi jadi kangen sama papi mu, papimu sama sepertimu ia sangat antusias sekali dengan pekerjaannya" Ucap Erdo


"Ayoooo katanya mau jalan-jalan" ucap Syakila


"Hehehehehe anak Bunda gak sabaran ya?" tanya Bunda sambil menoel pinggang Syakila


"Bener tuhhh lebih baik kita refresing sejenak" Ucap Oma Elsa


"Iya pram setuju"


"Cepatlah kau cari jodoh pram umurmu sudah 28"


"Ah gak usah bahas itu lah pih" jawab Pram


"Alfian terlalu parah ya memperkerjakanmu sehingga kau tidak bisa menemukan jodohmu? Sudah kau urus saja tepat pelatihan milik Papi" Ucap Erdo


"Heyyyyyy pih enak saja mau mengambil Pram, tidakk tidakkkkk, Pram hanya bekerja bersamaku" timbal Alfian dengan sinis


Oma Elsa dan Sarah hanya mentertawakan perdebatan Papi Erdo dan Alfian yang memperebutkan Pram.


"Sudah-sudah Pih aku sudah nyaman bekerja dengan Al" jawab Pram


Alfian sangat senang mendengar pernyataan Pram, ia merasa menang dari Papi Erdo ia hanya senyum-senyum meledek Papi Erdo, Papi Erdo sangat kesal mendengar keputusan Pram.


"Yasudahlah papi bisa apa, tapi ingat cepat atau lambat kau harus meneruskanku" ucap Erdo


"Sudah-sudah kalian ini lebih baik kita siap-siap sekarang terus setelah itu kita sarapan bersama dulu ya, baru kita berangkat liburan, sudah tidak ada ribut-ributan lagi, Sarah bawa Syakila untuk bersiap-siap dan kau juga Alfian sanaaa kau siap-siap kembali kekamarku, dan saya juga akan siap-siap dulu ya do, tunggulah dulu terserah kau dan Pram mau nunggu disini atau dimana" Ucap Oma Elsa


"Baiklah aku akan tunggu disini" Jawab Edo


Kini Sarah, Alfian, Syakila dan Elsa bersiap-siap mereka masuk kekamarnya masing-masing untuk memoles diri.


Sedangkan Pram dan Erdo mereka tetap menunggu sambil berbincang-bincang.


"Cepatlah berikan ku cucu" Pinta Erdo


"Kan sudah Syakila" jawab singkat Pram


"Papi mau cucu dari kau"


"Gak usah ditunggu pi, pacar aja aku gak ada"


"Kau bagaimana si, Dimas saja memiliki banyak wanita" Ucap Erdo


"Nih ya Pih, Dimas saja yang wanitanya banyak setiap hari ganti, ia tidak menikah-nikah, bagaimana dengan aku pacar aja gak ada" Jawab Pram


"Emmmm Papi denger-denger sekertarismu dikantor sangat cantik"


"Papi tau dari mana?" Pram sangat terkejut papinya mengetahui identitas sekertaris Pram


"Apa sih yang papi gak tau" jawab Papi Erdo


"Hemmm ya dia kan hanya sekertarisku"


"Dia cantik loh pram, pintar, mandiri ku dengar-dengar kau menyukainya"


Pram yang sedang meminum langsung menyemburkan minumannya, Pram sangat kaget karena papinya mengetahui segalanya


"Aduhhhh Pram-Pram kenapa kau sangat payah soal cinta, menyedihkan sekali" ledek Erdo.


Pram tidak menggubris perkataan papinya, ia mencoba mengalihkan pembicaraannya mengenai wanita karena Pram sangat tidak nyaman membahas wanita, hatinya memang benar-benar kaku jika berurusan dengan wanita, ia memang terkenal dingin kepada wanita padahal banyak yang berusaha mengambil hati Pram namun semuanya dicampakan tidak dianggap keberadaannya oleh Pram.


****