
Setelah kejadian yang sangat mencenkam dikediaman Sarah Winata, kini situasi sudah mulai membaik, Sarah dan yang lainnya berkumpul diruangan keluarga.
"Alhamdulillah ya, Alhamdulillah kita semua masih diberikan keselamatan" ucap Sarah
"Iyaa Alhamdulillah" ucap Elena
"Penasaran deh apa ya yang sedang dilakukan Dimas dan yang lainnya?" ucap Tania
"Ah Udahlah Tante yang pentingkan sekarang kita udah selamat" ucap Syakila
"Tapi tetep aja aku penasaran Kila" ucap Tania
"Aku ingin latihan bela diri" ucap Anggara
"Aku juga" ucap Riko
"Aku juga" ucap Devaro
"Aku juga mau" ucap Reza
"Anggara kan udah mulai latihan kan setiap Senin sampai Rabu" ucap Sarah
"Iaaaa Bunda, cuma aku mau lebih rajin lagi biar aku bisa lindungin kakak dan juga Bunda" ucap Anggara
"Aduhhh anak bunda, sini peluk bunda sayang" ucap Sarah
Anggara langsung berlari dan memeluk bundanya, kini semua mulai merasa tenang, karena situasi keadaan rumah Sarah yang sudah mulai stabil, Tania, Clara dan Elena masih takut untuk pulang kerumah mereka masing-masing sehingga mereka memutuskan untuk tetap tinggal dikediaman Sarah Winata, akan jauh lebih baik jika tinggal bersama disaat seperti ini.
Suasana dihalaman rumah begitu sangat kacau, Sarah langsung meminta para pelayan untuk menghubungi tukang agar segera membereskan kekacauan akibat perkelahian beberapa jam yang lalu.
"Wahhhh sampe pecah begini ya kaca" ucap Sarah
"Masih untung bun kacanya yang pecah, bayangin kalo kita semua pecah sampe berkeping-keping, ihhhhhhhhh" ucap Syakila
"Hussss kau itu Kila" saut Elena
"Ya benerkan tante" ucap Syakila
"Iya juga si untung kita semua tidak ada yang celaka ya" ucap Elena
"Siapa bilang, itu kasian loh para ajudan yang bertugas pada luka-luka" ucap Clara
"Udah sana kau obatilah Clar" ucap Tania
"Baiklah" ucap Clara langsung pergi menghampiri orang-orang yang perlu perawatan.
"Kita mau pesen makan apa masak aja?" tanya Elena
"Pesen makanan aja El, pesen 200 bungkus" ucap Sarah
"Kurang enggak 200 bu bos?" ucap Elena
"Pas kok" ucap Sarah
"Oke baik akan kupesankan" ucap Elena sambil memesan makanan menggunakan aplikasi handphonenya.
"Ia pesan saja, nanti aku yang akan bayar" ucap Sarah
"Jangan lupa pesen buat stok anak-anak yaa cemilan dan yang lainnya" ucap Sarah
"Siappp" jawab Elena
Dretttt Dretttt Dretttt Drettt
Suara getaran handphone milik Syakila bergetar.
"Wahhh Andre" ucap Syakila
Syakila langsung memisahkan diri jauh dari orang-orang, dan ia berjalan menuju kamarnya sambil mengangkat telfon dari Andre.
"Halloooo ndreeeeee" ucap Syakila dengan sangat senang karena sudah lama sekali tidak ada kabar dari Andre
"Halloooo Syakila" ucap Andre
"Ehhh kemana aja, udah hampir 1 tahun gak ngasih kabar" ucap Syakila
"Ia sorry kemarin abis beradaptasi dilingkungan yang baru hehehe" ucap Andre
"Dimana sekarang?" ucap Syakila
"Di Amerika Kila" ucap Andre
"Iaaa gw juga kesel sama nyokap gw, ya gw cuma bisa nurutin kemauan nyokap gw yang mendadak itu" ucap Andre
"Tapi lo sama tante Lily baik-baik aja kan ndre?" ucap Syakila
"Baik-baik aja ko Kila" ucap Andre
"Lo masih akan main kan ke Indonesia?" ucap Syakila
"Enggak tau gw Kil, gw nya si mau, tapi kan sekarang gw gak bisa seenaknya diri gw, harus minta izin nyokap dulu" ucap Andre
"Yaampunnnnn ndreeee kangen banget" ucap Syakila
"Ia sama gw juga, lo gimana kabar lo sekeluarga?" ucap Andre
"Lagi lumayan ada hambatan ndre, tadi aja banyak orang yang rusuh dirumah gw ndre, sampe halaman depan banyak yang hancur, terus kaca-kaca diruang depan juga pada pecah" ucap Syakila
"Tapi kalian semua baik-baik saja?" ucap Andre
"Alhamdulillah gw sama keluarga baik-baik aja, cuma para ajudan pada luka-luka" ucap Syakila
"Ooooh gitu" ucap Andre
"Tante Lily lagi apa ndre?" ucap Syakila
"Ada kok dia, cuma lagi mandi" ucap Andre
"Oooh gituu, salamin ya, salam kangen dari aku" ucap Syakila
"Oke siap, salam juga ya buat Gita, Anggara dan juga bunda Sarah" ucap Andre
"Ia ndre" ucap Syakila
"Yasudah udah dulu ya, nanti gw lanjut lagi byeeeee" ucap Andre dengan sangat terburu-buru dan langsung mematikan panggilan suara dengan Syakila
"Iiih ni orang, orang gw masih pengen ngomong juga, anehhh banget" dumel Syakila
Kini Syakila memutuskan untuk pergi mandi agar dirinya bisa terlihat jauh lebih frash, Syakila lagi asik luluran didalam kamar mandi, sementara Anggara, Devaro, Reza dan Riko mulai menyusun rencana untuk ngerjain kakaknya yang lagi mandi.
"Uuuuuh emang kena air itu udah paling enak banget" ucap Syakila sambil brendam di Bath up kamar mandi sambil ia merilekskan dirinya berendam diair hangat.
"Uhhh jadi pengen bobo" ucap Syakila sambil memejamkan matanya, menikmati rendaman air hangat.
Sekarang kita intip Anggara dan yang lainnya
"Mau ngerjain apa?" ucap Reza
"Ehhh matiin aja lampu kamar mandinya" ucap Devaro
"jangan-jangan kurang seru" ucap Anggara
"Terus apa dong?" ucap Riko
"Ehhh gimana kita pake kostum hantu dan ngumpet dobalik pintu" ucap Reza
"Jangan-jangan" ucap Anggara masih kurang setuju
"Yaterus apa donggggggg?" ucap Reza
"Bagaimana kalau kita buat seisi kamar ini menjadi histeris, kita teriak aja kalo penjahat yang tadi datang lagi dan masuk menerobos rumah, hahahahaha gimana?" ucap Anggara
"Ih kasihan" ucap Riko
"Udah hayuu kita kerjain kali-kali" ucap Anggara
"Boleh juga tuh, hayu kita akting" ucap Reza
"Yaampun kalian jahat banget sama kak Syakila hehehe" ucap Devaro
"Udahlah Dev biasanya juga otak kamu paling lancar kalo untuk masalah ngerjain orang" ucap Anggara
"Oke-Okeee aku setuju hehehe" ucap Anggara
Wah benar-benar ya adik-adik ini sangat tidak bisa sekali membuat Syakila merasa santai sedikit, kira-kira akan berhasil tidak ya?
Wahhh padahal Syakila saja masih sedikit trauma mengingat kejadian tadi pagi sampai siang akibat perkelahian dihalaman rumah.
****