"Take Care Of You"

"Take Care Of You"
Usaha Penyelamatan Pak Surya Part 2



Pertumpahan darah antara Steven dan juga Rizal kini terjadi.


Benar-benar hari yang sangat ditunggu-tunggu untuk membuat Steven musnah dari muka bumi ini.


Kini Steven dan Branto tidak ingin kalah oleh Rizal dan juga Dimas. Branto ialah orang yang sangat kuat untuk bertarung.


Brugggggggg


Pukulan Rizal melayang pada perut Steven


Brugggggg


Steven kembali meninju muka Rizal dengan sekuat tenaga.


Begitupun dengan Dimas ia bertarung melawan Branto, pertarungan mereka tidak kunjung berhenti, kini tubuh mereka telah dipenuhi oleh darah dan luka lebam akibat saling pukul.


Tiba-tiba Rangga datang bersama dengan 100 bayangan benar-benar membuat Steven dan Branto merasa sangat heran melihat bayangan anak laki-laki remaja yang sangat banyak.


"Brengsek siapaaaa kauu?" teriak Steven sambil terus melayangkan tembakan dan semuanya nihil tidak mengenai Rangga yang asli.


Rizal mengikat leher Steven dengan rantai namun Steven masih saja bertahan untuk hidup, perlawanan terus dilakukan oleh Steven, goresan pisau telah mengenai tangan Rizal dan Dimas namun Rizal dan Dimas tidak ingin melewati pertarungan ini dengan cuma-cuma, Rizal dan juga Dimas sudah terlanjur geram kepada Steven.


Rangga melayangkan besi yang sangat berat tepat diperut Branto


"Awwwwww" teriak Brato tubuh yang sudah berlumuran darah


"Matiiiii kauuuu Stevennnn" Teriak Rangga sambil melemparkan pisau tepat menancap dijantung milik Steven.


Steven mengeluarkan darah yang sangat banyak diarea jantung dan mulutnya.


"kau telah membunuh kedua orang tuaku, sekarang kau harus membalas segalanya" Teriak Rangga


"Uhuukkkk Uhukkkk" ucap Steven sambil mengeluarkan banyak darah dan ia berusaha mencabut tusukan pisau yang telah menancap ditubuhnya


"Akhhhhhhh" teriak Steven sambil mencabut tusukan pisau yang menanjap ditubuhnya.


"Wahhhh kuat juga kau" ucap Rangga


"Dasar bocah ingusan" teriak Steven dengan sangat murka terhadap Rangga


"kau pantas untuk dihakimi Steven" Ucap Dimas dengan penuh amarah


"Bacottt kau" teriak Steven yang tidak pantang menyerah


"Saya sudah terlalu muak kepada anda" Teriak Rizal


Brugggggggg runtuhan atap dengan serpihan bangunan yang kini tengah menimpah tubuh Steven.


"Ahhh sialannnn" teriak Steven dengan sangat kesakitan akibat runtuhan bangunan.


Wah benar-benar Steven kuat sekali, dirinya masih bisa berbicara.


Begitu banyak kucuran darah yang membanjiri lantai, ya itu adalah darah dari Steven, kini Steven sudah tidak bersuara begitupun dengan anak buahnya Branto, kini suasana benar-benar sangat hening.


Ketika Rangga, Rizal dan Dimas mercoba untuk mengeluarkan Steven dari reruntuhan untuk membuang mayatnya kepada hewan buas didalam hutan tiba-tibaaaa


Dorrrrrrrrrrrrrrrr


Suara tempakan membuat semua orang merasa panik


Ternyata kini Rizal tertembak oleh Branto.


Rangga dan Dimas benar-benar sangat panik, Rangga langsung menghabiskan Branto dengan meruntuhkan bangunan tepat menimpa Branto, kini Branto telah terkubur oleh reruntuhan bangunan.


"Zal bertahan zal" ucap Dimas


"Hemmmmm" ucap Rizal masih tampak mengeluarkan suara


"Panggil Tara ngga" teriak Dimas dengan sangat khawatir


Rangga langsung meminta untuk Tara segera menemuinya, Kini Tara sudah datang dan mencoba mengeluarkan peluru dari perut Rizal.


"Akhhhhhh sial" teriak Rizal kesakitan


"Bentar lagi Zal" ucap Tara sambil menjahit luka Rizal


Benar-benar sungguh ngilu sekali bagi setiap orang yang tidak biasa melihat kejadian ini, namun bagi Dimas dan yang lainnya ini sudah menjadi hal yang biasa melihat Tara menjahit luka disaat keadaan urgen seperti yang dialamai oleh Rizal saat ini.


Alhamdulillah Rizal berhasil diselatkan dan kini Steven sudah benar-benar tidak bernyawa begitupun dengan Branto kini mereka berdua telah tiada.


Diluar tampak orang-orang yang bekerja dibawah naungan Steven sedang bertarung bersama dengan anak buah Rizal dan yang lainnya.


Kini Rizal bersama dengan yang lainnya langsung memasuki pesawat seluruh anak buah Rizal telah dikordinasikan untuk bergegas pergi menggunakan helikopter yang telah ditugaskan untuk menjemput mereka.


Kini tiba waktunya Sam menghilangkan jejak dengan menembakan Bom yang telah disiapkan, urusan Steven telah usai, Rizal dan Oppa Surya harus segera mendapatkan perawatan yang sangat serius untuk memulihkan keadaan mereka berdua.


Kini Mereka langsung menuju ke Indonesia untuk meninggalkan jejak, sementara Pak Erdo membujuk Elsa untuk ikut bersamanya ke Indonesia.


****