"Take Care Of You"

"Take Care Of You"
Berharap Rangga akan baik-baik saja



Kini Syakila menunggu Rangga sadar bersama dengan Opa Wiranto. Oppa dan Syakila sangat berharap agar Rangga segera membukakan kedua matanya.


"Nak Kila kamu tidak jenuh menunggu kakakmu?" Tanya Oppa Wiranto


"Tidak oppa" Syakila sambil menggelengkan kepalanya.


"Kita doakan agar Rangga baik-baik saja ya Kila" Ucap Oppa Wiranto sambil tersenyum dan menatap kedua bola mata indah milik Syakila


"Aamiin Ya Allah" Ucap Syakila


Sudah 7 Jam Rangga masih terjaga dalam tidurnya, Oppa Wiranto dan Syakila masih setia menunggu Rangga.


"Hallo Kak Rangga, Kak Rangga bangun dong kak, aku dari tadi nunggu kakak sama Opaaa" Ucap Syakila sambil mencolek-colek pipi Rangga


"Kak Rangga Kak Rangga main yukkkkkk"


"Kakakakkkkkkkk hayo kita main camping-campingan dibelakang rumahku"


Syakila terus mengoceh-ngoceh, memberisikan Rangga agar Rangga segera bangun.


Pak Wiranto yang melihat sikap Syakila yang sangat mengemaskan merasa sangat terhibur sehingga Pak Wiranto bisa tersenyum dan kadang dibuat tertawa oleh tingkah lucu Syakila.


"Kak Rangga ada temen-temen cewek kakak datang" Teriak Syakila


"Tapi boong wkwkwkwkwk" Ucap Syakila dengan ocehannya sendiri


Syakila terus mengoceh-ngoceh membuat suasana kamar Rangga yang tadinya hening dan penuh ketegangan berubah menjadi kebahagiaan.


Namun Rangga tidak kunjung sadar dari tidurnya, Rangga benar-benar tidak merasakan kehadiran Syakila dan Pak Wiranto, ia tetap terjaga dalam tidurnya setelah meminum obat yang diberikan oleh Tara.


Tok Tok Tok


"Pak Wiranto hayu pak makan dulu, bapak dari tadi pagi belum makan" Bujuk Sarah


"Nanti saja nak" jawab Pak Wiranto


"Hayooolah pak, nanti bapak sakit, kalo bapak sakit siapa yang akan menjaga Rangga?" Bujuk Sarah


Akhirnya Pak Wiranto menuruti Sarah untuk makan siang.


"Biar Kila yang jaga kak Rangga Oppa" Ucap Syakila sambil tersenyum


"Oppa titip Rangga ya Kila" Ucap Pak Wiranto sambil tersenyum kearah Syakila yang sangat menggemaskan


"Siap Oppa" Syakila sambil mengacungkan kedua jempolnya.


Kini Pak Wiranto dan Sarah berjalan menuju ruang makan sedangkan Syakila masih berusaha mengganggu Rangga agar segera bangun dari tidurnya.


"Kakak jelek"


"Kakak"


"Kakak Rangga"


"Heyyyyy"


"Kakak hihihi ganteng banget si kak Rangga" Ucap Syakila sambil senyum-senyum melihat muka tampan Rangga.


"Payah kak Rangga"


"Uhhh gak bangun-bangun"


Kini Syakila sudah mundar-mandir mengelilingi area kamar Rangga sambil mengoceh-ngoceh gak jelas.


Lama-lama Syakila merasa bosan dan tidak tau harus berbuat apa, ia mulai berjalan mendekatkan dirinya kepada Rangga, Syakila menatap Rangga dengan tatapan yang sendu terlintas Syakila mengingat film Putri salju yang bangun dalam pingsannya karena dicium hahahahahahha.


Seketika Syakila mengecup kening Rangga berharap pangerannya akan segera bangun atau berubah menjadi sosok yang semakin tampan sperti yang berada didalam cerita dongeng.


Reader sebenarnya Rangga sudah sadar dari 10 menit yang lalu, namun Rangga menyadari Syakila yang terus mengoceh meminta Rangga untuk bangun, Rangga tidak menyangka jika Syakila sampai berani mencium keningnya.


"Hayolah Pangeran bangun, kenapa kau tidak bangun-bangun" Ucap Syakila dan sangat terdengar jelas oleh Rangga


Reader rasanya Rangga ingin tertawa mendengar kata-kata yang dilontarkan oleh Syakila. Rangga terus berusaha untuk tidak terpengaruh oleh sikap lucu Syakila agar Rangga tidak tertawa.


Pelan-pelan Rangga mulai membuka kedua bola matanya dan kini tatapan mata Rangga bertemu dengan tatapan mata Syakila, Syakila langsung syok dan menjauhkan mukanya dari padangan Rangga.


Syakila cengengesan, ia merasa senang karena kini Pangerannya telah bangun dan terlihat kondisi Rangga yang baik-baik saja.


"Hayyy Kak Rangga" Ucap Syakila sambil cengengesan


"Hay juga Syakila, kau sedang apa?" Tanya Rangga


"Aku menunggu kakak sadar, kakak tidur lama banget" Ucap Syakila


"Kak Rangga baik-baik saja?" Tanya Syakila memastikan kondisi Rangga


"Ia aku baik-baik saja, memang aku kenapa?" Ucap Rangga


"Kakak tidak ingat kakak tadi pagi membuat semua orang khawatir?" Tanya kembali Syakila


Rangga mengingat-ngingat tentang kejadian tadi pagi ia mulai mengumpulkan memorynya sedikit demi sedikit dan akhirnya ia mengingat memory mimpi yang sangat menyeramkan.


Kini wajah Rangga mulai sedikit merasa cemas


"Kakak baik-baik saja?, aku panggilkan Oppa ya" Ucap Syakila sambil berlari kearah pintu


"aku baik-baik saja Syakila, kamu jangan bilang macam-macam sama semua orang" Ucap Rangga


"Oke" Jawab Syakila sambil tersenyum.