
Terlihat ruangan yang penuh dengan banyak lorong. Rangga berjalan menelusuri salah satu lorong yang ia pilih, Rangga berharap bisa keluar dari dunia yang sangat ia tidak kenal.
Terasa begitu sangat jauh Rangga berjalan dengan membawa senter karena lorong yang ia lewati sangat gelap dan sangat lembab.
"Tempat apa ini?" Ucap Rangga didalam hatinya ia benar-benar merasa heran karena ia berada didunia yang benar-benar sangat aneh.
"Oppaaaaaaaa, Opaaaaaaaa, Opppppaaaaaaa" Teriak Rangga yang sudah mulai merasa sangat takut akan kegelapan yang tidak ada ujungnya, Rangga merasa sangat lelah ia tidak kuat untuk berjalan, kakinya terasa sulit untuk melangkah.
"Aku dimana ini, seharusnya aku berada dirumah Kila, kenapa berada disini???" ia bertanya kepada dirinya sendiri.
Kini perasaan Rangga semakin tidak karuan ia benar-benar tidak tau harus berbuat apa, benar-benar ia tidak melihat tanda-tanda ada kehidupan, akhirnya ia memberanikan diri untuk terus berjalan lurus dan sesekali ia kembali untuk beristirahat karena merasa sangat lelah.
Kini Rangga benar-benar sudah bercucuran keringat dan ia benar-benar ingin sekalu untuk minum rasanya dirinya benar-benar dehidrasi, namun apa daya ia tidak bisa mendapatkan minum. Rangga merasa sangat frustasi dan anak laki-laki ini tak kuasa iapun menangis berharap seseorang akan menolongnya dan mengajaknya pulang menemui Opa Wiranto.
"Tolonggggggggggg Tolooooooooong" Teriak Rangga dengan sangat kencang dan nihil tidak ada yang mendengar.
Tiba-tiba Rangga merasa ada yang janggal ia mendengar ada sesuatu yang sangat aneh.
Deg Deg Deg Deg Deg Deg Deg Deg
Janntung Rangga memompa sangat kencang, Rangga benar-benar merasa takut ia mendengar suara rintihan kesakitan dari suara yang mulai semakin deket dari tempat Rangga.
"Duhhh ya Allah sekalinya ada suara kenapa orang itu seperti yang sedang tersiksa, Rangga takut ya Allah" Ucap Rangga mencurahkan isi hatinya kepada sang maha pencipta langit bumi dan seluruh isinya.
Rangga memberanikan diri untuk berjalan mendekat kearah suara tersebut dan kini suaranya semakin terasa dekat.
"Ahhhhh ampun, tolong ampun, ampun sakit, tolong, tolong ampuni saya, saya mohon tolong ampun" Suara yang terdengar oleh Rangga sambil terdengar suara pukulan yang sepertinya menggunakan cambuk
"Ya Allah siapa itu?" Ucap Rangga ia benar-benar sangat penasaran dengan apa yang terjadi pada orang itu, akhirnya Rangga memberanikan dirinya untuk mendekat dengan sangat pelan-pelan ia berjalan agar tidak ada yang mengetahui keberadaan Rangga.
Rangga dibuat terkejut ia melihat sosok laki-laki yang pernah ia lihat suatu tempat, namun ia lupa ia pernah melihat sosok laki-laki itu dimana.
"Aku pernah lihat, ia aku pernah lihat Bapak itu, tapi aku lupa dimana, ya Allah kasihan sekali bapak itu, mukanya benar-benar babak belur" Ucap Rangga didalam hatinya dan ia benar-benar merasa cemas.
Rasanya Rangga ingin sekali menolong sosok Bapak yang sudah tidak berdaya itu, tapi Rangga masih kecil dan ia hanya sendiri sedangkan lawannya sangat banyak dan membawa senjata.
Tanpa disadari salah satu penjaga menyadari keberadaan Rangga dan Rangga merasa sangat kaget. Rangga langsung berlari dengan sangat kencang karena kini ia sedang dikejar oleh beberapa penjaga yang membawa senjata tajam.
"Opaaaaaa Opppppaaaaa Oppaaaaaaaaaaaa" Teriak Rangga dengan sangat histeris, ia terus berlari dengan sekencang-kencangnya sambil terus memanggil Opanya.
"Opppaaaaaa Tolong Rangga"
"Opaaaaaaaaaaaaaaaa"
"Heyyyy kau anak kecil berhenti kau atau ku tembak kau" Ucap Pria tersebut
Rangga benar-benar merasa bingung, ia benar-benar merasa takut dan akhirnya Rangga berhenti tidak berlari lagi ia benar-benar merasa pasrah dan terus memanggil
"Rangaaaaaaaaaaa" Teriak suara seseorang yang amat sangat ia kenal yang tak lain ialah opa Wiranto.
"Opaaaaa Tolong aku" Teriak Rangga
"Rangggaaaaaaaaaaaaaa Rangggaaaaaaa Bangunnnnn Nak" teriak Opa Wirantoo
Dan Rangga membuka matanya dan kini ia telah melihat sosok yang sangat ia sayang ada Pak Wiranto orang yang sejak tadi ia cari, tidak hanya Pak Wiranto ada Alfian, Elsa, Sarah dan Syakila karena Rangga sudah 1 jam teriak-teriak dan tak kunjung sadar dari tidurnya.
Rangga langsung menangis dan memeluk Oppanya, semuanya sangat bingung dan sangat cemas melihat keadaan Rangga yang terlihat sangat cemas dan ketakutan.
Pak Wiranto sangat memahami cucunya, ini bukan kali pertama Rangga melakukan hal yang seperti ini, ini sudah beberapa kali terjadi jika ada sesuatu peristiwa yang disampaikan melalui Rangga lewat sebuah mimpi.
Rangga benar-benar tidak bisa membedakan mana mimpi yang dijadikan sebuah tanda atau memang mimpi yang benar-benar sangat buruk yang dikirimkan oleh makhluk halus.
"Ngga kamu pucat sekali, Pak saya mohon izin untuk memanggil Tara ya untuk ngecek keadaan Rangga" Ucap Alfian sambil melihat handphonenya dan mencari kontak Tara
"Ia nak silahkan" Jawab Pak Wiranto mengiyakan, karena kini dirinya benar-benar merasa panik takut jika cucunya akan kembali down.
Alfian langsung menelfon Tara dan memintanya untuk segera datang memeriksa keadaan Rangga.
Syakila menangis melihat Rangga yang saat ini terlihat tidak berdaya akhirnya Sarah menggendong Syakila menuju kekamar Syakila untuk menenangkan Syakila.
"Bundaaaaa apa yang terjadi sama kak Rangga Bundaaaa" Ucap Syakila sambil terus meneteskan air matanya.
"Rangga hanya bermimpi buruk sayang, sudah ya Syakila jangan menangis"
"Tapi kenapa sampe parah gitu Bunda?" Tanya Syakila sambil terus menangis
"Kak Rangga hanya syok saja sayang, kita tunggu Om Tara datang ya untuk memeriksa keadaan kakakmu, semoga kakakmu baik-baik saja" Ujar Sarah sambil memeluk dan mengelus rambut Syakila dengan sangat lembut.
"Kita doakan ya agar Rangga baik-baik saja sayang" Ucap Sarah
"Ia Bunda" Jawab Syakila
Syakila dan Sarah mendoakan Rangga agar Rangga baik-baik saja.
Hallo Reader apa kalian 5 ada yang mengalami seperti rangga?
Mimpi buruk tapi seperti mimpi yang begitu terasa sangat nyata?
Semoga saja tidak yaa reader jangan lupa baca doa sebelum tidur ya reader semoga kalian selalu melindungi oleh Tuhan.
****