"Take Care Of You"

"Take Care Of You"
Supranatural Rangga



Kini wajah tampan Rangga yang tadinya penuh dengan semangat seketika berubah menjadi sangat pucat, bibir merehnya berubah seketika menjadi biru, tubuhnya benar-benar berkeringat. Rangga tiba-tiba berteriak sangat histeris membuat semua yang melihat Rangga merasa sangat cemas.


"Kenapa sayang si Rangga kenapa?" Ucap Tania sangat khawatir sambil terus memegang tangan Dimas dengan sangat kencang "kok aku merinding ya yank".


"Aku juga gak tau sayang" Jawab Tara dengan sangat khawatir melihat keadaan Rangga yang menangis dengan tiba-tiba.


"Kamuu kenapa sayang?" Tanya Oppa Wiranto berusaha mendekati Rangga yang sedang histeris.


Namun Rangga menjauhkan dirinya dari orang-orang


"Nakk kenapa sayang" Ucap Oma Elsa dengan penuh kekhawatiran


Papi Erdo langsung merasakan akan ada sesuatu hal yang akan terjadi menimpa pada keluarganya, namun ia tidak bisa melihat secara pasti.


"Aku mohon Oppa, Rangga gak mau kembali ke Villa, Rangga mohon sama semuanya jangan ada yang pulang" Ucap Rangga sambil guling-gulingan dilantai dan tak henti-hentinya Rangga terus menangis


Rangga tidak mau disentuh oleh siapapun, Syakila sangat takut melihat Rangga yang benar-benar histeris sambil memohon untuk semuanya agar tidak meninggalkan Tanah Lot.


Banyak para pengunjung yang masih berada di tanah Lot memperhatikan tingkah Rangga.


Ada yang bertanya-tanya dan ada yang tidak menghiraukan perkataan Rangga.


"Tapi kenapa Rangga?, ini sudah jam 7 malam loh nak, hayuuu kita pulang ke Villa" Bujuk Elsa dengan penuh kelembutan berharap Rangga akan tenang


"Enggakkkk mau, enggak mau enggakkkkkk mau, Rangga masih mau hidup, Rangga masih mau hiduppppppp" Teriak Rangga sambil terus menangis dan masih ngamuk di Lantai sambil menghentikan kedua kakinya.


"Bagaimana ini?" Tanya Alfian


"Nakk ada apa sayang?, apa yang kamu lihat?" tanya Pak Wiranto dengan sangat lembut


Namun Rangga tidak menjawab pertanyaan Pak Wiranto, ia tetap histeris ia tetap menangis dan tidak mau pulang.


"Yasudah tidak ada salahnya kita untuk bermalam disini, aku akan menyewa Villa di sini untuk kita, aku yang akan bayar" Ucap Papi Erdo


Semua bingung harus berkata apa, terlebih lagi Dimas dan Tania harus kembali mengurus acara pestanya yang tinggal beberapa hari lagi.


"Yasudah yang lainnya tetaplah menginap disini, Om dan tante harus tetap kembali ya dengan tante Tania dan juga supir trevel" Ucap nya kepada Rangga


"Jangan Ommmm hiks hiks hikssss jangan gak boleh, gak boleh ada yang pulang nanti kalo pulang kita akan celaka hiks hiksss jangan kembali untuk hari ini, kau akan mati kau tauuuuuu.


Pokokkkkkkkknyaaaa jangannnnnnnnn" Teriak Rangga sambil menarik tangan Dimas, ia terus menangis membuat semua orang merasa tidak tega melihat Rangga yang tak kunjung henti menangis.


"Bagaimana ini Mih" Tanya Dimas kepada Mami Elsa


"Ya Mami juga gak tau Dimas" Jawab Mami Elsa terlihat sangat cemas


"Oppa Hiks hiks hiks hikssss" Rangga masih terus menangis


"Iya nak kita akan tetap disini, sini sayang peluk Oppa nak" Ucap Oppa Wiranto penuh kelembutan


"Opaaaaaa" Teriak Rangga sambil memeluk Oppanya sangat erat


Oppa Wiranto tidak henti-henti untuk mencium kepala Rangga.


"Saya dan Rangga akan tetap bermalam disini, saya mohon kalian semua tolong jangan ada yang pulang, kita tetap menginap disini, ini demi kebaikan kita semua" Ucap Pak Wiranto sambil ia terus tidak henti-henti memeluk sang cucu


"Saya bingung harus menjelaskannya seperti apa, tapi alangkah baiknya kita tetap berada dilingkungan ini" Ucap Pak Wiranto


"Ia saya setuju, saya juga merasa akan ada sesuatu yang tidak beres, saya akan memesan Villa dulu, kau urus mereka semua ya Wir" Ucap Pak Erdo dan berjalan menuju salah satu meneger yang bertanggung jawab untuk mengurus penginapan di Tanah Lot Bali.


"Sayang kamu inget gak waktu itu kita di Bandung, waktu itu loh kita mau kejakarta terus Rangga itu pernah bilang untuk tidak pulang ke jakarta karena ada kecelakaan dan macet panjang, ehhh ternyata bener sayang" Bisik Alfian kepada sang istri dengan sangat pelan-pelan


Sarah dan Alfian nampak merinding dan mereka setuju untuk tetap menginap di tanah lot.


"Gw mohon sama lo Dim, Tan kita tetap menginap disini, gw gak butuh penolakan, kita semua menginap disi titik gw gak mau tau, dan untuk pak supir saya mohon kalian tetap bersama kami, saya akan membayar 3 kali lipat jasa kalian.


Tanpa berfikir panjang jasa travel mengikuti permintaan Alfian.


"Ia deh sayang aku ngikut aja, firasat aku juga jadi takut sayang" Jawab Tania sambil memeluk tubuh Dimas


Kini semua telah sepakat untuk tetap tidak keluar dari Tanah Lot mereka menginap disalah satu penginapan yang tersedia di Tanah Lot.


"Terimakasih ya sudah menuruti kemauan Rangga" Ucap Rangga sambil memeluk tubuh Oppa Wiranto


Oppa Wiranto tak henti-henti ia terus memeluk Rangga dan berusaha untuk menenangkan Rangga.


Kini suasana berubah menjadi cemas karena teringat dengan kata-kata yang dilontarkan Rangga, mereka berusaha tidak percaya tetapi tetep saja dihati kecilnya memiliki rasa cemas dan hampir membuat beberapa orang merinding ketakutan.


Suasana Kamar Rangga dan Pak Wiranto


"Ada apa nak? Apa yang kamu lihat?" Tanya Pak Wiranto sambil tidurnya dan memeluk tubuh cucunya


"Aku melihat bus travel kita masuk kejurang pas jalan balik menuju Villa Opa, pokoknya bener-bener menyeramkan Oppa" Ucap sandu Rangga sambil meneteskan air mata


"Astagfirullah hal'azim" Ucap Pak Wiranto sambil tak henti-henti mencium rambut Rangga


"Aku sangat takut Oppa, aku gak mau kejadian Ayah dan Bunda kembali terjadi Oppa" Ujar Rangga sambil menangis


Oppa Wiranto tak kuasa ia meneteskan air matanya, karena ia kembali mengingat kejadian 5 tahun yang lalu, Oppa Wiranto sangat menyesal pada saat itu tidak mendengarkan perkataan Rangga.


"Insyaallah ya nak kita semua akan baik-baik saja sayang" Ucap Pak Wiranto sambil terus memeluk tubuh Rangga


Pak Wiranto berusaha untuk menenangkan Rangga dan tanpa disadari Rangga tertidur dipelukan Oppa Wiranto dengan sangat nyenyak.


Kini semua tidak ada yang berani untuk tidur sendiri karena mereka merasa takut akhirnya banyak diantara mereka yang tidur bersama-sama diruang tamu sambil menggelar kasur.


Kini waktu telah menunjukan pukul 23.00 satu persatu diantara mereka mulai tertidur.


Alfian dan Pram berjaga-jaga untuk tidak tidur.


"Lu tau ga si Pram?" Ucap Alfian


"Apa?" tanya Pram dengan sangat penasaran


"Waktu gw, istri gw dan anak gw mau pulang ke Jakarta dari rumah Pak Wiranto"


"Terus-terus" Tanya Dimas ikut nimbrung sangat penasaran dengan cerita Alfian


"Si Rangga bilang ke gw jangan pulang ke jakarta percuma akan macet panjang, alasannya dia gitu dan untungnya gw sekeluarga gak jadi pulang hari itu karena Rangga dan Pak Wiranto bikin acara pesta dirumahnya, lu tau gak si tentang kecelakaan berantai itu loh dari arah Bandung-Jakarta" Ucap Alfian


"Ia gw inget tu sampe macet panjang banget itu" Jawab Dimas


"Ia gw itu ngalamin macet panjang itu" Saut Pram


"Ia gw gak kebayang si biasa aja kalo gw ngikutin ego gw buat pulang, ah entahlah apa yang terjadi dengan gw, Syakila dan Sarah" Ucap Alfian dengan sangat merinding mengingat kejadian yang hampir menimpa dirinya.


"Gw rasa si Rangga punya sesuatu nih" Ucap Pram dengan penuh keyakinan


"Ia bisa jadi semacam kemampuan yang dimiliki oleh Papi kan?" Ucap Dimas


"Ia gw rasa juga begitu" Jawab Alfian


Kini mereka bertiga bergadang untuk menjaga agar tidak ada sesuatu hal buruk yang akan terjadi.


Mereka bertiga merasa merinding tetapi berusaha tetap menyingkirkan rasa ketakutan mereka.


Ternyata para pria yang sangat pandai bertarung ini takut juga ya dengan ucapan Rangga yang hanya seorang anak kecil usia 8 tahun 😂.


Hallo Reader diantara kalian siapa yang mempunyai ilmu supranatural seperti Rangga?


****