"Take Care Of You"

"Take Care Of You"
Tidak bisa diselamatkan



"Dok bagaimana dok kondisi pasien melemah" Ucap suster 1


Dokter Daniel langsung mengambil defribrilator dan langsung menempelkan kepada dada pasien karena jiwa pasien kini benar-benar terancam.


Seluruh dokter dan juga para suster diruangan oprasi begitu panik melihat kondisi Alfian Dirgantara.


Alat pacu jantung terus ditempelkan didada pasien dan alhasil tiba-tiba


Tutttttttttttttttttttttttttttttt garis dilayar telah rata kini Alfian Dirgantara sudah menghembuskan nafas terakhirnya, membuat semua para dokter dan suster merasa sedih karena tidak bisa menyelamatkan pasien yang telah banyak berinvestasi dirumah sakit ini.


Kini Dokter Daniel memberanikan diri untuk memberikan kabar kepada keluarga besar Alfian Dirgantara.


Suanana diluar ruangan oprasi benar-benar sangat tegang, semua merasakan hal buruk akan terjadi pada Alfian Dirgantara dan tidak lama


Ceklekkkkk seseorang membuka pintu ruang oprasi Alfian ya dia adalah Dokter Daniel beserta dengan yang lainnya yang sudah berjuang untuk menolong Alfian.


"Dokkkk bagaimana anak saya dok?" Ucap Mami Elsa langsung memegang tangan dokter Daniel dengan raut muka yang sangat panik karena melihat raut muka dokter Daniel beserta dengan yang lainnya begitu sangat lemah


Semua orang kini fokus kearah para dokter dan suster yang baru saja keluar dari ruangan operasi, sungguh Dokter Daniel beserta yang lainnya sangat tidak tega untuk memberikan kabar duka kepada keluarga Alfian Dirgantara.


"Dokkkk jawab dokkk bagaimana kondisi suami saya" Ucap Sarah sama paniknya dengan Mami Elsa


Seluruh raut wajah kerabat dekat Alfian Dirgantara benar-benar merasa cemas


"Dokkkk" Ucap mami Elsa


"Mohon maaf kami tidak bisa menyelamatkan Pak Alfian" Ucap Dokter Daniel


Tak kuasa seluruh kerabat Alfian yang mendengar ucapan dari dokter Daniel merasa benar-benar seperti kena tamparan yang sangat menyakitkan karena kini mereka telah kehilangan sosok Alfian Dirgantara.


"Bohoooong kan kamu dokter, Kamuuuuuu bohooooooooooooooooooong huaaaaaaaa" Tangis Sarah yang tadinya berdiri langsung jongkok dilantai ruangan Alfian sambil tak henti-henti menangis


Syakila yang sejak tadi berusaha untuk kuat dan tegar kini Syakila tidak bisa membohongi perasaannya ia menangis dan Syakila langsung dipeluk oleh Sarah Winata.


Rangga sangat sedih dan iapun menangis mendengar jika Om Alfian sosok yang ia banggakan kini telah meninggalkan dunia ini, Rangga benar-benar tidak diperlihatkan bahawa om Alfian akan pergi secepat ini.


"Anakku kenapa kau meninggalkan Mami" Ucap Mami Elsa terus menangis dan kini Mami Elsa dan Sarah berlari masuk kedalam ruangan Alfian.


Mami Elsa dan Sarah langsung memeluk Alfian yang kini masih terbaring dikasur rumah sakit dan disusul oleh Syakila yang berlari memeluk sang Ayah tercinta


"Ayahhhhhhhhhh Ayahhhhhhh Ayahhhhhhhhhhhhh" Ucap Syakila sangat lirih dengan air matanya yang kini telah membasahi pipi indahnya


"Prammmmm Al prammm" Ucap Dimas sangat lirih sambil memeluk Pram yang sama sedihnya dengan Dimas


"Kenapa lu cepet banget ninggalin kita Al" Ucap Tara


"Berengsekkkkk siapa orang yang sudah berani-beraninya membunuh Alfian, saya yakin pasti ada dalangnya" Teriakkk Sam sambil meninju dinding rumah sakit


"Opaaaaaaaaaa hiks hiks hiksss Oppaaaaa" Ucap Rangga sambil memeluk tubuh Oppa Wiranto


"yang sabar na, kita doakan om Alfian tenang dialam sana ya sayang" Ucap Pak Wiranto


'Kasian Syakila Oppaaa, kasian tante Sarah dan Oma Elsa" Ucap Rangga sambil menangis dan terus memeluk Oppanya


"Kita doakan ya nak semoga Syakila, tante Sarah dan Oma Elsa dannn juga semuanya bisa ikhlas menerima semua kenyataan ini" Ucap Oppa Wiranto


"Hiks hiks hiks hiksss 😭😭😭😭😭😭😭" Rangga terus menangis dan Oppa Wiranto berusaha menenangkan Rangga.


"Sayang bangun sayang, kamu hanya tidur kan sayang?, kamu gak mungkin kan meninggalkan aku, Syakila dan putra kecil kita sayang?" Ucap Sarah sambil membelay wajah Alfian


"Sabar sayanggg" Ucap Mami Elsa sambil mengusap punggung Sarah


"Enggak mih Al itu masih ada didunia ini, Al itu belum meninggal mi, suamiku ini hanya tidur saja" Ucap Sarah.


Semua orang yang menatap kearah Sarah merasa sangat sedih dan benar-benar merasa tidak tega melihat Sarah dan Syakila yang kehilangan sosok Ayah dan suami tercinta.


****