"Take Care Of You"

"Take Care Of You"
Rumah Pohon



Malam hari yang sangat sunyi, gadis remaja yang sudah tertidur tiba-tiba terbangun.


"Waduhhh jam berapa ini" ucap Syakila yang baru saja terbangun dari tidurnya, ia benar-benar sangat panik karena ini bukan didalam kamarnya, melainkan kini ia berada dirumah pohon miliknya yang berada tepat dihalaman belakang rumahnya.


Dilihatnya wajah tampan Rangga yang sedang pulas tertidur, rasa panik dan takutnya seketika berubah ketika ia melihat Rangga yang sangat terlihat tampan.


"Kamu pasti cape banget ya" ucap Syakila dengan sangat pelan dan dijamin tidak akan ada yang bisa mendengar kata-kata yang keluar dari mulutnya.


"Yaampun luka-luka ditangannya ini, hemmm pasti karena kemarin habis nolong Oppa" ucap Syakila dengan sangat lirih


"Kalo lagi tidur manis banget, tapi kalo udah bangun nyebelinnya kebangetan" ucap Syakila yang masih terus menatap Rangga yang tidak bergerak dari posisi tidur nyamannya.


Kini Syakila lagi mengingat-ngingat kenapa ia bisa ada dirumah pohon bersama dengan Rangga.


"Wahhh iya dari tadi sore ketiduran berarti disini, dasar Syakila bodoh" ucap Syakila sambil memijit-mijit kepalanya


"Kayaknya ini udah malem banget deh, mau balik kekamar takut" ucap Syakila yang terus menggaruk kepalanya yang sebenernya sama sekali tidak terasa gatal.


"Berisik banget sii" ucap Rangga namun matanya masih tetap terpejam


"Dihhh siapa yang berisik?" ucap Syakila didalam hatinya "ngigo kali ni orang" ucap Syakila


"Gilaaa ternyata tidur juga dia bisa nyebelin gengs" ucap Syakila


"Ini Bunda gak nyariin gw apa yaaaa" ucap Syakila


"Hih diluar serem banget pastii, wahhhh udah jam 11 malam" ucap Syakila


"Tidur lagi, tidur lagi, tidur lagi deh mending" ucap Syakila berusaha untuk kembali tidur.


1.


2.


3.


4


5.


6.


7.


8.


9.


10.


11.


12.


13.


"Ahhh sial gak bisaaaa" dumel Syakila


"duhhhhhhh berisik banget si" teriak Rangga masih tetap memejamkan matanya


"Ni orang tidur gak si sebenernya" ucap Syakila dengan ekspresi yang sangat heran


"Tidurrr" ucap Rangga masih tetap diposisinya yang tidak bergerak


"Iiiiihhh demi apa ni gw gak salah denger apa yaaaa, apa ada hantu jangan-jangan" ucap Syakila menatap lekat-lekat sekeliling rumah pohonnya



Syakila terus mencoba untuk kembali tidur, ia sudah menghitung angka dari 1-100 dan sudah mengeja huruf A-Z namun dia masih tetap tidak bisa tidur.


"Duhhhh pengen tidur, seremmmmmm" ucap Syakila


"Duhhh lapar" ucap Syakila


"Berisik banget si ni Syakila" ucap Rangga didalam hatinya


Akhirnya Rangga mulai membuka matanya sedikit demi sedikit


"Eh dimana nih" ucap Rangga pura-pura tidak sadar


"Kakkkk Kakkkkkk" panggil Syakila


"Ehhh ada kamu" ucap Rangga


"Kak aku lapar, hayu kita balik kerumah" ucap Syakila


"Ooooh kita ketiduran ya disini" ucap Rangga


"iya kak, udah hampir jam 12 malam ni" ucap Syakila


"Tinggal turun doang Kila, terus tinggal buka pintu belakang rumah kamu, lagiankan dibawah juga banyak penjaga" ucap Rangga


"Tetep aja serem kak udah jam segini" ucap Syakila


"Yaampun Syakila, ini dikampung tau, bukan dikampung" ucap Rangga


"Ya tetep aja serem kak langitnya udah gelap" ucap Syakila


"Aku ngantuk mau tidur disini aja, cape banget ni badanku kemarin gak tidur-tidur" ucap Rangga


"Yahhh kak, anter aku dulu masuk kedalam rumah" rengek Syakila


"Iya-iyaaa, hayuuu aku antar" ucap Rangga


Kini Syakila dan Rangga mulai keluar dari rumah pohon dan mulai menuruni anak tangga.


"Tuhhh kan kak udah sepi banget ini" ucap Rangga sambil memegang tangan Rangga dengan sangat kencang


"Kamu ternyata penakut yaaa" ejekkk Rangga


"Ah bodoamat ah mau diledekin juga, emang aku takut ya mau bagaimana" ucap Syakila


Kini Syakila dan Rangga sudah masuk kedalam rumah, suasana didalam rumah sudah sangat sepi, karena sepertinya semua orang sudah tertidur dengan sangat pulas.


"Yasudah udah sampekan, aku balik lagi ya mau tidur dirumah pohon" ucap Rangga


"Yahhh kak ntar dulu" ucap Syakila mencegah Rangga


"Mau apa Syakila?" udah Rangga


"Temenin makan" ucap Syakila dengan sangat manja sambil tersenyum sangat manis membuat Rangga tidak bisa menolak permintaan Syakila


"Oke-okeee baiklah" ucap Rangga


"Yasudah hayo cari makanan didapur" ucap Syakila


"Ia-ia" jawab Rangga


Kini Syakila mencari makanan yang bisa dimakan didapur rumahnya, namun tidak ada makanan yang bisa dimakan.


"Yahhh kak gak ada apa-apa" ucap Syakila sambil memanyunkan bibirnya


"Itu kan banyak cemilan Kila" Ucap Rangga


"Enggak akan kenyang kak" ucap Syakila


"Yaudah kamu mau aku masakin Mie?" ucap Rangga menawarkan kepada Syakila


"Yasudah kamu duduk situ, aku masakin dulu" ucap Rangga.


Kini Rangga mengambil Mie dan telur untuk ia masak.


"Hihihihiiiii maaf ya kak Rangga udah aku kerjain" ucapnya didalam hati


"Dasar, kalo bukan kamu aku males banget masak tengah malem kayak begini" ucap Rangga didalam hatinya.


Hahahaha si Syakila sepertinya lupa akan kemampuan yang dimiliki oleh Rangga, Rangga bisa mendengar yang dibicaraan oleh Syakila walaupun itu hanya terucap didalam hati Syakila.


Wah enggak enak banget ya reader Rangga benar-benar curang, orang lain tidak bisa membaca fikirannya, tetapi dia bisa baca fikiran orang lain.


Resiko yang dirasakan oleh Rangga ialah ketika banyak orang yang tidak suka kepada dirinya dan juga keluarga yang sangat ia cintai, hatinya terkadang sangat rapuh, apalagi ketika ia diberi penglihatan jika ada kerabat yang akan dicabut nyawanya oleh Tuhan.


"Mau pake cabenya gak?" ucap Rangga


"Mauuu dong" ucap Syakila sambil senyum-senyum


Tiba-tiba ada orang lain yang datang kedapur.


"Ehhh ada Rangga sama Syakila" ucap Dimas


"Om Dimas mau ngapain?" ucap Syakila


"Mau ambil minum, Rangga masak Mie buat siapa?" ucap Dimas


"Buat aku sama Syakila om" ucap Rangga


"Om mau?" Syakila bertanya


"Enggak ah, om cuma mau ngambil minum doang, ini juga mau tidur lagi, ngantuk banget" ucap Om Dimas


"Ooooooh" ucap Syakila


"Abis makan tidur ya, jangan bagadang, tidur dikamar masing-masing" ucap Om Dimas


"Iyaaa Om masa mau tidur 1 kamar" ucap Rangga


"Tau ni Om" ucap Syakila


"Ia jangan, nanti banyak setan, terutama kamu Rangga" ucap Om Dimas


"Lahhh kok aku???" ucap Rangga


"Iyalah setannya banyak dikamu" ucap Om Dimas


Syakila haya tertawa-tertawa


"Santai aja om, aku anak baik-baik" ucap Rangga sambil menuangkan mienya ke mangkok


"Yasudah om percaya sama kamu, Yasudah om kekamar dulu" ucap Om Dimas sambil melangkahkan kaki menuju kamarnya


"Ia Om selamat tidur dan selamat malam" ucap Syakila


"Iaaa" jawab Om Dimas


Kini Dimas mulai menjauh dari penglihatan Rangga dan Syakila.


"Yasudah yukkk mau makan dimana?" ucap Rangga sambil membawa kedua mangkok yang berisi Mie Instan


"Situ aja kak, meja situ" Ucap Syakila


"Oh Oke" jawab Rangga sambil menaru kedua mangkok dimeja.


Kini Syakila dan Rangga mulai memakan Mie Instan yang telah dibuat oleh Rangga


"Makasih ya kak udah buatin Mie untuk aku" ucap Rangga


"ia sama-sama, lain kali kamu ya yang buatin" ucap Rangga


"Aku gak bisa masak hahahahahahaha" ucap Syakila


"Yaampun, belajar lah" ucap Rangga sambil memakan mie instan


"Ia nanti kalo lagi pengen" ucap Syakila


"Bisa nyalain kompor?" tanya Rangga


"Enggak hahahahahhaha" ucap Syakila sambil tertawa


"Oke baiklah aku memaklumi kamu karena masih kelas 1 SMP, tapi aku dari SD sudah bisa loh hanya sekedar untuk masak Mie dan telor" ucap Rangga


"Yaudah bagus jadi nanti kakak kalo ketemu aku selalu masak untukku" ucap Syakila sambil senyum-senyum


"Wah wahhh wahhhh enggak mau" ucap Rangga


"Ia nanti kapan-kapan" ucap Syakila


"Kapan-kapannya kapan?" ucap Rangga


"Ya kapan-kapan aja pokoknya, gak tau kapan kapan kapan nya kapan" ucap Syakila sambil terus memakan mie buatan Rangga


"Kamu mah gitu" ucap Rangga


"Gitu gimana?" ucap Syakila


"Ya gitu gak mau gantian, curang" ucap Rangga


"Iiihhhhh kan aku bilang iya nanti" ucap Syakila


"Ia kapan nantinya?" tanya Rangga


"Nanti kalo aku udah bisa masak !" ucap Syakila


"Kapan bisa masaknya?" Rangga terus saja bertanya kepada Syakila


"Ih hampir 3 tahun gak ketemu, kok kakak jadi bawel si?" ucap Syakila dengan sangat heran


"Biarin ah, bawelnya sama kamu ini" ucap Rangga


"Ih dasar aneh" ucap Rangga


"Wahhh kenyang, Alhamdulillah" ucap Syakila sambil mengelus-elus perutnya


"Bilang apa?" ucap Rangga


"Alhamdulillah" ucap Syakila


"Iya terus bilang apa lagi?" tanya Rangga


"Iya-iya, makasih kakakku" ucap Syakila sambil memberikan senyuman termanisnya


"Anak pintar, yasudah sana masuk kamar" ucap Rangga


"Okeee dadahhh, selamat malam" ucap Syakila sambil melangkahkan kakinya menuju kamarnya


"Dahh selamat malam juga" ucap Rangga sambil senyum-senyum


"Lucu banget si dia" ucap Rangga sambil senyum-senyum sendiri


Setelah Rangga memastikan Syakila masuk kedalam kamarnya, kini Rangga kembali kerumah pohon untuk melanjutkan tidurnya yang sempat terganggu oleh adik manisnya.


****