"Take Care Of You"

"Take Care Of You"
Cemas



Syakila yang sedang tidur mengigau sejadi-jadinya, teriakan Syakila sangat kencang sehingga Rangga terbangun dari mimpi indahnya, Rangga langsung menyadarkan dirinya, dan mulai beranjak dari tempat tidurnya, Rangga langsung menatap Syakila yang masih terus-terusan mengigau.


"Adikkkkkkk jangan Pergi jangan tinggalkan kakak Adikkkkk Adikkkk, kau jangan tinggalkan kakak, kasian Bunda tolonggggggg, Tolong jangan bawa adik kuuuu" Teriak Syakila tanpa sadar.


"Kila Bangun, Kil bangun" Rangga yang berusaha membangunkan Syakila.


Rangga terus berusaha untuk menyadarkan Syakila dan akhirnya Syakila berusaha membukakan matanya sedikit demi sedikit, Syakila merasa syok, ia merasa mimpi itu benar-benar terasa sangat nyata, keringatnya mulai membasahi tubuh Syakila padahal kamar Rangga Ac nya sangat dingin, Rangga benar-benar merasa kebingungan, seketika Syakila menatap Rangga, Rangga menerawang jauh jika akan terjadi hal buruk pada adik dalam kandungan Bunda Sarah, Rangga tak kuasa ikut meneteskan air matanya dan langsung dihapus oleh Rangga agar Syakila tidak melihat Rangga meneteskan air mata, bisa-bisa Syakila akan merasa semakin khawatir, Rangga berusaha menenangkan Syakila yang menangis


"Kamu kenapa Kila, apa kamu mimpi buruk?"


Tanya Rangga dengan sangat polos


"Iya" jawab Syakila sambil menangis, Syakila tidak bisa menghentikan tangisannya, sesekali Syakila mengelap air matanya dengan menggunakan jari mungilnya, tetap saja air mata Syakila terus bercucuran, walaupun itu hanya mimpi tapi semua itu benar-benar terasa sangat menakutkan bagi Syakila.


"Kamu mimpi apa?" Tanya Rangga sambil mengusap air mata Syakila


"Aku mimpi adikku dibawa sama seseorang memakai pakaian putih, dan bunda jadi gila" ucap Syakila sambil terus menangis.


Rangga langsung memeluk Syakila dan berusaha menenangkan Syakila.


"Sudah ya kamu tidak usah menangis, kita hidup dan bernyawa itu semua hanya titipan dari Allah, kita doakan Bundamu baik-baik saja, Bundamu kan juga ada disini" ucap Rangga.


"Tapi aku melihat bunda jadi gila hiks hikss dan adik kecil meninggalkan kami 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭"


"Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa" Syakila semakin menangis sejadi-jadinya, Rangga semakin bingung harus menenangkannya dengan cara apa, ya tentu cara satu-satunya ialah menemui sang Bunda dan memastikan bunda Sarah baik-baik saja.


Syakila langsung berlari menuju kamar yang ditempati Bunda dan Ayah, Syakila harus memastikan Bunda dan adik dalam kandungan Bunda baik-baik saja, Rangga mengikuti Syakila.


****


"Ayah ada apa dengan Bunda, Oppa Bunda kenapa?" tanya syakila sambil menatap Pak Wiranto dan Alfian yang sedang Panik, Alfian tidak bisa menjawab pertanyaan Putrinya. Alfian langsung memeluk dan menggendong Putrinya.


"Kenapa Ayah kok Ayah diluar kamar tidak temani Bunda didalam?"


"Bunda lagi bobo nak" jawab Alfian sambil mengelus-elus rambut putri cantiknya.


"Hayu ayah kita lihat Bunda" bujuk Syakila semakin merasa penasaran


"Bunda lagi ada yang temenin sayang didalam kita tunggu disini ya" jawab sang ayah.


Raut Muka Alfian begitu sangat cemas, fikirannya buyar, jantungnya memomba sangat kencang, Alfian memiliki firasat yang sangat buruk akan terjadi, tidak hanya Alfian kecemasan itu sangat dirasakan oleh Syakila, Rangga dan juga Pak Wiranto.


Apa yang akan terjadi?


Semua hanya menunggu dan berdoa menunggu hasil terbaik dari dokter yang sedang menangani Sarah Winata yang tengah terbaring lemas tidak sadarkan diri diruangan rawat milik keluarga Wiranto Evron.