
Kini rumah Alfian Dirgantara telah dipadati oleh kerabat-kerabat dekat untuk memberikan bela sungkawa atas kepergian Alfian Dirgantara.
"Sayang aku tidak tega melihat Syakila dan Anggara masih kecil sayang" Ucap Elena sambil menggenggam tangan suaminya
"Aku juga tidak tega sayang, kita harus selalu support mereka ya sayang" Pram sambil mencium tangan Elena
"Ia sayang Ayah Syakila dan Anggara banyak" Ucap Elena sambil tersenyum
"Ia itu kamu tau" Ucap Pram
"Yasudah sayang sana kamu temani Sarah ya, aku akan mengecek pemandian jenazah Al" Ucap Pram
"Ia sayang" jawab Elena setuju atas permintaan suaminya.
Kini Elena berjalan kearah kamar Sarah untuk menemani Sarah dan ternyata telah ada Clara, Amel dan Tania didalam kamar Sarah, kini mereka semua berusaha membuat Sarah tetap tegar atas kepergian Alfian.
Suasana pemandian jenazah Alfian benar-benar dibuat panik karena jasad Alfian telah dicuri oleh seseorang, sungguh malang sekali nasib Alfian Dirgantara tak henti-henti dirinya dirundung oleh tragedi yang begitu memilukan sampai kini yang tersisa hanya jasadnyapun dicuri oleh seseorang.
Pram yang baru saja sampai diarea pemandian jenazah Alfian benar-benar merasa panik karena jasad Alfian tidak ada, semua yang berada ditempat jenazah Alfian tampak kena semprot oleh Pram atas kelalayan mereka
"Kok bisaaaa jasad Alfian diculik?" Ucapnya dengan nada yang sangat tinggi membuat semua orang yang berada diluar ruangan masuk kedalam ruangan pemandian jenazah
"Kemana Al?" tanya Tara ia benar-benar merasa panik karena jasad Al tidak ada
"Entahlah tar lo tanya saja langsung pada mereka !" jawab Pram sambil menunjuk kearah orang-orang yang bertugas memandikan jasad Alfian Dirgantara
"Kenapa muka kalian bonyok?" Tanya Tara karena melihat wajah yang berada dipemandian jenazah Alfian terlihat babak belur
"Tadi kami dipukuli oleh 3 orang yang benar-benar kuat Mas" Jawab seseorang berusaha menjelaskan
"Akhhhh cepat-cepat hayu kuta cari semua, mereka pasti masih disekitar rumah ini" Ucap Pram memerintahkan kepada semuanya
Kini mereka sibuk mencari keberadaan penculik jasad Alfian Dirgantara, Pram merasa sangat khawatir karena mengingat para sandraannya jasadnya pernah habis dimakan oleh macan, harimau dan buaya, ia takut terjadi hal yang buruk pada jasad Alfian.
Papi Erdo dan Pak Wiranto benar-benar dibuat syok oleh kabar yang diberitakan Pram dan Tara, mereka berdua benar-benar tidak menyangka hal seperti ini bisa terjadi
"Sudah hayuu kita bantu cari" saut Pak Wiranto membujuk semuanya untuk mencari Alfian
Suasana dirumah mulai gaduh karena telah terjadi keributan, mereka semua mulai membicarakan jasad Alfian yang diculik dari pemandian jenazah sehingga membuat orang-orang yang memandikan jasad Alfian babak belur.
Karena kegaduhan yang terjadi semakin parah kini para wanita yang berada didalam kamar keluar untuk memastikan apa yang terjadi diluar sana?
"Ada apa ini?" Ucap Mami Elsa benar-benar merasa panik dan penasaran mengenai kegaduhan yang ia lihat
"a a a a daaa Maaa ling nyonya" Ucap Titin dengan nada intonasi yang sangat gelagapan menjawab pertanyaan nyonya besar
"Maling apa tin?" Tanya Mami Elsa benar-benar dibuat penasaran sambil menggoyangkan badan Tintin untuk segera berbicara
"Maaa maaaa linggg aaaanuuuuu" Ucap Titin sangat terbata-bata Titin benar-benar sangat panik
"Anuuuu anuuu yang jelas tin kau ini kenapa si?, tidak seperti biasaya, cepat ngomong yang jelas atau kau akan saya pecat" Ucap Mami Elsa mengancam dengan nada yang sangat tinggi karena ia benar-benar kesal terhadap titin
"Maaf nyonya Tuan Alfian yang dicukik !" Ucap titin dengan sangat tegas dan ia langsung merindukan kepalanya kelantai
"jasad Alfian diculik?????, kauuu lihat mata saya Titinnnnnn" Ucap Mami Elsa benar-benar dengan nada tinggi
"Ia nyonya jasad tuan diculik ketika hendak dumandikan" Jawab Titin sambil menatap mata majikannya
Mami Elsa langsung berlalu dan mencari keberadaan Pram dan yang lainnya.
Sementara ternyata diujung sudut terlihat Sarah, Tania, Amel, Clara dan Elena yang dari jauh ternyata mendengar percakapan Titin dan Elsa.
Sudah pasti mereka semua syok terutama Sarah kini air matanya mulai membanjiri pipi mulusnya.
"Kenapa sampai jasad suamiku diculikkk tehh" Ucap Sarah sambil terus menangis dipundak Teh Amel
Kini teh Amel benar-benar bingung harus berkata apa begitupun dengan yang lainnya mereka tidak ingin salah ucap sehingga membuat Sarah semakin terluka.
****