
1 tahun telah berlalu kini suasana dikediaman Alfian Dirgantara telah ramai karena telah diselenggarakan pesta Syukuran 40 harian putranya.
Pram datang bersama dengan Elena dan juga putra kecilnya. Clara dan Tara datang dengan dede bayik yang masih dalam kandungan Clara, tak mau kalah Dimas dan Tania datang membawa putranya yang masih bayik.
Usia anak Elena, Tania dan Sarah tidak beda jauh bisa saja kelak mereka satu angkatan sekolahnya dan bisa jadi anak dalam kandungan Clarapun akan seangkatan karena kandungan Clara sudah masuk 9 bulan.
"Bundaaaaa" Ucap Syakila sambil membuka pintu kamar Bunda
"Ia sayang ada apa?" Tanya Sarah
"Tidak bunda aku hanya ingin melihat Anggara Bunda" Ucap Syakila sambil berjalan menuju Anggara
"Tante Tania dan yang lainnya sudah pada datang ya kak?" Tanya Sarah
"Sudah Bunda" Jawab Syakila sambi menoel-noel pipi adiknya
"Ayah ada dimana kak?" Tanya Sarah
"Ayah lagi sama Oma, Om Tante dan yang lainnya dibawah" Jawab Syakila
Tok Tok Tok
Sarah membukakan pintu kamar
"Ranggaaaaaaa" ucap Sarah
"Ia tante, hallo" Rangga sambil mencium tangan tante Sarah
"Yaampun nak kamu datang sama Oppamu?" Tanya tante Sarah
"Ia tante" Jawab Rangga
"Ihhh kamu makin ganteng saja sihhhh, gemezzzzzzz tante sama kamu" Ucap Sarah sambil mencubit pipi Rangga
"Hehehehhe makasih tante, oia tante ini aku bawa hadiah untuk Anggara" Ucap Rangga sambil memberikan kado untuk Anggara kepada tante Sarah
"Wahhh terimakasih ganteng" Ucap Sarah
"Manaaaaa untukku kak??" Teriak Syakila
"Kamu kan gak ulang tahun, ngapain aku ngasih kado ke kamu?" Teriak Rangga
"Yaampun kak sudah satu tahun kita tidak ketemu, ih kak Rangga langsung melupakanku, padahal Anggara juga gak ulang tahun tapi dikasih kado" Ucap Syakila
"Heheheheh kalian ini baru juga ketemu mulai deh, sudah-sudah tidak usah bertengkar, hayuuu kita turun kebawah yu" Bujuk Sarah kepada Syakila dan Rangga sambil Sarah menggendong Anggara
"Hayu tante, ihhh dedenya ganteng banget" Ucap Rangga
"Iaa kakak Rangga juga ganteng banget, aku iri sama kakak Rangga" Ucap Sarah sambil menirukan suara bayik
"Hehehe uluhhh-uluhhh"
Kini mereka berempat turun kebawah kedatangan Sarah dan Baby Anggara disambut meriah oleh para pengunjung dan mereka semua memberikan selamat kepada Sarah dan Alfian atas kelahiran putra ketiganya karena anak kedua Sarah dan Alfian mengalami keguguran ketika di Bandung.
Acara demi acara mulai berjalan dan tidak terasa acara 40 harian baby Anggara telah selesai, kini para pengunjung menikmati jamuan yang telah disediakan dihalaman rumah Alfian Dirgantara.
"Heyyy juga om Dimas, aku mau main dong sama Devaro" Ucap Sarah sambil menirukan suara bayik
"Bolehhh dong hehehehe" Jawab Dimas
"Ihhhh Anggara tampan sekali" Ucap Pram
"Reza juga tampan" Ucap Sarah
Kini mereka terus melanjutkan obrolannya.
Alfian nampak bersama dengan kolega-kolega bisnisnya tiba-tiba ada salah seorang yang datang dan langsung menusuk perut Alfian dengan menggunakan pisau yang tajam.
Kejadian ini membuat semua orang yang menyaksikan benar-benar sangat terkejut orang tersebut langsung dibekap oleh Pram dan yang lainnya.
Alfian benar-benar mengeluarkan darah yang sangat banyak Sarah tak henti-henti ia menangis dengan sekencang-kencangnya melihat suaminya kini yang sudah tidak berdaya.
"Sayangggggg bertahannnnnnnnnn" Ucap Sarah sambil memeluk tubuh Alfian yang kini sudah terbaring, tak henti-henti Sarah membelai pipi suaminya
"Saaaa yaaa nggg toooo longggg jaaa gaaa anaaak-anaaakkk" Ucap terakhir Alfian dan Alfian langsung memejamkan matanya
Sarah, Mami Elsa dan Syakila mereka langsung menangis sekencang-kencangnya melihat kondisi Alfian tak hanya mereka bertiga seluruh sahabat Alfian, Pak Wiranto, Papi Erdo merasakan sesak yang teramat dalam.
Benar-benar situasi yang tidak pernah teduga akan terjadi hal yang seperti ini diacara 40 harian yang diselenggarakan dikediamannya sendiri.
Semua tamu undangan sudah diminta pulang oleh Papi Erdo karena situasi ini benar-benar sangat tidak memungkinkan untuk melanjutkan acara.
Para kerabat yang datang benar-benar dibuat merinding oleh perlakuan seseorang yang terang-terangan menusuk Alfian ditempat umum yang benar-benar ramai.
Ambulan telah datang kerumah Alfian kini Alfian langsung dibawa kerumah sakit untuk mendapatkan pertolongan, semua sangat berharap agar Alfian dapat diselamatkan.
Sarah tak kuasa dirinya sangat lemas atas kejadian yang dialami oleh suaminya. Sarah tak kuasa iapun pingsan.
Syakila berada dalam lindungan Pak Wiranto dan Rangga mereka berusaha menenangkan Syakila.
Dedek bayik dititipkan kepada Baby sister dan juga Clara yang memantai menunggu dirumah Alfian. Sam dan Dimas ikut bersama polisi untuk memberikan laporan sebagai saksi.
"Naaaaaa bertahanlah Sayang" Ucap Mami Elsa sambil mengusap-ngusap kepala putranya.
"Ya Allah cobaan apa lagi ini" Teriak Papi Erdo
"Sarah bangun nakkk" Ucap Mami Elsa kepada Sarah
Sarah, Elsa, Erdo ikut didalam mobil Ambulan, Alfian Dirgantara telah mengeluarkan banyak darah.
Pristawa yang benar-benar sangat mengerikan sungguh mustahil untuk Alfian bisa bertahan hidup.
Akankah Sarah bisa menjalani cobaan ini?
Kita doakan yang terbaik ya reader
****