"Take Care Of You"

"Take Care Of You"
Pertemuan Tak Terduga



"Wahhhh-wahhhh bener-bener si Rangga gak bisa ditebak" Ucap Brayen sambil menggeleng-gelengkan kepalanya


Syakila dan Rangga masih menampilkan tarian yang benar-benar membuat semua orang yang melihatnya tampak terpukau terhadap mereka berdua.


"Sejak kapan si Rangga bisa nari Bray?" Tanya Martin sambil sorot matanya terus merekam Rangga dan Syakila


"Entahlah bahkan gw pun tidak mengetahui kelebihan rangga yang itu!" Jawab Brayen sangat heran kepada sahabatnya itu


"Ehhh cewek-cewek banyak yang cabut dari aula gara-gara liat si Rangga sama cewek itu diatas panggung hihihi" Ucap Martin cengengesan


"Hahahahaha yasudahlah biarkan saja" Jawab Brayen sambil ikut tertawa dan terus memperhatikan adiknya bersama dengan sahabatnya diatas panggung


Kini Rangga dan Syakila telah selesai performance seluruh pengunjung memberikan tepuk tangan yang sangat meriah, Syakila dan Rangga merasa sangat bahagia karena penampilan mereka diterima dengan baik oleh peserta yang hadir.


"Kamu hutang penjelasan sama aku" Ucap Rangga sambil menatap kedua bola mata Syakila dengan sangat tajam


Kini Rangga dan Syakila berada diruangan Make Up


"hutang penjelasan apa?" Tanya Syakila kebungungan


"Ya iya dong, kok kamu ke Bandung gak bilang-bilang sama aku?" Tanya Rangga kepada Syakila


"Hehehehehe ya aku takut kakak sibuk makanya aku gak ngontek kakak" Jawab Syakila sambil memakan cemilan yang sudah disediakan untuknya


"Sesibuk apapun pasti akanku jumpai kamu kalo kamu datang ke Bandung" Ucap Rangga sambil mencubit hidung Syakila dengan cubitan yang lumayan kencang.


"auuuuu sakit kak" ringisan Syakila kesakitan sambil memegang hidungnya yang kini sudah terlihat lumayan merah.


"Awas aja yaaa kalo kamu gak ngabarin kakakmu ini kalo kamu ke Bandung" Tegas Rangga sambil menatap kedua mata Syakila dengan intens


"Heeeeeee'emmmm" Ucap Syakila sambil mengangguk


"Kok kakak ada disini?" Tanya Syakila dengan sangat penasaran


"Aku sekolah disini Syakilaaaaa Anantahsya Dirgantara" Jawab Rangga


"Ooooooooooh gitu" Jawab Syakila


"Heyyyyy Syakilaaaaaaaaa" Teriakkkk Brayen yang baru saja muncul diruang Make Up


"Hallooooooo kak" Jawab Syakila dengan sangat antusias sangat bahagia


Brayen dan Syakila langsung berpelukan melepas rasa kangen, seketika membuat Rangga sangat geram.


"Kok Brayen dipeluk dan aku tidakkkk????" Ucap Rangga


"Hehehehehe kakak mau ikut pelukan juga?" Tanya Syakila sambil nyengir-nyengir, Brayen hanya tertawa melihat kekonyolan sahabatnya Rangga.


"Gakkkkkkkkkk" Jawab Rangga.


"Kamuuu apa kabar Kilaaa?" Tanya Brayen sambil memandang lekat-lekat adit cantiknya


"Kabarku baik kak, kabar kakak gimana?" Ucap Syakila sambil terus memandang lekat kearah Brayen


"Kabarku juga baik Kila" Jawab Brayen sambil tersenyum


"Kamu lapar enggak Syakila?" Tanya Rangga mengalihkan fokus pandangan Syakila kearah Brayen


"Ia ni aku lapar" Jawab Syakila sambil memegang perutnya dan menatap Rangga


"Hayooooo" Rangga langsung menarik tangan Syakila


"Bentar kak, aku izin dulu sama guruku" Ucap Syakila berusaha menghentikan langkahnya


"Okeee baiklah aku temenin" Jawab Rangga sambil menggandeng tangan Syakila, Kini Rangga dan Syakila berjalan mencari Miss Dilla, Brayen ikut bersama dengan Rangga dan juga Syakila


"Heyyyy akuuuu ikutttt" Teriak Brayen langsung berlari kearah Syakila dan Rangga


Sesampainya dikantin seluruh mata para wanita menatap sinis kearah Syakila, Syakila sebenarnya merasa sangat tidak nyaman.


"Kakkkkk" Ucap Syakila dengan sangat bisik-bisik kepada Brayen dan Rangga


"Apa?" Tanya Rangga dan Brayen dengan kompak


"Kok aku merasa seluruh perempuan seperti menatapku dengan sangat sinis ya?, aku punya salah apa sama mereka?" Tanya Syakila sangat penasaran karena kini dirinya menjadi takut


Tiba-tiba Martin ikut nimrung bersama dengan Syakila, Rangga dan Brayen


"Ya jelas saja mereka tidak suka sama kamu, karena kamu terlalu cantikkk dan sangat diperhatikan oleh kedua cwok tampan disekolah ini heheheheh" Jawab Martin langsung ikut duduk dimeja yang telah dipesan oleh Rangga.


"Elah nyamber aja lu kaleng rombeng" Ucap Brayen


"Ooooh gitu pantas saja" Ucap Syakila sambil menganggung paham


"Ehhh kenalin dong nama ku Martin" Martin menyodorkan tangan kanannya kepada Syakila sambil memberikan senyuman termanisnya


"Syakila" Jawab Syakila dengan berjabatan tangan sambil memberikan senyuman manisnya


"Ngapain si lo kesini Martiiiinnnnn?" Teriak Rangga sambil memegang menu makanan


"Yeee tempat umum ini broooo" Jawab Martin


"Yakan masih banyak meja lain" Ucap Rangga


"yaelah ngga, biasanya juga gw bareng sama lu dan juga Brayen gak jadi masalah" Tegas Martin


"sudah-sudah" Ucap Syakila melerai Rangga dan Martin


"Tau ni Rangga kalo udah ketemu sama Martin ya begini hehehehhe" Ucap Brayen


"Nihhh Syakila kamu mau pesan apa?" Tanya Rangga


Kini mereka berempat memesan menu makanan yang mereka inginkan, setelah makanannya tiba dimeja makan mereka semua makan bareng-bareng.


"Beruntung banget si cewek itu bisa deket-deket sama idola gw" Ucap perempuan 1


"Cowok gw ituuu" Timpa perempuan 2 sangat ketus


"Hemmmmmm Rangga dan Brayen kenapa gak aku aja si yang kalian perhatiin" Ucap perempuan 3 sambil mengaduk-ngaduk spagetinya dengan sangat kasar karena dirinya merasa sangat kesal.


"ehhhh ngga sejak kapan lo pandai menari?" Tanya martin sambil memakan nasi goreng


"Kepo" Jawab singkat Rangga sambil meminum minumannya.


"Kak Rangga" Ucap Syakila dengan sangat sinis


"Apa Syakila, kamu mau apa?" Jawab Rangga dengan sangat lembut


"Hemmmm giliran aja Syakila dijawabnya lembut banget" ejekkk Brayen


"Kak Rangga tu gak boleh ketus sama orang kak" Ujar Syakila memberikan saran


"Ia maaf Syakila" Jawab Rangga


"Gak boleh diulangin kak" Pinta Syakila


"Siaaapppp adikku" Jawab Rangga sambil memberikan senyuman tertampannya.


Brayen dan Martin hanya senyum-senyum menyimak pembicaraan Rangga dan Syakila.


Setelah semua selesai makan, kini Syakila kembali untuk menemui Miss Dila karena harus segera pulang ke Jakarta. Syakila memberikan salam perpisahan kepada ketiga teman laki-lakinya, Rasanya Rangga sangat berat untuk melepas kepergian Syakila namun apadaya, semoga dilain waktu mereka bisa berjumpa lagi.


****