"Take Care Of You"

"Take Care Of You"
Berdua??



Rasanya sudah lama sekali Syakila dan Rangga tidak menghabiskan waktu berdua, terakhir berjumpa 2 tahun yang lalu saat Syakila diundang keacara Pensi disekolah Rangga, waktu itu begitu banyak anak perempuan yang tidak suka kepada Syakila.


"Handphone kakak kemana?" ucap Syakila


"Ada" jawab Rangga


"Adaaaa????, tapi kenapa selama ini tidak angkat telfonku?" ucap Syakila dengan sangat kesal


"Ngambekkkkk ni ceritanya????" ucap Rangga sambil senyum-senyum


"Enggak tuh, ngapain juga harus ngambek" jawab Syakila


"Halah bilang aja aku kangen gituuu" ledekkk Rangga


"Ih siapa juga yang kangen, malessss bangetttt" ucap Syakila sambil membuang mukanya


"Nambah cantik deh kalo lagi ngambek" Rangga sambil tak henti-henti memandangi wajah Syakila yang lagi ngambek


"Dasar orang aneh, giliran gw lagi marah dibilang cantik, tadi gw baru kelar mandi dibilang kusut, dasar cowok aneh" ucap Syakila didalam hatinya


"Udah gak usah dimanyun-manyunin gitu ah bibirnya, mau aku cium?" ucap Rangga sambil senyum-senyum


"Ih dasar cowok sinting" ucap Syakila


"Hahahahaha lucu banget si pipi kamu merah" ucap Rangga sambil tak henti-henti mentertawakan muka Syakila yang kini sudah seperti kepiting rebus.


"Duhhh sialan ni ka Rangga" ucap Syakila didalam hatinya.


"Kamu gak bisa jauh-jauh ya dari aku?" ucap Rangga dengan sangat percaya diri sambil tak henti-henti ia senyum-senyum sendiri


"Astagaaa kak pede amat si" ucap Syakila


"Eh lain kali kalo mau kekamar mandi bawa anduk, gimana siii, udah gede juga masih aja kaya anak kecil" ledek Rangga


"Astagfirullah hal'azim kak Rangga, reseeeeee bangetttt siii, ihhhhh nyebelin" Syakila ngedumel didalam hatinya dengan tatapan mata yang sangat kesal kepada kakaknya itu


"Udah si sama aku ini, gak usah malu-malu gitu" ucap Rangga sambil senyum-senyum dan memainkan ponselnya yang sudah lama tidak ia gunakan.


"Padahal gw tadi udah hampir lupa akan kejadian itu, dasar Rangga sialan" ucap Syakila didalam hatinya.


"Katanya kangen, tapi aku udah disini kamu diem aja" ucap Rangga


"Kakak tu kok makin gede tingkat kepedeannya makin menjadi-jadi sih" ucap Syakila


"Lahhh emang benerkan kamu kangen???" ucap Rangga


"So tau" jawab Syakila dengan sangat menggemaskan menurut Rangga


"Nih liat nih baca chat dari Brayen katanya kamu kangen sama aku" ucap Rangga sambil menunjukan isi chat dari Brayen


"Sialan kak Brayen" ucap Syakila masih didalam hatinya sambil kedua tangannya kini telah dikepal, rasanya ingin sekali sekarang ia meninju Brayen yang mulutnya benar-benar lemes.


"Otak kamu kayaknya keseleo deh kak" ucap Syakila


"Lahhh enggak tuh" ucap Rangga


"Harus diurut deh kayaknya urat saraf kak Rangga" ucap Syakila


"Otak kamu tuh harus dicuci, keluar dari kamar mandi kok gak pake anduk" ucap Rangga yang sangat kesal


"Coba tadi kalo ada cwok yang liat, ih bener-bener kamu tuh yahhh" ucap Rangga


"Kan kak Rangga cowok, kok kak Rangga yang marah, harusnya aku dong yang marah, karena posisinya aku yang merasa dirugikan" ucap Syakila dengan sangat kesal


"Ya kan aku kakakmu, kalo cowok lain gimana?" ucap Rangga


"Au ah gak usah bahas itu" ucap Syakila


"Sekolah kak sekolahhhh" ucap Syakila dengan penuh penekanan


"Aku banyak bolos juga tetep rangking 1" ucap Rangga dengan santainya


"Sombong amat" jawab Syakila


"Biarin emang pinter beneran" jawab Rangga


"Astaga ini cucunya oppa Wiranto kenapa jadi nyebelin gini si" ucap Syakila


"Nyebelin atau ngangenin hayooooo???" Rangga masih saja meledek Syakila


"Kak Rangga aku cape ah" ucap Syakila


"Yaudah sini cape mah gandengan sini sama aku" ucap Ranggar


"Astaga kak Rangga, emangnya mau nyebrang" ucap Syakila


"Kehalaman belakang yuuu, katanya kamu punya rumah pohon" ucap Rangga mengalihkan pembicaraan


"Emang kakak gak cape?, kakak belum istirahat loh" ucap Syakila


"Ia nanti istirahatnya dirumah pohon" ucap Rangga


"Hayuuuu" ucap Syakila sambil melangkahkan kakinya menuju tempat yang diinginkan oleh Rangga.


"Cepet banget si jalannya, pelan-pelan aja jalannya, nanti kamu jatuh" ucap Rangga dengan sangat khawatir.


"Iya-iya" ucap Syakila.


Tidak terasa pertemanan mereka diawali dari insiden kotoran kucing kurang lebih 10 tahun yang lalu, dulu mereka masih sangat kecil dan menggemaskan sekarang mereka sudah tumbuh menjadi anak remaja, Syakila ataupun Rangga keduanya mempunyai banyak fans disekolah masing-masing.


****