
Suasana di Villa yang disewa oleh keluarga besar Alfian Dirgantara penuh dengan ketegangan menunggu kedatangan Alfian dan yang lainnya untuk menyelamatkan Syakila dan Rangga.
"Miiii bagaimana Kila miiiiii" Ucap Sarah sambil air matanya tak henti-henti bercucuran memikirkan Syakila
"Kita doakan yaaa naaa, semoga Al dan yang lainnya bisa menolong Syakila dan Rangga" Jawab Mami Elsa dengan hati yang sangat gelisah menunggu kedatangan Syakila.
Tidak hanya Mami Elsa dan Sarah yang terlihat khawatir ada Elena, Clara, Tania dan Amel yang tak kalah khawatir menunggu semuanya kembali dengan selamat.
"Assalamualaikum" Ucap Alfian sambil menggendong Syakila
"Waalaikumsalam" Ucap Sarah dan yang lainnya
"Bundaaaaaaaaaaaaaa" Teriak Syakila langsung meminta untuk Ayahnya menurunkannya dan Syakila langsung berlari memeluk bundanya.
"Sayaaaang, naaa kamu tidak apa-apa?, Tidak ada yang terluka naaaaaaa?" Ucap Sarah sambil memastikan keadaan anaknya
"Tidak bunda, Syakila baik-baik saja" Ucap Syakila
"Alhamdulillah naaa" Ucap Sarah sambil tersenyum dan kembali memeluk Syakila.
"Alhamdulillah semuanya selamat, hayuuu kita duduk-dudukkkk jangan pada berdiri" Ucap Mami Elsa
Kini semua duduk diruangan pertengahan Villa yang sangat besar sambil menikmati minuman dan makanan yang telah dihidangkan.
"Bagaimana ceritanya kok tadi Syakila bisa diculik ngga?" Tanya tante Tania
"Ia tante tadi kami bertiga bermain dipantai gak jauh dari villa ini ya Bray" Jawab Rangga
"Ia tanteee tiba-tiba saja Syakila menghilang" Ucap Brayen
"Tadi tiba-tiba mulut kila ada yang bekap bundaaa, Syakila berusaha buat manggil kak Rangga dan Kak Brayen tapi gak bisa" Ucap Syakila
"Masyaallah naaa" Ucap Sarah sambil tak henti-henti mencium pucuk kepala Syakila yang saat ini sedang duduk dipangkuannya.
"Kenapa kalian tidak langsung beritahu om?" Tanya Alfian kepada Rangga dan Brayen
"Tapi itu berbahayaaaa, kau dan Brayen masuk kemarkas penculik, kauuu tauuu?" Ucap Pak Wiranto
"Ia naaaak itu bisa membahayakan diri kalian" Ucap Mami Elsa sambil menatap mata Rangga dan Brayen
"Maaf Oma Elsa" Jawabbb Rangga yang terus menundukan kepalanya
"Sudahhh-sudahhhhlahhh yang penting kini mereka bertiga baik-baik saja" Ucap Papi Erdo
"Bagaimana kamu bisa membuat keempat penjahat itu kabur ketakutan?" Tanya Dimas
"Enggak tau om mungkin mereka melihat setan" Ucap Rangga
"Tadi itu seluruh bendaa diruangan berterbangan di udara ooom, semuanya itu melayang, mejaaaa terus kursi-kursi tua itu melayang sendiri" Ucap Syakila menceritakan apa yang ia lihat
"Kokkkkk bisaaaaaa??????????" Ucap Clara sambil geleng-geleng tidak menyangka hal seperti itu benar-benar nyata tidak seperti di film-film
"Yaaa mana aku tau, yaaa karena itu aku dan kak Rangga selamat" Ucap Syakila
"Omaaa berterimakasih sekali yaaaa nak, kau sudah menolong cucukuuuu" Ucap Mami Elsa
"Sama-sama Omma" Jawab Rangga
Semua telah menutup permasalahan penculikan Syakila kini mereka telah bersiap-siap untuk kembali pulang kerumah masing-masing dan menjalankan rutinitas seperti sediakala.
Liburan telah berakhir saatnya bekerja dan kembali sekolah.
Kini Alfian memperketat penjagaan terutama untuk menjaga Syakila dan Sarah.
Alfian menambahkan beberapa pengawal yang ahli untuk menjaga istri dan anaknya.
Sarah dan Syakila hanya pasrah atas keputusan yang telah dibuat oleh Alfian Dirgantara.
****