"Take Care Of You"

"Take Care Of You"
Kabar Duka



Perasaan yang sangat tidak enak tiba-tiba menyelimuti hati bapak yang berada dalam sel tahanan berjeruji besi disalah satu negara yang jauh dari Indonesia.


Hatinya merasakan ada kekhawatiran yang amat mendalam, rasa sedih ini lebih sesak ia rasakan ketimbang ia harus menekam dalam tahanan pria yang sangat keji selama hampir 7 tahun, namun bapak ini tidak mengetahui hal buruk apa yang terjadi sehingga membuat hatinya amat terasa sangat menyiksa.


Memory kebahagiaan seketika terlintas dibenaknya mengingat kebahagiaan bapak bersama dengan keluarganya yang amat sangat bahagia ketika menyaksikan putra semata wayangnya telah mempersunting wanita yang sangat cantik dan kebahagiaan itu bertambah ketika cucu pertamanya lahir kedunia.


Betapa Pak Surya sangat merindukan keluarganya yang sudah lama tidak ia jumpai karena ia terjebak diperangkap pria yang sangat keji dan tidak mempunyai perasaan untuk menyiksa bapak Surya.


Dusudut lain tampak wajah berseri terukir dibibirnya sambil terus membaca kabar mengenai pengusaha muda yang telah tewas karena ditusuk oleh orang yang tidak dikenal.


Pria ini merasa benar-benar bahagia atas wafatnya Alfian Dirgantara tanpa tangannya harus membunuh Alfian kini Alfian telah dikabrkan tewas.


"Hahahahaha akhirnya kau mati juga Alfian Dirgantara" pria ini terus tertawa bahagia didalam ruangannya dan kini ia mulai melangkahkan kaki menuju ruangan bawah tanah untuk sekedar menyapa bapak yang telah 7 tahun ia sekap diruang bawah tanah markas miliknya.


"Hallo bapak tua kau apa kabar?" Sapanya kepada Pak Surya


Pak Surya hanya menatap lekat-lekat orang yang sudah berani mengurungnya disel tahanan yang benar-benar sangat tidak layak.


"Kau tidak menjawab sapaanku ini bapak tua?" Pria itu terus bertanya sambil terus mengukir senyuman dibibirnya


"Oke baiklah kalau kau tidak mau menjawab sapaanku ini, aku tidak akan marah untuk hari ini, hari ini aku akan membiarkanmu bebas" Pria itu terus mengoceh sendiri sambil tersenyum


"Kau tidak penasaran mengapa aku merasa sangat bahagia bapak tua?" Tanyanya kepada bapak Surya yang kini masih menatap dirinya dengan penuh keanehan atas perlakuan pria brengsek yang telah mengurung Pak Surya


"Wahhhh nampaknya kau saat ini sudah tidak bisa berbicara ya?"


"Hemmmm hemmm hemmm baiklah bapak tua karena kau tidak bisa berbicara maka aku akan berbaik hati kepadamu agar aku menceritakan kebahagiaanku ini bapak tua" Ucapnya terus mengoceh sendiri karena Pak Surya tidak menjawab ocehan dirinya


Kini orang yang telah menyekap Pak Surya ia mengeluarkan handphonenya dan menyetel salah satu berita di youtube dengan sangat kencang mengenai berita tewasnya Alfian Dirgantara.


Deg Deg Deggg Deggg Degggg


"Katakan semua itu bohong" Teriak Pak Surya merasa tidak percaya atas apa yang telah ia dengar mengenai kabar putra semata wayangnya


"Itu benar bapak tua, bukan saya loh pak yang melakukannya, kau tau kan saya ada disini bersamamu whahahahahahhaa" Jawab pria ini sambil terus mondar mandir dan tertawa didepan sel Pak Surya


"Kau bohong" Ucap Pak Surya sambil terus mengguncang-guncang sel tahanan


"baiklah karena saya baik hatiiiii kepada bapak saya akan menunjukan foto anak bapak ketika insiden penusukan itu" ia sambil memperlihatkan sebuah foto kepada Pak Surya dengan sangat senang hati tanpa sebuah beban.


Pak Surya benar-benar merasa seperti dirinya tersambar petir yang langsung membuat dirinya mematung tidak bisa berbuat apa-apa.


"Sudah kau istirahatlah bapak tua, kau harus berterimakasih karena hari ini aku sudah menunjukan wajah anakmu yang selama inu sudah tak kau lihat hahahahahhaha" Pria itu langsung bergegas menjauh dari sel tahanan Pak Surya dengan sangat bahagia


"Berengsekkkkkkkkkkkkkkkk kauuuuuuuuu" Teriak Pak Surya


Pak Surya benar-benar merasa sangat hancur ia sangat sedih karena tidak bisa berada diantara keluarganya yang saat ini pasti tengah merasa sedih atas kepergian Alfian begitupun dengan Pak Surya ia benar-benar tidak kuasa dirinya benar-benar lemah dan terus menangis meratapi nasip yang tidak bisa berada dekat dengan keluarga tercinta.


Hatinya merasa telah teriris-iris oleh pisau telah lama ia tidak melihat wajah Alfian dan tidak pernah mendengar kabar tentang dirinya, dihari ini ia langsung mendengar kabar duka dan melihat Alfian yang tengah lemah dengan perut yang sudah dibanjiri oleh darah.


"Al, kenapa kau pergi lebih duluan naaaa??


Ya Allah kenapa bukan aku saja?????


Aku sudah sering bilang aku sangat ikhlas asal kau jangan beri cobaan yang berat pada keluargaku" Pak Surya benar-benar merasa kecewa terhadap takdir yang telah digariskan oleh tuhan untuk dirinya.


Tak henti-henti Pak Surya benar-benar terus memikirkan keluarga kecilnya, ia benar-benar sedih atas kepergian Alfian dan tanpa disadari kesedihan yang ia rasakan ternyata membuat Pak Surya terjatuh dan tersungkur ke lantai, kini Pak Surya pingsan.


Takdir yang begitu kejam membuat Pak Surya merasa benar-benar rapuh, rasa untuk bertahan hidup semakin hilang, tidak ada yang menolong Pak Surya yang kini tengah pingsan.


****