
Pagi hari disalah satu sekolah elit yang berada di Bandung terlihat Rangga sedang bermain bola footsal dilapangan sekolah bersama dengan teman sekelasnya.
Begitu banyak orang yang memperhatikan Rangga.
Kini seisi sekolah mengetahui bahwa Rangga bukan dari kalangan keluarga yang biasa saja, Rangga memiliki Kakek yang sangat kaya raya dan sangat terkenal di Bandung.
Rian dan kawan-kawan sudah tidak mencari masalah dengan Rangga.
Sasya gadis cantik yang ditolong oleh Rangga dirinya sangat mengagumi sosok Rangga.
"Ganteng banget dia" gumam Sasya didalam lubuk hatinya
Rangga tidak menghiraukan orang-orang yang memperhatikan dirinya, ia hanya sibuk bermain bersama dengan teman sekelasnya.
"Pak Tanto semenjak kejadian insiden Rangga sudah tidak ada anak-anak lagi yang mencari masalah?" Tanya Bu Kepala kepada Pak Tanto selaku kepala keamanan sekolah
"Alhamdulillah tidak ada bu" Jawab Pak Tanto
"Alhamdulillah bagus, terus awasi dengan baik ya pak, jika ada sesuatu yang mencurigakan tolong segera beri tahu saya !" Perintah Bu Kepala
"Baik Bu"
****
Terlihat disebuah ruangan kelas Rian bersama dengan ketiga temannya sedang duduk diatas meja
"Bete ni" Ucap Rian
"Ah masih kapok ah gw" Ucap Jonatan
"Yaelah Jooo Jooooo payah banget si, asal kita jangan cari masalah sama si anak bocah itu, tapi lihat saja dia, suatu saat akan gw balas" Ucap Rian penuh dengan keyakinan
"Uang jajan gw dikurangin ni" Ucap Albart
"Lu fikir gw enggak??" Ucap Aldi yang sama nasibnya uang jajannya dikurangi 50% oleh orang tuanya.
"Slow gengsss gw bayarin kalian mau beli apa si" Ucap Rian
"Bener niiii bos???" Tanya Aldi meyakinkan kembali perkataan Rian
"Iyaaa" Jawab Rian
"Ih manteppp ni geng bos kita ini" Ucap Aldi sambil bersorak dan tepuk tangan.
"Sudah yuuuuk kita kelapangan kita lawan si Rangga tuh main footsal" Pinta Rian kepada seluruh teman-temannya
"Siapppppp" Semua teman-teman Rian keluar dari kelasnya, mereka berjalan menuju lapangan untuk bergabung bersama Rangga dan kawan-kawan Rangga untuk bertanding main footsal
Kini teman-teman Rangga dan teman-teman Rian bertanding main footsal dan disaksikan oleh seluruh kelas yang kini sedang jam istirahat sekolah
****
Kini Alfian, Sarah dan yang lainnya telah tiba
Tara telah kembali bekerja disalah satu rumah sakit di Jakarta dan ia bertemu kembali dengan kekasihnya Clara.
"Hay Clara" Ucap Tara
"Hay"
"Sudah jam istirahat makan siang ni keluar sebentar yu kita makan bareng" Bujuk Tara ia sangat berharap Clara menerima ajakan Tara.
"Baiklah cuma kita cari makan sekitaran rumah sakit saja ya" Ucap Clara
"Siap cantik" Ucap Tara dengan penuh semangat
Kini Clara dan Tara berjalan menuju parkiran mobil milik Tara.
Tara dengan sigap memasangkan Seatbelt Clara degup jantung Clara benar-benar dibuat dag dig dug tak karuan.
Merek berdua baru menjalin hubungan 1 bulan yang lalu, kedua orangtua Tara sangat setuju dan sangat mendukung Tara dan Clara agar secepatnya menikah menyusul Alfian.
"Kamu sudah siap berangkat Clar" Ucap Tara
"Siap dong" Clara menjawab sambil memberikan senyum termanisnya
Tara mulai menancap gas dan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang normal sepanjang perjalanan Tara berusaha agar ia tidak merasa canggung bersama dengan orang yang sangat ia cintai.
Kini sampailah Tara dan Clara disalah satu lestoran masakan Jepang. Tara dan Clara memesan Sushi untuk menu makan siang hari ini.
Kini Pesanan Tara dan Clara sudah datang dan waktunya untuk menyantap
"Selamat makan Clar"
"Slamat makan juga Tar"
Tara dan Clara menikmati menu makan siang hari ini sambil mengobrol bersama.
"Kalo misal tiba-tiba ada yang mengajak kamu menikah bagaimana Clar?" Ucap Tara
"Siapa?" jawab Clara
'Ya siapa gitu, kalo tiba-tiba ada cowok lain yang ngajak kamu nikah bagaimana?"
"Ya aku gak mau lah Tar, aku kan sudah punya kamu" jawab Clara
"Berarti kalo aku yang ngajak kamu mau dong hehehehehehe" Ucap Tara sambil cengengesan dan terus menatap Clara
"Ya kalo kamunya serius sama aku kenapa tidak" Sontak Clara langsung menjawab pertanyaan kekasihnya.
Tara semakin dibuat tidak sabar untuk mengajak Clara menikah namun niatnya diurungkan karena Tara ingin memberikan yang spesial ketika mengajak Clara menikah.
****