"Take Care Of You"

"Take Care Of You"
Mulai Belajar Bisnis



"Ngga kau sudah pelajari rangkuman yang oppa kasih?" Tanya Oppa Wiranto


"Sudah Oppa" Jawab Rangga sambil mengunyah ciki yang ia pegang


"Bagus, Oppa ingin kau mulai bisnis daring yaaa ngga, belajar mulai dari sekarang" Ujar Pak Wiranto


"Oh okee Rangga mau memasarkan busana anak yang baru dikelola oleh Oppa di desa Cililin" Ucap Rangga


"Okee ide Bagus" Jawab Oppa Wiranto


"Oke nanti malam Rangga mulai bikin akun sosial media untuk bisnis awal Rangga dan besok Rangga akan berkunjung kesana minta anter mang Asep untuk mengambil semple2 busana yang sudah jadi untuk di foto" Ucap Rangga yang masih saja mengunyah ciki


"Okee semoga semuanya lancar ya" Ucap Oppa Wiranto


"Aamiin"


"Oia jangan lupa buat laporannya" Ucap Oppa Wiranto


"Okeee" Jawab Rangga setuju


Kini Rangga telah duduk dibangku kelas 7 Sekolah Menengah Pertama dan kini ia masih satu sekolah bersama dengan Brayen disalah satu sekolah elit di Bandung, sementara Syakila kini masih duduk dibangku Sekolah dasar kelas 5, kini Sarah Winata telah mahir dalam menjalankan bisnis yang ia kelola sebagai pemimpin MOST GROUP.


Sarah dan Syakila tampak sudah terbisa menjalani kehidupannya tanpa kehadiran Alfian Dirgantara yang tak lain ialah almarhum suami yang sampai saat ini masih sangat dicintai oleh Sarah Winata dan juga Syakila Ananthasya Dirgantara.


"Bundaaaaa" teriak anak usia 3 tahun berjalan menuju kearah bundanya sambil memegang mobil-mobilan miliknya


"Apa sayang?" Jawab Bunda kepada putranya


"Bundaaa hayooo jalan-jalan Anggara mau ke pelmaket mau beli tusuuuu" Ucap Anggara membujuk Bunda Sarah


"Anggara mau apa nak?, mau jajan yaaaa???" Tanya Bunda sambil senyum-senyum dan mengelus lembut kepala putranya


"Ia Bunda" Ucap polos Anggara


Tanpa menjawab Anggara langsung berjalan menuju kamar kakaknya dan langsung mengajak Kak Syakila untuk ikut bersamanya dan juga bunda.


"Apaaa de?" Tanya Syakila yang masih sibuk belajar


"Ayooo kak kita ke pelmakett beli es klimmm" Bujuk Anggara


"Emang sudah bilang ke Bunda?" Tanya Syakila


"Ia udah bilang, aku kakak dan bunda belangkat balenggg" Jawab Anggara sambil menarik-narik tangan kakaknya


"Ia bentar-bentar yaaa kakak ambil sweater dulu" Ujar Syakila membuka lemari besar miliknya


"Buluaaaaan kak" Pinta Anggara merasa dirinya sangat tidak sabar untuk cepat-cepat sampai di supermarket


"Okey yuuuk" Jawab Syakila sambil menuntun tangan adiknya untuk pergi ketempat bundanya berada.


"Sudahhh siappp?" Tanya Bunda kepada Syakila dan Anggara yang kini sudah kumpul diruang depan pintu utama rumah mereka


"Sudah Bunda" Jawab Syakila


"Tudah Bunda" Jawab Anggara


"Berangkat" Ucap Sarah Winata sambil menuntun Syakila dan Anggara untuk masuk kedalam mobil mewah pemberian Alfian pada saat Sarah selesai sidang.


Kini Sarah menyetir sendiri tanpa seorang yang mengawal aktifitas mereka bertiga, semenjak insiden penusukan suami Sarah tidak ada teror-teror yang mengganggu ketenangan Sarah dan keluarga kecilnya.


jasad Alfian Dirgantara tidak berhasil ditemukan begitupun dengan pelaku penculikan dan pelaku penusukan yang sebenarnya karena sudah dipastikan oleh pihak yang berwajib pelaku penusukan saat diacara rumah almarhum Alfian hanyalah suruhan yang pada saat itu pelaku penusukan sudah memiliki gangguan kejiwaan karena banyak minum obat yang sangat keras sehingga membuat otak pelaku penusukan Alfian tidak dapat mengingat pelaku-pelaku yang sesungguhnya begitu juga dengan dirinya sendiri.


****