
Kini Meja yang telah dipesan oleh keluarga Alfian penuh dengan hidangan makanan mewah
"Mari akan" Ucap Alfian
"Hayuuu ayah aku sangat tidak sabar sekali ingin memakannya" Ucap Syakila
"Jangan lupa baca doa" Sarah mengingatkan untuk baca doa terlebih dahulu.
Kini Alfian, Sarah dan Syakila sedang menikmati makan bersama dengan suasana pemandangan yang sangat indah.
Disudut lain Wiranto Evron dan juga Rangga Evron sudah berada didalam mobil hendak kembali pulang ke Bandung.
"Ehhh tunggu dulu Sep" ucap Pak Wiranto
"Iya Bapak aya naon?"
"Wah tunggu sakedap nya, handphone ketinggalan didalam" Ucap Pak Wiranto sambil menepuk jidaknya
"Duhhh si Tuan aya-aya waee"
"Faktor umur jigana Sep, Rangga tunggu disini dulu yaaa"
"Iya Oppa"
Pak Wiranto kembali memasukin lestoran itu dan langkah demi langkah sudah ia lewati tak disangka ada seseorang yang memanggil Pak Wiranto..
Hayoooo tebak siapa yang manggil?
"Pak Wiranto" Panggil salah satu pelayan lestoran tersebut bernama Wisnu
"Iya ada apa?"
"Pak Handphone Bapak tertinggal"
"Iya terimakasih banyak ya Mas"
"Iya Pak sama-sama sudah tugas kami untuk mengamankan segalanya"
"Wahhh bagus-bagus saya suka cara kerja lestoran ini
"Baiklah ini untuk kamu" Pak Wiranto memberikan uang kepada Wisnu sebagai ucapan terimakasih
"Tidak perlu pak saya tulus" Wisnu menolak pemberian dari Pak Wiranto.
dan Pak Wiranto tetap memaksa memasukan uang tersebut disaku kemeja Wisnu.
"Sudah terima saja itu sudah menjadi rezeki kamu"
"Iya Pak terimakasih banyak
"
"Yasudah saya pamit ya"
Kini Pak Wiranto berjalan semakin menjauh dari pelayan lestoran yang bernama Wisnu dan Pak Wiranto kini telah sampai diparkiran mobil.
Kini keluarga Wiranto bergegas untuk kembali Pulang ke Bandung.
"Ahhh kenapa si Oppa gak mampir kerumah Om Alfian" fikiran dalam batin Rangga, Wajah rangga merengut malas
"Tau gitu tadi tidak usah ikut Oppa deh ke Jakarta, sudahlah lebih baik aku tidur saja" Ucap Rangga dalam batinnya.
Pak Wiranto tampak memperhatikan cucu semata wayangnya.
Disudut Lain, kembali didalam ruangan leatoran mewah
"Aku kenyang dan aku ngantuk Bunda" Rengek manja Syakila, tanda bahwa Syakila sudah ingin pulang dan berbaring dikasur empuknya.
"Iya sayang sebentar lagi kita pulang ya" Ucap Sarah sambil mengelus-ngelus pucuk kepala Syakila
"Pelayan" Teriak Alfian
"Ia Tuan" Pelayan tersebut langsung melangkahkan kaki kearah Alfian
"Berapa totalnya?"
"25 Juta tuan"
Alfian langsung mengeluarkan kartu ATMnya dan diberikan kepada pelayan tersebut. Setengah proses pembayaran Alfian beranjak dari tempat duduknya dan menggendong Syakila menuju Parkiran.
Kini Alfian, Sarah dan juga Syakila diperjalanan menuju rumahnya. Syakila tidur didalam dekapan sang Bunda. Tiba-tiba terdengar suara handphone Alfianpun mengangkat panggilan tersebut
"Tuan maaf mengganggu" Ucap Salah satu Pelayan keamanan dirumah Alfian bernama Edo
"Iya do"
"Ada tamu dirumah Tuan"
"Siapa?"
"Saya tidak tahu Tuan, beliau tidak memberitahukan namanya dan saya tidak membiarkan orang tersebut masuk karena tidak diberikan identitas tamu"
"Baiklah kau urus saja dulu, saya sebentar lagi sampai rumah"
Alfianpun mematikan telfon Edo
"Ada apa sayang?"
"Edo bilang ada tamu, cuma orang itu tidak memberikan identitasnya
"Wah siapa ya?" Ucap sarah penuh dengan tanda tanya.
"Sebentar lagi kita akan tau sayang siapa tamunya, kamu tetap hati-hatilah"
"Iya sayang"
Alfian selalu berhati-hati karena begitu banyak orang yang hendak mencelakai dirinya dan juga keluarganya, wajar saja jika semua penjagaan sangat ketat.
Kini mobil mewah Alfian telah sampai didepan gerbang yang sangat mewah terlihat Mobil mewah ber plat D terparkir didepan gerbang kediaman Alfian
"Sebentar ya sayang aku turun dulu, kamu tunnggulah dulu dimobil"
Alfian langsung menghampiri pemilik mobil mewah ber plat D.