
Keadaan Surya Dirgantara benar-benar semakin mengkhawatirkan, masih berada ditempat yang sama didalam jeruji besi tanpa alas dan sangat kotor, sungguh benar-benar ruangan yang sangat menjijikan dan tercium aroma yang sangat tidak sedap diarea penjara.
Tuhan masih menginginkan Surya Dirgantara tetap bertahan hidup beliau benar-benar sudah pasrah akan keadaan, kini ia ikhlas menjalani masa tuanya jika harus terkurung ditempat yang sangat menjijikan, ia hanya berharap Tuhan akan menggugurkan segara dosanya jika ia benar-benar iklas akan cobaan yang diberikan Tuhan terhadapnya.
Kini kasus penyekapan Surya Dirgantara mulai tercium oleh beberapa orang terdekat bapak Surya semoga akan ada titik terang agar bapak Surya Dirgantara bisa merasakan udara bebas kembali serta beliau bisa berkumpul dengan keluarganya dan menikmati masa tua dengan bahagia.
Mami Elsa kini masih tinggal di Belanda, ia benar-benar mulai jarang untuk pulang ke Indonesia terkadang Sarah, Syakila dan juga Anggara datang berkunjung menjenguk oma tercinta.
Bayangkan 12 tahun hidup didalam jeruji besi yang sangat tidak layak, sungguh seseorang yang benar-benar biadab yang tega mengurung kakek didalam penjara.
"Mami..... mami apa kabar mi????
Mami harus baik-baik saja ya mih, Papi juga disini baik-baik saja.
Miiiiiii Papi sangat kangen sama Mami..
Sekarang cucu kita pasti sudah besar ya mi????
Papi harap kalian baik-baik saja yaaa" Ucap Pak Surya dengan suasana hati yang sangat tenang dan tak lupa ia tersenyum karena beliau telah pasrah menerima takdirnya.
Sekarang kita intip Mami Elsa yang berada jauh di Negeri Belanda ia merasa tidak kesepian karena begitu banyak asisten rumah tangga yang bekerja dirumahnya, semua asisten rumah tangga telah dianggap seperti keluarga oleh beliau.
Walaupun kini usia mami Elsa sudah mendekati usia 60 tahun namun dirinya masih tetap mengelola bisnisnya di Belanda, sungguh keturunan Mami Elsa benar-benar memiliki jiwa yang sangat gigih dalam bekerja, terkadang semua itu dilakukan untuk mengisi waktu agar tidak terbuang sia-sia dan menjadi terpuruk karena mengingat peristiwa suami dan juga anak semata wayangnya.
Seluruh aset Mami Elsa akan diturunkan kepada Syakila dan Anggara, mami Elsa berharap kelak Syakila dan Anggara dapat meneruskan bisnisnya, Mami Elsa kini hanya berharap keluarga kecilnya selalu bahagia serta berkecukupan dalam segala hal.
Mami Elsa kini sedang melakukan Vidio Call bersama dengan Syakila, Anggara dan bunda Sarah.
"Omaaa kapan ke Jakarta?" tanya Anggara dengan sangat antusias
"Omaa belum bisa kesana sayang, kamu kesini lah liburan sekolah yaaaahhh" Pinta Oma Elsa
"Bundaaa liburan sekolah nanti ke Oma yaaaa???" Ucap Anggara sambil melirik bundanya
"Insyaallah mih nanti kita kesana yaaa mih" Ucap Sarah
"Ia mamih tunggu loh, mana cucuku Syakila?" Ucap Oma Elsa
"Hayyyy Omaaaaa, Kila kangen banget sama oma" Ucappp Syakila
"Omaaa juga kangen banget sama cucu oma yang paling tercantik" Ucap Oma Elsa
"Oma kangen gak sama aku?" Tanya Anggara
"Emmmmmmm" Wajah oma tampak sedang memikir "emmm kangennn gak yaaaa???" Ucap Oma Elsa
Syakila dan Sarah hanya mentertawakan Anggara yang mulai ngambek
"Enggak usah kangen sama dia oma" Teriak Syakila hahahahhaha
"Ahhhh omaaaa masa gak kangenn sama akuuu si oma" Ucap Anggara sambil memonyongkan bibir lucunya
"Hehehehe oma sangat kangen sekali sama Anggara, kamu itu cucu oma yang paling terganteng" Ucap Oma Elsa
"Beneran dong gantengkuuuu" Ucap Oma Elsa
"Syakila bagaimana disekolah baik-baik saja?" Tanya oma Elsa
"Baik Omaa" Jawab Syakila yang tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya
"Awas aja jika ada yang berani-beraninya ganggu cucu cantik omaa" Ucap Oma Elsa
"Hehehehe enggak kok omaa, semuanya baik banget sama Syakila Omaaa" Ucap Syakila meyakinkan Oma Elsa
"Syukurlah Yasudah kalian semua baik-baik ya disanaaaa, omaaa tunggu loh kalian di rumah oma" Ucap Oma Elsa
"Iaaa Mih nanti kita kesana yaaa miii, kalo mami mau kesini besok juga gak apa-apa loh mi hihihi" Ucap Sarah
"Ah kalian saja lah yaaa, mamih benar-benar lagi tidak bisa ke Indonesia, mami sangat kangen sama kalian" Ucap Oma Elsa
"Ia Mih, nanti Sarah atur jadwal ya mi biar bisa secepatnya ke sana jumpai mami" Ucap Sarah meyakinkan ibu mertuanya
"Ia sayang, Yasudah yaa mami tutup dulu telfonnya, Omaaa Tunggu yaaa Syakilaaaa, Anggaraaaa" ucap oma Elsa
"Siapppp omaaaaaaa" Jawab Anggara dan Syakila dengan sangat kompak
"Dadahhhhhh Asalamualaikum" Ucap Oma Elsa
"Waalaikumsalam" Jawab Syakila, Sarah dan juga Anggara sambil melambaikan tangannya seraya menyimbolkan salam perpisahan
Kini panggilan Vidio Call telah berakhir Oma Elsa tampak sudah siap untuk tidur dikasur empuknya untuk merehatkan dirinya sementara Syakila, Sarah dan juga Anggara nampak melanjutkan obrolan sambil memakan aneka cemilan yang tersedia diruangan keluarga rumah mereka.
"Bundaaaa" Ucappp Anggara dengan memasang muka melasnya
"Apa sayang?" tanya Bunda Sarah
"Temen-temen disekolah banyak yang cerita soal ayah mereka Bundaaa hemmmmmm" Ucap Anggara dengan mata yang menatap kearah lantai tidak sanggup untuk menatap kudua bola mata bundanya
"Anggara gak boleh sedih, Ayah kamu itu lebih hebat daripada ayah mereka" Ucap Syakila
"Iya sayang jangan sedih yaaa, kan kakak dan bunda sering menceritakan sosok ayahmu" Ucap Bunda Sarah
"Iya Bundaaa, Anggara hanya ingin main sama Ayah" Ucap Anggara
"Doain Ayah disurga ya sayang, kamu jadi anak yang sholeh, jadi anak yang baik biar kita bisa berkumpul nanti disurga" Ucap Bunda dengan penuh kelembutan
"Ia bundaaa" Ucap Anggara sambil memeluk tubuh bundanya
Bunda Sarah mendekap Anggara dengan sangat erat sambil tak henti-henti ia menciumi pucuk kepala Anggara, Syakila langsung berlari memeluk Bunda dan juga Anggara.
Dalam lubuk hati Syakila ia merasakan kesedihan yang sangat luar biasa, sungguh dirinya amat sangat merindukan ayahnya, sosok ayah yang selalu senantiasa membuat dirinya diposisi nyaman, menjaganya dengan sangat baik, ayah yang selalu menyayanginya..
Syakila Ananthasya Dirgantara selalu berusaha menutupi kesedihannya jika sedang bersama dengan bunda dan juga adiknya, ia selalu berusaha menjadi anak pertama yang tegar, walaupun kini usianya masih jalan 13 tahun Syakila sangat menjaga perasaan bunda dan adiknya.
****