"Take Care Of You"

"Take Care Of You"
Temu Kangen



Detik ini terjadi keharuan dikediaman Sarah Winata, sesuatu hal yang sangat tidak disangka-sangka Alhamdulillah setelah luka Allah mengirimkan kebahagiaan yang tiada tara, kembalinya Surya Dirgantara membuat seisi rumah Sarah sangat bahagia.


Sarah tak kuasa langsung memeluk ayah mertuanya, sudah lama sekali ia sangat merindukan ayah mertuanya.


"Ya Allah, Alhamdulillah, Alhamdulillah, Subhanallah" ucap Sarah tak henti-henti ia merasa bersyukur karena kini Pak Surya bisa kembali


"Iaaa nakk Alhamdulillah Papi bisa ada disini" ucap Papi Surya


"Duduk-duduk semuanya" ucap Sarah


Tania, Clara dan juga Elena langsung mencium tangan suaminya.


"Mboooo, bii tolong siapkan minum" ucap Sarah


Kini seluruh asisten rumah tangga sibuk menyakan minuman dan beberapa cemilan. Sementara kini diruang keluarga nampak sedang asik mengobrol.


"Kenapa halaman sama ruangan depan sampai hancur begitu?" ucap Pram


"Kamu gak tau ya, dari pagi tadi rumah ini udah diserbu sama masa, entahlah masa dari mana" ucap Elena


"Tapi kalian semua baik-baik saja kan?" ucap Pram dengan sangat cemas


"Alhamdulillah baik-baik saja" jawab Elena


Kini Pram, Dimas dan Tara memperkenalkan istri-istrinya kepada Papi Surya.


"om, ini kenalin istri Dimas" ucap Dimas


"Hallo om perkenalkan nama saya Tania" ucap Tania sambil berjabat tangan dengan Pak Surya.


"Hallo, wah cantiknya istri Dimas ini, kok kanu mau sama Dimas?" ucap Pak Surya sambil senyum-senyum


"Cinta om hehehehe" jawab Tania


Semua orang tertawa mendengar jawaban Tania, Dimas langsung mencium kening Tania dihadapan semua orang, membuat seisi ruangan menjadi semakin ramai.


"Kalo istri Tara mana?" ucap Pak Surya


"Ini Om istri Tara" Ucap Tara


"Hallo Om, saya Clara" ucap Clara sambil berjabat tangan dengan om Surya


"Hallo, wah cantik-cantik sekali ini istri anak-anak om" ucap Pak Surya


"Iya dong om biar betah" saut Dimas


Semua yang mendengar hanya tertawa-tawa.


"Pasti profesinya sama ya dengan Tara?" ucap Pak Surya


"Hehehe iya Om, Alhamdulillah kita sudah bikin rumah sakit sendiri" ucap Clara


"Wahhh Alhamdulillah" ucap Pak Surya


"Om, kenalin ni istri Pra" ucap Pram


"Hallo cantik, siapa namanya?" ucap Pak Surya


"Nama saya Elena om" ucap Elena sambil berjabat tangan


"Salam kenal ya dari saya Surya Dirgantara" ucap Pak Surya


"Iaa Om" ucap Elena, Tania dan juga Clara


"Amel tidak ada disini Sam?" ucap Pak Surya


"Amel di Bandung Om" ucap Sam menjawab pertanyaan ayah dari Alfian


"Istrimu dimana Zal?" ucap Pak Surya


"istri saya di Korea om" ucap Rizal


"Pih, Papi mau rebahan?" ucap Sarah dengan penuh kelembutan


"Nanti saja, Papi masih mau kumpul sama kalian, rasanya sudah lama sekali papi tidak merasakan kebahagiaan seperti ini" ucap Pak Surya dengan sangat lirih membuat semua yang mendengar merasa sedih.


"Ehhh anak-anak mana ini" ucap Sarah


"Iya mana Syakila?" ucap Pak Surya


"Biar aku saja tante yang panggil Syakila dan yang lainnya" ucap Rangga


"Oooh iya boleh ngga" ucap Sarah


Kini Rangga berjalan menuju keberadaan Syakila, Anggara dan juga yang lain


Suasana dikamar Syakila mulai kacau atas kegaduhan yang dibuat oleh Anggara, Riko, Reza dan Devaro, kini mereka berempat sedang memerankan aktingnya.


"Kakkkkkk Syakilaaaaa, Kakkkk Syakilaaaaaaa" Teriak Anggara, Riko, Reza dan Devaro sangat panik


"Kakkk Syakila cepetan keluar kak, kita harus cari perlindungan" ucap Devaro


"Ia kak cepetan kakkkk" ucap Reza


Pranngggggg Pranggg Pranggggg


Anggara membanting-bantingkan kaleng agar terlihat lebih rame lagi.


"Kak buruan keluar kak rumah kita didatangi musuh lagi kak, kakkk cepetannnn kakkkkkkk mereka sudah mulai masuk kerumah kita kak, hayuuu kita cepet-cepet keluar lewat belakang kakkkkkk" teriak Anggara dengan sangat panikkk mamainkan perannya


"Devvvv tunggguuuuuuuuuu Dev, tungguin aku, aku gak mau mati" teriak Reza sangat panik sambil menangis


Syakila yang mendengar langsung bangkit dari bath up kamar mandi, yang tadinya dia lagi merefleksikan dirinya seketika dia nampak kebingungan.


"Haduhhh gimana ini" teriak Syakila sangat kebingungan dan mencari handuknya


"Astagaaaa gak ada andukkkk" ucap Syakila dengan sangat panik


"Kakkkkk buruannnnnn aku duluannn yaaa kakkkkk" teriak Anggara


Prang Prang Prang Pranggggg


Anggara dan yang lainnya terus membuat kegaduhan, dan berlari dengan menekankan langkah kaki agar terkesan mereka pergi meninggalkan Syakila sendirian.


"Anggara tungguin kakak" teriakkkk Syakila didalam kamar mandi.


"Devaroooooo, Rezaaaaa, Rikoooooo tungguuuuu akuuuuuu" teriak Syakila langsung membuka pintu kamarnya


"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa" Teriak Syakila langsung duduk jongkok menutup ******** dan gunung kembarnya menggunakan kedua telapak tangannya.


"Balikkkk badan buruannnn" teriak Syakila memerintah kepada Rangga


"Baik-baik" ucap Rangga dan langsung membalikan badannya.


Syakila langsung mengambil handuk dan langsung menutupi tubuhnya.


"Kak ini beneran ada orang jahat yang menerobos masuk kerumah?" ucap Syakila dengan sangat panik


Sontak Rangga ingin menjawab sambil membalikan badannya


"Hehhh jangan balik badan" Teriak Syakila


"Baik-baik, tidak ada Syakila, hanya saja oppa kandungmu baru saja tiba" ucap Rangga menjelaskan


"Oppa Surya?" ucap Syakila


"He'emmmm" jawab Rangga


"Yasudah kakak keluar sana, aku ingin pakai baju dulu" ucap Syakila


"Baik-baik" jawab Rangga dan langsung melangkahkan kakinya keluar dari kamar.


Anggara dan yang lain tidak kuat menahan tawa karena berhasil membuat kakaknya panik, kini Anggara, Devaro, Reza dan Riko telah bergabung diruang keluarga.


Oppa Surya sangat senang melihat cucu laki-lakinya yang sangat tampan, kini keadaan diruangan keluarga semakin ramai karena ada Anggara dan yang lainnya.


Sementara didepan kamar Syakila Rangga benar-benar syok atas kejadian beberapa menit yang lalu, rasanya ia ingin tertawa tapi tidak bisa.


"Yaampun Syakilaaaa, baru aja ketemu udah ada ajaaaa kejadian yang seperti ini" ucap Rangga sambil menggeleng-gelengkan kepalanya


"Dasar bocahhh semberaul" ucap Rangga


"Coba aja kalo orang lain yang masuk, bener-bener tu bocah" Rangga benar-benar ngedumel mengingat kejadian barusan


Kini Syakila sudah menggunakan pakaian dengan sangat lengkap dan ia langsung keluar dari kamarnya.


"Yaampun Kak Rangga bikin kaget aja" ucap Syakila


"Kamuuu tuh kalo masuk kedalam kamar mandi bawa andukkkk" ucap Rangga sambil mencubit hidung Syakila


"Awwwww kakak ni dateng-dateng udah rese aja" ucap Syakila sambil menatap sinis kearah Rangga


"Makin jelek aja si kamu" ucap Rangga


"Sembarangannnnn" saut Syakila


"Kalo kamu rindu sama aku gak usah jadi kucel kayak gini dong Syakila" ucap Rangga


"Ih kakak tu Percaya diri banget sih" ucap Syakila


Syakila langsung berlari kedalam kamarnya dan menutup pintu kamar dengan sangat kencang, membuat Rangga benar-benar kaget.


Didalam kamar Syakila langsung berdiri tepat dicermin hiasnya.


"Masaaa si gw kucel" ucap Syakila sambil terus menatap dengan sangat intens dirinya dicermin


"Ah serius emang gw jelekan yaaaa?" ucap Syakila sangat panik karena baru kali ini dia dibilang jelek.


Dibalik pintu kamar Syakila Rangga yang menyadari dengan telepatinya ia tak kuat menahan tawa atas prilaku Syakila yang sangat menggemaskan.


Tot tok tokkkkkkkkk


"Apaaa sihhhh" teriak Syakila


"Hayu buruan keluar udah ditunggu sama yang lain, kamu harus sujud tuh mohon ampunan sama kakekmu" ucap Rangga


"Emang aku punya salah apa" ucap Syakila


Syakila langsung merapihkan dirinya dan sedikit memoles dirinya agar terlihat lebih cantik, setelah dirasa cukup ia membuka pintu kamarnya kembali dan ternyata masih ada Rangga yang masih setia menunggu Syakila.


"Hayuuu turun" bujuk Rangga


"Iyaa" ucap Syakila


Kini Rangga dan Syakila menuruni tangga dan langsung berjalan menuju ruangan keluarga yang sudah ada Pak Surya, bunda Sarah, Anggara, Pak Wiranto, Rizal dan yang lainnya.


Kehadiran Syakila sangat disambut baik oleh kakek kandungnya Surya Dirgantara


"Cucukuuuuu" ucap Pak Surya sambil terus tersenyum


"Oppaaaaaaaa" teriakkkkkk Syakila yang langsung berlari dan memeluk Oppanya


"Oppa kemana ajaaa???, Oppa apa kabar?" ucap Syakila


"Kabar Oppa baik sayang, Alhamdulillah om-om kamu dan Rangga telah menolong Oppa" ucap Pak Surya


"syukur Alhamdulillah Oppa" ucap Syakila sambil tak henti-henti ia terus memeluk tubuh Oppa Surya.


Lalu setelah itu Syakila mulai menyalami Oppa Wiranto


"Oppa" ucap Syakila sambil mencium pucuk tangan Oppa Wiranto


"Ia cantik" jawab Oppa Wiranto sambil mengelus pucuk kepala Syakila


"Oppa kemana aja?, kok jarang main ke Jakarta?" ucap Syakila


"Oppa banyak kerjaan cantik, maafkan Oppa ya" ucap Pak Wiranto


"Iya Oppa" jawab Syakila


Syakila menyalami semua om-om nya.


Kini waktunya makan bersama karena makanan yang telah dipesan telah sampai dan langsung dihidangkan, akhirnya mereka melakukan parasmaman untuk makan bersama.


"Hehhhh kaliannnnn" ucap Syakila dengan sangat sinis menatap keempat bocah yang super jahil


"apaaa????" ucap Anggara


"Awasss, akan ku balas kalian" ucap Syakila


Rangga yang menyadari Syakila sedang memarahi adik-adiknya tak kuasa ia selalu tersenyum melihat Syakila yang sedang marah membuat Rangga semakin gemas kepada adik cantiknya itu.


Sekarang tinggal menunggu kedatangan Mami Elsa dan juga Papi Erdo yang masih diperjalanan menuju Jakarta.


****