
"Bagaimana kondisinya?"
"Kondisinya masih koma bos, dia mengeluarkan banyak darah"
"Bagus, bagaimana orang suruhanmu?
"Otak sarafnya pasti kini sudah putus bos karena pengaruh obat yang saya kasih dan diotaknya hanya tertanam untuk membunuh Alfian"
"Bagus kau pantau terus"
"Baik bos"
"Sudah saya transfer bayaranmu"
"Terimakasih bos"
Tut tut tut tut tut suara telfon Bos dan Bawahannyapun telah terputus, tentunya dia adalah orang yang sangat membenci Alfian Dirgantara dan dia yang sangat ingin Alfian Dirgantara mati dari dunia ini.
Alfian masih muda tapi begitu banyak orang yang tidak suka terhadapnya, lika-liku yang dialami oleh keluarga Alfian begitu banyak, rasanya sulit untuk hidupnya merasa damai dan tentram tanpa sebuah teror.
Seluruh media kini ramai oleh berita Alfian Dirgantara si pengusaha muda pemilik MOST GROUP ditusuk oleh orang yang tidak dikenal diacara syukuran putranya.
Kini mulai banyak wartawan yang mendatangi rumah Alfian Dirgantara, Perusahaan dan juga Rumah sakit untuk mengetahui detail kejadian yang menimpa pengusaha muda itu.
"Bagaimana ini nasib perusahaan?"
"Entahlah saya juga tidak tau"
"Semoga tuan Alfian segera sadar dan bisa kembali memimpin perusahaan kita"
"Saya juga berharap demikian"
"Mungkinkah perusahaan ini akan bangkrut jika pemiliknya sampai tidak terselamatkan?"
"Ahhh susahlah kau tak usah berfikiran yang macam-macam"
Kini salah satu dokter telah mencoba menenangkan keluarga Alfian jika terjadi hal yang buruk kepada Alfian mereka semua harus mengikhlaskan Alfian karena kondisi Alfian sangat tidak memungkinkan untuk diselamatkan.
Seluruh keluarga inti merasa terpukul atas berita yang diinformasikan oleh Dokter Daniel kini Pram dan yang lainnya tampak sudah mendatangi rumah sakit, sebelum dirinya masuk kedalam rumah sakit Pram dan Dimas dihadang oleh beberapa wartawan untuk memberikan informasi akhirnya mau tidak mau Dimas dan Pram memberikan keterangan sementara Tara, Sam dan yang lainnya masuk duluan untuk mengetahui lebih jelas kondisi Alfian Dirgantara.
"Saudara Pram dan Dimas bagaimanakah kondisi Alfian Dirgantara saat ini?" Tanya salah satu wartawan
"Ya seperti yang kalian sudah tau saat ini kondisi Alfian Dirgantara tidak bisa dikatakan dalam kondisi yang baik-baik saja, saya mewakili keluarga Alfian Dirgantara agar teman-teman semua membantu berdoa untuk kesembuhan Alfian Dirgantara, untuk itu saya mohon kepada semua media untuk tidak gaduh, tolong tetap tenanang, Terimakasih" Ucap Pram dan kini Dimas dan Pram langsung berjalan menuju ruangan Alfian Dirgantara.
Disebuah rumah milik Alfian Dirgantara kini benar-benar berada didetik-detik ketegangan menunggu kabar selanjutnya dari dokter yang menangani Alfian.
"Sam bagaimana tadi penyelidikan dikantor polisi?" Tanya Papi Erdo
"Cukup berantakan pih" Jawab Sam
"Kok bisaa?" Erdo merasa kaget mendengar perkataan Sam
"Ia pasalnya pelaku tidak berbicara apa-apa dan ia hanya berbicara " tusuk Alfian, tusuk Alfian, bunuh Dia, hanya ituuu pih yang ia bucarakan" Ucap Sam
"Astagaaaa kok bisa" Ucap Papi Erdo sambil menggeleng-geleng kepalanya
"Siapa nama pembunuh Alfian itu?" Tanya Pak Wiranto
"Bahkan orang itu tidak tau nama nya sendiri" jawab Sam
"Ya tuhan kok bisaaa" Ucap Pak Wiranto
"Polisi masih menindak lanjuti masalah ini" Jawab Sam
"semoga akan ada titik cerah dari permasalahan ini" Ucap Pak Wiranto
"Aamiin"
Kini mereka semua terus berdoa sambil menunggu dokter keluar dari ruangan oprasi Alfian Dirgantara. Syakila menjadi anak yang sangat manis ia tidak menangis, dirinya menepati janjinya kepada Oppa Wiranto untuk bersikap tegar agar bundanya tidak merasa semakin sedih.