
Sebuah ruangan yang telah didesain sangat seram dan kedap suara, begitupun diluar bangunan tampak seperti tidak ada kehidupan dipulau ini.
"Wahhhh Wahhh Wahhh saya tidak menyangka Tomas dan Aji bisa terperangkap diwilayahku Hahahahahahaha" Ucap Alfian dengan sangat puas dan Alfian bertepuk tangan.
Mereka semua telah terkurung dan diikat menggunakan tali dan rantai serta muka yang ditutup dengan menggunakan penutup kepala berwarna hitam. Tomas dan Aji petarung hebat sedunia dalam perihal pembunuh bayaran, Alfian sangat puas karena Aji dan Tomas hanyalah orang bodoh karena bisa masuk dalam perangkap Alfian.
"Kau sangat pandai Tomas, permainanmu sangat rapih sehingga polisi tidak bisa membongkar kejahatan kau dan Tuan mu si berengsek itu, Saya tidak perduli jika bukan keluargaku, tapi kauuuu sudah menyepelekanku, Jawab berengsekkkkk" Teriak Alfian sambil menendang Tomas dan juga Aji
"Ohhhhh Hahahahaha lupa, bahkan mulut kau pun sekarang sampai tidak bisa berbicara hahahhhahha, buka semua tutup kepala manusia ******** ini dan buka mulut Tomas" Perintah Alfian kepada anak buahnya.
Kini Penutup kepala semua tahanan telah dibuka begitupun dengan lakban dimulut Tomas telah dibuka sesuai dengan permintaan Alfian Dirgantara.
"Bicaralah kau Tomas" Perintah Alfian
"Ku pastikan kau mati" Tomas menjawab
"Wah Bung bahkan dalam keadaan seperti ini kamu masih bisa berbicara seperti itu" Ucap Dimas sambil meninju Muka Tomas
"Sabar Dimas, kita habiskan dulu adiknya si Aji bawa dia kedepan sana" Ucap Alfian sambil menunjuk kearah kandang Buaya yang sangat besar
Dimas langsung menyeret Aji mendekati ruangan sel tahanan yang sangat besar dan nampak ada 3 Buaya yang sangat buas, Aji yang melihat nyalinya menciut 90 derajat, karena dirinya sudah sangat yakin tidak akan mudah keluar dari tahanan Alfian Dirgantara
"Berengsekkkk kauuuuuuuuu, beraninya kauuuuu, jangan macam-macam kau dengan adikku" Ucap Tomas penuh dengan rasa amarah yang memuncak, Semua tahanan yang menyaksikan Alfian, Dimas dan Pram sudah merinding karena mereka tahu kekejaman yang beredar dikalangan mereka jika terperangkap oleh Alfian.
"Kalian sudah terlambat, Kau sudah terlambat Tomas, sudah tidak bisa di ganggu gugat, kau tahu buaya-buaya itu sudah tidak makan 1 minggu hahahahahaha" Ucap Pram
"Tidakkkkkk jangan lakukan itu" Ucap Tomas
"Sebelum kau lempar kesana, buka dulu lakban yang ada dimulutnya biar dia bercinta dengan buaya-buaya itu whahahahahahaha" Ucap Pram
Sam melanjutkan permintaan Pram dan langsung melempar Tubuh Aji kemarkas Buaya.
"Tutup kembali mulut si Tomas itu" Perintah Alfian kepada bawahannya
"Bajingannnnnn kau akan bayar semuanya berengggg"
"Silahkan menyaksikan Pertunjukannya Tuan-Tuan yang terhormat" Ucap Alfian sambil membungkukan badannya memberikan ucapan salam hormat.
Didalam Sel Aji yang teriak-teriak histeris meminta tolong, tapi apa daya ketiga Buaya itu langsung menyantap tubuh Aji dengan sangat rakus karena sudah 1 minggu buaya itu kelaparan, Darahhhh yang mengalir begitu banyakkkkkk, Kolam air yang berubah menjadi merah karena darah aji, Bau darah segar sudah mulai tercium.
Semua tahanan yang menyaksikan hanya bisa pasrah tanpa bisa berkata apa-apa karena mulutnya tak dapat berteriak, Sungguh tragedi yang sangat naas, itu balasan karena telah bermain-main dengan keluarga Dirgantara dan ditambah dibantu oleh keluarga Wiranto Evron.
"Bagaimana pertunjukannya?" Ucap Pram
"Tentu seru dong" Ucap Dimas
"Habiskan mereka satu persatu seperti Aji. Ini adalah sebuah hukuman karena telah bermain-main dengan keluarga Dirgantara, sisakan 1 tahanan" Ucap Alfian
"Kau mau tahanan yang mana Tuan?" Ucap Sam
"Pojok kedua dari kanan" Jawab Alfian sambil menunjuk
"Baik Tuan" Jawab Sam
"Kalian habisi semua mereka bawa sebagian kekandang Macan, tidak usah kalian pukul, kalian tak usah mengotori tangan kalian, langsung lemparkan saja Kepada Macan kita yang susah sangat lapar" Ucap Dimas
"Baikkkk Tuan" Semua Bawahannya menjawab dengan serentak
"Pram kau pastikan mereka semua mati dan jika telah selesai panggil saya diruangan saya, oia satu lagi biarkan si Tomas menyaksikan teman-temannya mati, jadikan Tomas sebagai santapan terakhir" Ucap Alfian
"Baik Tuan siap laksanakan" Ucap Pram
Alfian dan Dimas berjalan kesalah satu ruangan untuk menyusun rencana berikutnya.
Wah bagaimana menurut kalian?
Sebenarnya jika mereka semua tidak bekerjasama dengan Steven hal ini tidak akan mungkin terjadi, padahal mereka sudah tahu orang seperti apa Alfian Dirgantara, namun mereka menyepelekan Alfian beserta orang-orang kepercayaan Alfian.
****