
"Bagaimana ini ngga?" Ucap Brayen sangat panik
"Bentar-bentar Bray" Ucap Rangga sambil memejamkan matanya berharap ia diberikan ilham oleh Allah mengenai keberadaan Syakila yang tiba-tiba menghilang dari pandangan Rangga dan Brayen.
"Duhhhhh Syakila" Ucap Brayen benar-benar meras sangat gusar sambil berjalan bulak balik kearah Rangga yang kini tengah berdiri sambil menutup kedua matanya
"Hayuuuu Brayyy cepetannn ikut aku" Rangga langsung menarik tangan Brayen dan berjalan menelusuri tepi pantai
"Kita mau kemana ngga?, apa sebaiknya kita bilang ke Om Alfian?" Ucap Brayen benar-benar merasa sangat takut
"Jangan-jangan aku gak mau mereka merasa khawatir, sudah kamu ikut saja sama aku" Jawab Rangga yang terus berusaha menenangkan hatinya agar tidak ikut-ikatan panik seperti Brayen
Kini Brayen dan Rangga berada disana satu bangunan tua yang berada tidak jauh dari tempat mereka menginap.
"Kita ngapain disini?" Tanya Brayen
"Syakila ada didalam Bray kau siap untuk bertarung mengalahkan 4 orang didalam?" Ucap Rangga
"Wahhh apa bisa ngga?" ucap Brayen
"Sudah hayuu, kau sudah siap kita tarik nafasss buang nafasss huuuuuuf" Ucap Rangga
Kini Brayen dan Rangga mencoba masuk dengan sembunyi-sembunyi sampai mereka melihat sosok adik kecilnya sedang disekap, diikat dan kedua mulutnya ditutup.
"Wahhhh itu Syakila" Ucap Brayen
"Bray aku minta tolong sama kamu, aku akan masuk kedalam, aku minta tolong sama kamu, kamuu bilang ke om Alfian sekarang dan bawa om Alfian segera untuk kesini" Ucap Rangga
"Kamu gila Rangga, kalau terjadi apa-apa sama kamu gimana?" Ucap Brayen
"Sudah sana cepetannn"
"Baiklah kau hati-hati" Ucap Brayen
"Kamu juga hati-hati jangan sampai ada orang yang curiga sama kamu" Ucap Brayen
"Okee-oke" Brayen langsung berlari untuk memberikan informasi kepada Alfian.
Kini Rangga memberanikan diri untuk masuk kedalam dan menolong Syakila Anantahsya Dirgantara adik yang harus ia lindungi.
"Heyyyyy anak kecil apa yang kau lakukan disini?" Ucap penjahat 1
"Saya hanya ingin bersembunyi karena aku dan kawan-kawan ku lagi main petak umpat" Jawab Rangga dengan sangat santai
"Sudah keluarlah sana kau, cari tempat yang lain" Ucap Penjahat 2
Kini Rangga langsung berlari kearah ruangan Syakila sontak para penjahat yang menculik Syakila mengejar Rangga.
"Heyyy dasar kau anak nakal" Teriak penjahat 1
"Cepat tangkap anak itu" Teriak Penjahat 2
Rangga langsung berdiri didepan Syakila Ananthasya yang tengah menangis tanpa suara karena mulutnya dilakban.
"Kak Rangga hiks hiks hiks hiks hiks" Ucap Syakila didalam hatinya
"Tenanglah Syakila aku akan menyelamatkanmu" Ucap Rangga
Rangga langsung membuat benda-benda diruangan Syakila melayang diudara semua yang melihat tampak merinding kecuali Rangga.
" Wah apa ini ada gempa?" Tanya penjahat 1
"Tidak tau saya bos" Jawab penjahat 4
Kegaduhan diruangan Syakila begitu menjadi semakin parah membuat para penjahat pergi meninggalkan bangunan tua itu, kini Rangga langsung membantu Syakila untuk membukakan ikatan pada tangan, badan dan Kaki Syakila serta melepaskan lakban yang menempel dimulut Syakila.
"Kakakakkkkkk" Teriak Syakila langsung memeluk tubuh Rangga dengan sangat kencang
"Kamu baik-baik saja kan?" Tanya Rangga sambil memeluk adik manisnya
"Aku baik-baik saja kak, tapi ada apa kak?, kok semua bangku dan lemari melayang?" Tanya penasaran Syakila
"Aku juga gak tau Kila, sudah hayu kita keluar dari sini" Rangga menuntun Syakila sambil berjalan keluar dari gedung tua ini, ternyata diluar sudah ada Brayen, Om Alfian, Papi Erdo, Om Dimas, Om Tara, Pak Wiranto, Pram dan Sam telah menangkap keempat penjahat yang telah menculik Syakila.
Kebayang tu muka keempat penjahat itu pasti sudah dibuat seperti ayam penyet oleh Alfian dan yang lainnya.
Mereka semua sangat senang melihat Syakila dan Rangga baik-baik saja.
Alfian langsung menghubungi pihak yang berwajib untuk melaporkan kejadian penculikan terhadap putrinya.
"Sayang kamu tidak apa-apa?" Tanya Alfian sambil memeluk dan langsung menggendong Syakila
"Tidak apa-apa Ayah, tadi tiba-tiba pas kak Rangga datang semua barang-barang berterbangan Ayah" Ucap Syakila
Alfian, Pak Wiranto, Papi Erdo dan yang lainnya sontak langsung melirik kearah Rangga, mereka tau bahwa itu adalah ulah Rangga, karena suasana diluar tidak ada gempa bumi, ****** beliung atau bencana yang lainnya.
Rangga sontak langsung menggelengkan kepalanya "bukan aku, bukannn aku" Ucap Rangga.
Pak Wiranto langsung menggendong Rangga dan ia tidak ingin melepaskan Rangga untuk memastikan Rangga baik-baik saja.
"Terimakasih ya Rangga, Brayen kalian sudah berusaha menolong Syakila" Ucap Alfian
"Aku hanya mencoba masuk kedalam saja om dan aku tidak berkelahi sama sekali" Ucap Rangga
"Ia-ia pokoknya om mau mengucapkan Terimakasih sama kamu ya anak ganteng" Ucap Alfian
"Makasih juga ya Brayen sudah memberikan informasi kepada kami" Ucap Alfian
"Ia sama-sama om" Ucap Brayen
"Yasudah hayu kita semua kembali ke Villa, kita teruskan ngobrolnya di Villa" Ucap Papi Erdo
Kini setelah pak polisi membawa pera penjahat, Alfian dan kawan-kawan kembali menuju Villa ketempat mereka menginap.
Alhamdulillah ya reader ada Rangga sehingga Syakila bisa diselamatkan.
Wah author si kalo diposisi Syakila hati Author udah meleleh pengen nempel terus sama Rangga hehehe biar ada yang ngelindungin hehe.
kalo Kalian gimana reader?
****