
Dikediaman Alfian Dirgantara, Alfian, Mami Elsa, Syakila dan Sarah sedang sibuk mempersiapkan diri untuk datang kepesta Pram dan juga Elena yang akan diselesaikan disalah satu hotel mewah.
Ting Nong suara bel rumah Alfian berbunyi salah satu asisten Alfian membukakan pintu rumahnya dan mempersilahkan tamunya untuk masuk.
Jika tamunya diizinkan oleh satpam untuk masuk kedalam rumah berarti tamu ini adalah tamu yang sangat spesial dan diperbolehkan bertamu kapanpun dikediaman Alfian sekeluarga.
"Heyyyyyyyyyyyy lihat siapa yang datang, wahhhhhh Wirantoooooooo" Teriak Elsa dengan sangat girang melihat sosok yang amat ia kenal
"Hayyy Elsa wah kau tak berubah ya makin cantik saja" Ucap Wiranto
"Halah peres banget kamu, kulit aku sekarang sudah berkeriput" bantah Elsa
Mereka saling berjabat tangan dan tentunya Rangga pasti ikut bersama dengan Oppa Wiranto, Rangga mencium tangan Elsa
"Wahhh siapa ni Wir?" Ucap Elsa bertanya kepada Wiranto
"Cucuku El" Jawab Wiranto
"Siapa namamu anak tampan?" Tanya Elsa sambil terus tersenyum
"Nama saya Rangga bu" Ucap Rangga menjawab pertanyaan Elsa
"Panggil saya oma saja, saya juga sudah nenek-nekek hehehe" sambil menepuk punggung Rangga
"Hehe ia Oma"
"Ehhh yaampun silahkan duduk sampai lupa dari tadi kita berdiri terus, duduk-duduk" Ucap Elsa
Kini mereka bertiga duduk dan melanjutkan obrolannya tak lupa Oma Elsa meminta asisten rumah tangga untuk membawakan minuman dan juga cemilan-cemilan.
"ngomong-ngomong kok kamu bisa berkunjung kesini Wir?" tanya Elsa dengan sangat penasaran karena ini kali perta Elsa bertemu dengan Wiranto sejak mereka lulus SMA.
"Aku kenal dekat dengan anakmu, aku pertama kali bertemu dengan anak mantu dan cucumu dibandung" Jawab Wiranto mencoba menjelaskan kepada Elsa
"Wahhh dunia sangat sempit sekali ya, tapi kok bisa sedekat ini?, aku yakin ni hubungan kamu pasti sangat dekat sampai-sampai diperbolehkan masuk oleh petugas rumah ini yang telah dipekerjakan oleh Alfian" Ucap Elsa masih sangat penasaran
"Kau tau tidak pas ada insiden bom di Villa anakmu itu, itu pertama kali aku bertemu dengan Alfian, bahkan 3 bulan Alfian, Sarah dan Syakila menginap dirumahku" Jawab Wiranto dengan sangat santai.
Elsa sangat terkecut mendengar Insiden Bom, Villa???
Elsa benar-benar tidak tau mengenai insiden itu.
"Wir maksudmu bom?, memang si Alfian punya Villa di Bandung, tapi aku tak tau Villanya kena bom??????, Siapaaaaaa????, siapa yang melakukannya?????" tanya Elsa dengan sangat penasaran
"El kamu tidak tahu, ya Allah aku kira kamu sudah tau El, please jangan panik ya akan kujelaskan dengan sedetail mungkin" Ucap Wiranto sambil berusaha menenangkan Elsa
Kini Wiranto mencoba menceritakan segalanya dan Wiranto meminta Elsa untuk tidak mengungkin peristiwa ini kepada Alfian, Syakila dan Sarah.
"Wir saya sangat terimakasih sekali sama kamu, karena kamu telah membatu anak, mantu dan cucuku" Ucap Elsa sambil menghapus air matanya
"Ia El sama-sama ini semua sudah rencana Allah" jawab Wiranto
"Opaaaaaaa" Teriak Syakila ia sangat syok melihat sosok Oppa dan Rangga, sontak Syakila langsung memeluk Oppa dan mencium tangan Oppa dan tak lupa Syakila salaman kepada Rangga.
"Aduhhh Syakila semakin cantik saja" Ucap Pak Wiranto memberikan pujian terhadap penampilan Syakila yang sangat terlihat cantik
"Hehehehe terimakasih Oppa" Syakila menjawabnya dengan sangat malu-malu karena Syakila sangat malu jika ada orang yang bilang ia cantik
"Ayah dan Bundamu mana Kila?" Tanya Elsa
"Masih dikamarnya kali Oma" Jawab Syakila
"Waduh kita harus segera berangkat ini kepesta Pram, ehhh Wir" seketika Elsa memanggil Wiranto
"Kenapa El?"
"kau tau tidak Pram anak dari siapa?"
"siapa?" Tanya Wiranto dengan sangat penasaran
"Si Erdo hahahahahahah" Jawab Elsa
Pak Wiranto yang mendengar merasa sangat tidak percaya karena sifat Pram dan Erdo sangat-sangat berbeda.
"Ia gak usah kaget juga si Wir, jadi Pram itu anak angkat Erdo, anakku sudah kenal sangat lama dengan Pram apa lagi ketika Al aku masukan ketempat latihan beladiri milik Erdo yang di Belanda, wah anakku semakin dekat dengan Pram bahkan hingga saat ini" Serasa Elsa menjelaskan kepada Wiranto
"Oooh jadi gitu El ceritanya, anak kandungnya siapa El?" Tanya Pak Wiranto sangat penasaran
"Hilang Wir, kau jangan pernah membahas soal anaknya yaaaa, intinya ia hilang sejaknya duduk di bangku SMP, padahal sudah mengerahkan orang lo untuk mencari putrinya, tapi nihil Wir, kasian yahhh" Ucap Elsa
"Ya Allah aku yakin si El orang yang menculiknya orang yang sangat tidak suka terhadap Erdo" Jawab Wiranto
'Ia pasti Wir, Yasudahlah itu sudah menjadi masalalu, yeyyyyy aku seneng banget nanti kita reunian ya bertiga, ahhh sayang sekali Surya suamiku gak adaa" Ucap Elsa
"Ia kamu yang sabar ya El"
Rangga hanya menyimak pembicaraan Oppa dan juga Oma Elsa, tiba-tiba Rangga merasakan sakit dikepalanya setelah ia melihat figura foto seorang bapak-bapak usia 50 tahunan.
Sekilas rangga diperlihatkan sosok bapak-bapak yang berada difoto itu sedang disekap oleh seseorang disebuah tahanan yang sangat tidak layak, Rangga benar-benar merasa bingung harus menjelaskan apa karena mungkin gambaran Rangga tidak akan bisa dipercaya oleh siapa saja yang mendengar.
"Kau kenapa ngga?" Tanya Opa Wiranto
"Aku hanya melihat" namun Rangga mengurungkan diri untuk bercerita ia benar-benar bingung untuk bercerita atau tidak
"Kau melihat apa ngga?" tanya Oppa dengan sangat penasaran "apa yang kau lihat?, kau tidak melihat kejadian buruk kan ngga?" tanya Oppa sangat penasaran
"Tidak Oppa Rangga tidak apa-apa"
Rangga tidak siap untuk bercerita, dirinya takut jika orang lain menganggapnya gila dengan halusinasinya yang sangat liar.
Elsa sangat penasaran terhadap sikap Rangga yang terlihat sangat gelisah, Elsapun sesekali bertanya kepada Rangga untuk memastikan keadaan Rangga baik-baik saja.
****