
Alfian langsung menghampiri pemilik mobil mewah ber plat D, yang terparkis didepan gerbang rumah keluarga Dirgantara.
"Hallo Permisi" Alfian mengetuk kaca mobil mewah tersebut
Pak Asep menurunkan kaca mobil, Alfian terkejut melihat sosok yang amat sangat femiliar baginya, Alfian dibuat terkejut dan tidak menyangka, namun membuat dirinya merasakan kebahagiaan.
"Mang Asep, Pak Wiranto, Rangga" Alfian sangat terkejut tak menyangka dengan apa yang dilihatnya malam ini.
"Hallo Tuan Alfian" Pak asep menyapa Alfian
"Iya Sep kenapa tidak langsung masuk saja?" Ucap Alfian
"Kita tidak dibolehkan masuk" Ucap Asep sambil tersenyum mengerti pemilik rumah mewah tersebut tidak akan membiarkan sembarangan orang untuk bertamu kerumahnya.
"Wahhh berengsekkkk si Edo dan yang lainnya" Ucap penuh kesal Alfian
"Sudah nak tidak apa-apa, saya mengerti, sudah tidak perlu dimarahi" Ucap Pak Wiranto
"Iya baik Pak sebaiknya parkiran mobil kedalam Sep, Edoooooooooooooo Buka gerbang" Teriak Alfian
"Baik Tuan" Edo langsung membukakan gerbang rumah milik tuannya.
"Kau ini, ini tamu yang sangat berarti untukku, kurangajar sekli kau tidak mempersilahkan masuk dari tadi" Caci maki Alfian
"Maaf Tuan" jawab Edo, namun dalam batinnya "bagaimana si si tuan kok saya yang kena omel". hahahahahahahahahahaha
"Berikan salam hormat kalian kepada tamu saya" Ucap Alfian penuh dengan ketegasan.
Semua pelayan keamanan memberikan salam hormat kepada Pak Wiranto.
"maafkan kami tuan" Ucap Edo kepada Pak Wiranto
"sudah kau tidak salah apa-apa, kau sudah menjalankan tugas dengan baik, dengan sangat menjaga keamanan rumah ini" Jawab Pak Wiranto.
****
Ruang Tamu Keluarga Dirgantara
"Eleh-Elehh ie teh Bumi naa mani saeee pisan ey" Ucap Asep sambil pandangan menyaksikan sekeliling ruangan yang nampak megah milik keluarga Dirgantara.
"Makanya kau sep bekerja keras agar bisa membeli rumah yang seperti ini" Saut Pak Wiranto dengan senyum-senyum
"Wahhh saya merasa terhormat sekali dengan kehadiran Bapak berkunjung kerumah kami" Ucap Alfian.
"Saya juga merasa tersanjung bisa dipersilahkan hadir dirumah nak Alfian, saya tahu betul hanya orang-orang tertentu yang bisa berkunjung keistanamu ini"
"Aduh Bapak berlebihan Hehehehe" Ucap Alfian.
Sarah dan Alfian hanya bisa tersenyum, ya memang betul sekali yang dibicarakan oleh Pak Wiranto tidak sembarangan tamu yang dipersilahkan masuk kedalam rumah Alfian Dirgantra.
"Oppa kenapa gak bilang-bilang kalo mau datang ke Jakarta?" Tanya Sarah
"Sebenarnya tidak sengaja tadi saya abis ketemu dengan clan saya di Cafe Sky Garden"
Sarah dan Alfian kaget
"Kami juga baru pulang makan malam Pak dari sana, kok kita tidak ketemu ya" Ucap Alfian
"Oia????" Tanya Pak Wiranto
"Betul sekali Oppa, coba tadi kita ketemu disana pasti makan malamnya lebih terasa special" Ucap Sarah
"Hehe iya yaa, wah sayang sekali, padahal cucuku sudah kangen sama anak cantik kalian " Ucap Pak Wiranto.
"ya sama saja Syakila juga sering nanyain kapan ketemu Oppa sama Rangga gitu"
"elehhh kalo mereka sudah besar jodohkan saja den Rangga dengan neng Syakila nu geulis tea Pak" Ucap Mang asep sambil senyum-senyum membayangkan Rangga besar dan Syakila besar.
"Ide bagus" jawab Pak Wiranto
Semua tertawa sambil menceritakan Rangga dan Syakila.