"Take Care Of You"

"Take Care Of You"
Pulau Dewata



Hari ini adalah hari pernikahan Tara dan Clara.


Kerabat-kerabat dekat Tara dan Clara banyak yang sudah sampai dipulau dewata bali.


Resepsi akan digelar pada malam hari disalah satu Villa yang telah disewa oleh Tara.


Kini Rangga, Pak Wiranto dan Pak Budi telah sampai di pulau dewata, mereka bertiga langsung menuju Villa milik Wiranto Evron yang berada di Bali untuk beristirahat dan menikmati suasana Villa milik Pak Wiranto Evron.



Rangga berkeliling untuk melihat-lihat Villa Oppa Wiranto.


Pak Budi dan Pak Wiranto beristirahat diruangan tamu sambil menikmati kopi dan beberapa cemilan yang telah disajikan oleh asisten rumah tangga yang ditugaskan oleh Pak Wiranto untuk bekerja di Villa Pak Wiranto.


"Silahkan diminum Pak Budi" Ucap Pak Wiranto


"Ia Pak terimakasih" Ucap Pak budi sambil menyeruput kopi hangatnya


"Harusnya tadi kamu ajak anakmu biar Rangga ada teman" Ucap Pak Wiranto


"Ia Pak Hikal lagi kurang sehat jadi ia tidak bisa ikut" Jawab Pak Budi


"Haikal sakit apa Pak Budi?"


"Haikal hanya sedikit demam Pak dan kakaknya yang lagi kuliah di Jogjapun baru saja tiba di Bandung" Ujar pak Budi


"Oh si Intan yaaa?, wahh sudah semester berapa dia?"


"Baru semester 2 Pak" Ucap Pak Budi menjawab pertanyaan Pak Wiranto


"Ngambil jurusan apa Intan?" Tanya Pak Wiranto


"ngambil jurusan Management Pak"


"Oh ia semoga lancar ya kuliahnya Pak, nanti jika putrimu sudah lulus bawalah ia untuk bekerja diperusahaan" Ucap Pak Wiranto


"Wah pak iya insyaallah Pak, Terimakasih Pak" Ucap Pak Budi.


"Ia sama-sama Pak Budi, oia nanti jika anda ingin beristirahat silahkan tidur dikamar itu ya pak Budi" Ucap Pak Wiranto sambil menunjukan kearah kamar untuk Pak Budi


"Ia baik Pak, yasudah dimakan ya saya hendak melihat Rangga dulu, kau juga bisa jika ingin berkeliling melihat suasana Villa" Ucap Pak Wiranto sambil melangkahkan kaki dari tempat duduknya


"Ia baik Pak"



Terlihat Rangga sedang bersandar disova sambil memainkan Ipad miliknya.


"Hay Ayah...."


"Hayyy Bunda..."


"Kalian selalu bersama kan disana?" Ucap Rangga sambil tersenyum membelai foto Bunda dan Ayahnya.


"Aku disini juga bahagia kok Bunda Ayah, Oppa selalu berusaha menjagaku dengan sangat baik, dan juga ada bibi-bibi yang baik, ada Mang Asep yang sangat sayang sama Rangga dan masih banyak yang lainnya" Rangga bercerita kepada foto Ayah dan Bundanya sambil tersenyum bahagia.


Kini Oppa Wiranto melihat Rangga dari kejauhan dan mendengar semua percakapan Rangga, rasanya hatinya seperti teriris walaupun Rangga tidak bersedih tetap saja Pak Wiranto merasa sedih melihat cucu kesayangannya diusianya yang masih sangat belia telah menjadi anak yatim piatu.


"Oppa sangat sayang sama kamu ngga, Oppa tidak ingin kehilangan kamu, Oppa ingin selalu bersama kamu, Oppa ingin selalu hidup didunia ini bersama kamu ngga, Oppa gak mau ninggalin kamu sendirian" Ucap Oppa Wiranto dengan sangat lirih dan tak terasi air mata pak Wiranto menetes.


Pak Wiranto berusaha untuk menghapus air matanya, namun tetap saja jika Rangga melihat mata Pak Wiranto, Rangga akan langsung mengetahui jika Pak Wiranto abis nangis, akhirnya Pak Wiranto mengurungkan niatnya untuk menemui Rangga.


Pak Wiranto berjalan kembali menuju ruang tamu untuk mengembalikan goodmoodnya dan kembali mengobrol bersama dengan Pak Badi.


"Wah Pak Budi baru saja Vidio Call dengan Haikal ya?" Tanya Pak Wiranto


"Ia Pak hehehe dia katanya baru mau minum obat kalo udah melihat muka saya, makanya Maminya langsung menelfon saya !" Jawab Pak Budi


"Hehehehe ia wajar ya Pak namanya juga masih kecil usianya sama juga seperti Rangga, saya sedih Pak Budi cucuku sudah diusianya yang masih sangat belia sudah tidak memiliki sosok Ayah dan Bundanya" Ucap Pak Wiranto sambil menundukan kepalanya.


"Pak Wiranto jangan sedih Pak, menurut saya Pak Wiranto adalah sosok Kakek, Bunda dan juga Ayah bagi Rangga, Pak Wiranto sosok yang sangat sempurna yang dimiliki oleh Rangga Pak" Ucap Pak Budi


"Tapi saya takut Pak Budi, saya takut jika saya meninggal Rangga siapa yang jaga?" Tutur kata Pak Wiranto


"Subhanallah Pak tak boleh berbicara seperti itu, kematian hanya Allah yang tau Pak, inshaallah bapak akan panjang umur dan bisa selalu untuk menjaga Rangga" Ucap Pak Budi


"Usia saya semakin tua Pak" Ucap Pak Wiranto


"Sudah pak, bapak gak boleh setres, bapak gak boleh memikirkan hal negatif, bapak harus kuat untuk Rangga" Ucap Pak Budi memberikan semangat untuk bosnya.


"Ia Pak Budi, Terimakasih ya"


"Iya sama-sama Pak, jika bapak ada apa-apa bapak bisa bercerita kepada saya pak" Ucap Pak Budi


"Ia Pak Budi, Yasudah saya masuk kedalam kamar saya dulu ya Pak" Ucap Pak Wiranto


"Ia Pak".


Pak Wiranto melangkahkan kakinya menuju kamar miliknya untuk beristirahat.


Rangga masih dihalaman belakang Villa milik Pak Wiranto, Pak Budi menghampiri Rangga dan menemani Rangga bermain.


****