"Take Care Of You"

"Take Care Of You"
Main Bareng Bayik Kecil



"Hallo Anggara" Tanya Syakila sambil mencubit pipi cubby milik adiknya


"Hallo kakak cantik" Jawab Mbak Titin meniru suara anak-anak


"Hayuuu temenin kakak main rumah-rumahan deee" Ucap Syakila sambil terus menatap mata Anggara


"Ayooookkk kakak" Jawab Mbak Titin menuru suara anak-anak


"Mbak kok dede bayik itu ngegemesin ya mbak?" Tanya Syakila kepada Mbak Titin


"Ya karena Anggara itu adiknya non Syakila jadi sangat menggemaskan non, wong non Syakila sangat cantik giniii, ya sudah jelas adik bayiknya pasti sangat menggemaskan" Jawab Mbak Titin sambil tersenyum kearah Syakila


"Hehehehe iya juga ya Mbak" Ucap Syakila


"Mbak hayuuu ajak dede bayik main diruang tengah yuuu Mbak, aku bosan dikamar" Bujuk Syakila


"Hayuuu-hayuuu" Ucap Titin mengiyakan ajakan non Syakila.


"Yasudah aku duluan kebawah ya mbak, aku tunggu loh... Aku mau minta dibuatkan mie ke Mbok" Ucap Syakila sambil berlari keluar kamar


"Oke non" Jawab Titin sambil hendak menggendong Anggara untuk dibawa keruang tengah rumah majikannya.


"Hayuuu anak gantenngggg kitaaa main yaaaa, ihhhh lucuuu banget si kamu nakkkkkkk, kalo Ayahmu masih ada pasti dia sayangggg banget sama kamu, pasti dia sangat bahagia punya anak tampan kayak kamu" Ucap Titin sambil terus memandang wajah Anggara.


Syakila berjalan menuju dapur dan ternyata tepat sekali ada Mbok Imah sedang membuat aneka cemilan.


"Mbooooooooook" Syakila memanggil Mbok Imah


"Ehhh enon, ia non ada yang bisa simbok bantu?" Tanya Mbok Imah kepada anak majikannya yang paling cantik


"Mboook Kila mau dibuatkan Mie instan sama mbok" Ucap Syakila dengan sangat manja


"Siappppp non" Jawab Mbok


"Makasih yaaa Mbok, Mbok lagi buat apa?" Tanya Syakila kepada Mbok Imah


"Mbo lagi buat kue kering, non kira mau cobain??" Tanya Mbok Imah


"Mau dong mbokkk hehehe" Jawab Syakila dengan sangat antusias ingin mencicipi kue kering yang dibuat oleh Mbok yang paling Syakila sayang


"Ia mbok siapkan dipiring yaaa" Mbok sambil menata kue kering yang dibuatnya dan langsung diberikan kepada Syakila


"Wahhh makasih ya mbok, Yasudah Kila keruang tengah dulu ya mbok, Kila mau main sama Anggara dan Mbak Titin" Ucap Syakila


"Ia sama-sama non, ia nanti jika mie nya sudah jadi akan mbok antar kesana ya" Ucap Mbok Imah


"Sippp Mbok"


Syakila berlalu dari ruangan dapur dan kini ia melangkahkan kaki menuju tuangan tengah rumahnya ternyata sudah ada Mbak Titin dan Anggara, Syakila langsung bermain dengan adiknya yang sudah berusia 3 bulan.


Kini Bunda Sarah masih berada diacara 40 harian anaknya Om Tara dan tante Clara, keran Syakila yang tidak ingin ikut maka Sarah tidak memaksa Syakila untuk tetap ikut, Tara dan Clara sangat mengerti trauma yang dialami oleh Syakila Ananthasya Dirgantara pasalnya Alfian meninggal ketika acara 40 harian adik Syakila Ananthasya Dirgantara.


Kini Syakila mulai bisa hidup dengan normal tanpa kehadiran seorang Ayah, namun Syakila suka merasa down ketika Syakila membaca atau mendengar berita mengenai Ayahnya yang kian ditemukan jasad Alfian Dirgantara.


"Nonnnn seruuu sekali kayaknya bermain sama den Anggara" Ucap Mbok Imah sambil membawakan Mie instan yang dipesan oleh Syakila


"Ehhhh Mbok, ia dong Mbok seru banget main sama Anggara, Anggara sangat menggemaskan ya kan Mbak Titin?" Ucap Syakila menjawab pertanyaan Mbok Imah


"Ia Mbok, uhhhh anak majikanku ini benar-benar sangat menggemaskan tidak ada tandingannya, oppa-oppa korea lewat hehehe" Ujar Mbak Titin


"Makasih ya Mbok" Ucap Syakila sambil langsung mendekatkan piring yang berisikan Mie instan kearahnya untuk langsung disantap


"sama-sama non, selamat makan" Ucap Mbok Imah


"Ia mbokk".


Kini Syakila memakan mie instan buatan Mbok Imah dengan ditemani Mbok Imah, Mbak Titin dan Anggara yang sedang asik bermain bersama untuk menghabiskan waktu dengan penuh kebahagiaan.


Waktu sudah menunjukan pukul 20.00 kini Sarah telah sampai dirumahnya, Zaira langsung pamit untuk pulang ke apartemennya.


"Halloooooooooo Sayang" Ucap Sarah menyapa dan mencium kening Syakila dan Anggara


"Ehhh Bunda sudah pulang" Ucap Syakila sangat bahagia melihat kedatangan bundanya


"Ia sayang, oh iya ni ada titipan dari tante Clara" Ucap Sarah sambil memberikan bingkisan titipan Clara


"Apa ni Bundaaa??" Tanya Syakila sambil mengambil bingkisan dari bundanya


"Katanya oleh-oleh dari om Tara baru pulang dari Korea" Ucap Sarah


"Woooooowwwwwww Bundaaaaaa aku suka banget sweter nyaaaaa, ihhh lucukkkkkkkkk, ihhh topinya juga lucuuu Bunda" Ucap Syakila sangat bahagia melihat oleh-oleh yang diberikan oleh Om dan Tantenya.


"Jangan lupa ucapkan terimakasih ke Om dan Tante" Ucap Sarah


"Siap Bunda, nanti Kila langsung telfon om dan tante Clara" Ucap Syakila


"Mbokkk apakah anak-anak rewel hari ini?" Tanya Sarah


"Tidak nyonya Syakila dan Anggara sama sekali tidak nakal, mereka sangat baik terlebih si kecil sangat pengertian sekali jarang nangis nyonyaaa" Jawab Mbok Imah


"Alhamdulillah, Hallo Sayang sini yuuk Bunda gendong sayang, maaf ya bunda pulang malam" Ucap Sarah sambil menggendong putra kecilnya


"Bun tadi gimana acaranya lancar?" Tanya Syakila


"Lancar sayang, kamu dapat banyak salam dari om-om kamu dan juga tante-tante kamu" Ucap Sarah


"Emmmm Syakila kangen bunda sama om dan tante-tante dan juga adik-adik Syakila" Ucap Syakila


"Nanti kita buat mereka semua kumpul dirumah kita ya sayang, khusus keluarga sajaaaa" Ucap Sarah


"Wahhhh benar bunda?" Tanya Syakila sangat bahagia


"Bener dong" Jawab Bunda Sarah


"Yeyy aku juga kangen sama Oma" Ucap Syakila


"Nanti kita bujuk Oma untuk segera datang ke Jakarta ya sayang" Ucap Sarah


"Yeyyy okeyyy bunda" Jawab Syakila.


Syakila, Sarah dan Anggara menghabiskan waktu bersama dimalam hari, karena siang hari Sarah sulit untuk bersama dengan kedua anaknya.


Semenjak Alfian tiada kini Sarah setiap hari datang kekantor untuk meneruskan perusahaan milik almarhum suaminya.


****