
Kamar yang sangat Luas dengan dekorasi yang sangat indah perpaduan warna Abu-Abu dan Putih, Begitu banyak hiasan gambar-gambar didinding, lemari hias yang penuh
dengan koleksi mainan mobil-mobil mewah milik Rangga, Semua tersusun sangat rapih.
"Kak mobil ini bagus sekali" Ucap Syakila
"kamu suka?"
"Ia kak aku suka bangettt " jawab Syakila sambil memandangi mobil itu yang terpajang didalam lemari hias milik Rangga.
Rangga mengambilkan Mobil yang disukai oleh Syakila dan memberikannya kepada Syakila
"Ini untukku?" tanya Syakila
"Ia" jawab Rangga dengan wajah Rangga yang datar dan Syakila nampak berbahagia dengan senyuman yang sangat manis, Tiba-Tiba Syakila memeluk dan mencium Pipi Rangga
" Terimakasih Ka Rangga" ucap Syakira
Rangga yang hanya bisa diam dan mematung karena perlakuan dadakan yang diberikan oleh Syakila.
Deggggg
dalam hati Rangga rasanya dia ingin selalu bersama dengan gadis kecil ini, entah sebuah firasat apakah itu, padahal beberapa jam yang lalu Rangga masih sangat benci melihat Syakila.
"Kak"
"apa?" jawab Rangga dengan sangat cuek
"hayo main dokter-dokteran kak, kakak jadi pasiennya ya aku jadi dokternya, kalo kakak nolak aku akan nangis yang kenceng" ucap Syakila.
Wajah Rangga kembali menjadi sebal kepada Syakila
"Baiklah" jawab Rangga dengan terpaksa.
Rangga dan Syakila melanjutkan main bersama sampai mereka kelelahan dan merekapun ketiduran.
****
Diruang kerja Pak Wiranto
"Saya rasa belakangan ini saya tidak mempunyai musuh Pak" Jawab Alfian
"Coba kalian fikir baik-baik nak Alfian dan juga Nak Sarah, coba kalian ingat-ingat, siapa orang yang kira-kira sangat membenci kalian? " ucap pak Wiranto.
"Saya tidak punya musuh Pak, Bahkan saya nikah dengan Alfian saat saya masih umur 19 Tahun, Saya masih sangat muda, Mungkin perbuatan mantan-mantanmu yang banyak itu Bapak Alfian yang terhormat, coba kau fikir-fikir selidiki semua mantan-mantanmu itu"
"Biasa aja dong, kenapa kau malah mancing-mancing aku Sayang?" yang jelas semenjak denganmu aku setia kepadamu "
"Entahlah aku sangat yakin ini pasti ada urusannya dengan mantanmu" ucap Sarah
"Jangan-jangan mantanmu Sarah Sayang" Alfian tidak mau kalah
"Kenapa kalian jadi bertengkar?, coba fikirkan dengan kepala dingin nak" ucap Pak Wiranto
"mantan dia pasti" ucap Alfian
"rekan bisnismu coba kau ingat-ingat" ucap Pak Wiranto
"Saya rasa tidak ada yang berani Pak rekan bisnis saya jika bermain-main dengan Saya"
Alfian meminta Dimas dan Pram segera memberikan data tentang semua mantan-mantan Alfian dan juga Sarah, begitupun dengan data rekan bisnis yang mencurigakan dan tak lupa Alfian meminta Dimas dan pram mengurusi kantor dengan sangat baik dan tidak mengecewakan.
"Akhhhhhhhhh Sakit" Rintihan suara Sarah
Pak Wiranto dan Alfian Panik
"Kenapa Sayang?" tanya Alfian
"Perutku sakit sekali Sayang" Jawab Sarah dan tak kuasa Sarahpun menangis
"Saya akan panggilkan dokter pribadi keluarga saya, sebentar, Segera bawa dulu istrimu istirahat na Al" ucap Pak Wiranto
"Baik Pak Terimakasih"
Alfian langsung membopong istrinya ke kamar untuk istirahat.
muka Sarah semakin terlihag pucat, akankah semuanya baik-baik saja, Alfian tidak kuat melihat orang yang dicintainya kesakitan dan menangis, Alfian tidak tau harus berbuat apa dan hanya bisa memeluk dan mencium sang Istri, Alfian semakin panik dia sangat takut jika harus kehilangan Sarah dan buah hatinya, karena sarah merasakan sakit yang luar biasa diperutnya.
****