"Take Care Of You"

"Take Care Of You"
Bandung




Anak laki-laki yang sangat tampan benar-benar menjadi pujaan hati para wanita ia merasa sangat nyaman berada dikasur empuk miliknya kini ia sedang merindukan adik perempuannya yang sangat cantik bagaikan bidadari. Rangga sangat merindukan Syakila Anathasya Dirgantara, rasanya ia selalu ingin menghabiskan waktu persama dengan Syakila.



"Hay adik cantik kamu lagi apa?


Pasti kamu udah sampai di Amsterdam


Pasti bahagia ya disana?


Kapan ya kita bisa main bareng lagi?" Rangga berbicara sendiri dengan bantal guling miliknya.


"Rangga kangen tau sama Syakila


Syakila kapan pulang ke Indonesia?


Kapan main ke Bandung?


Coba aja aku bisa lihat Syakila sekarang"


Hahahahaha si Rangga ada-ada saja bantal guling diajak ngobrol, hayooo diantara kalian Reader siapa yang sering mengobrol dengan benda mati?


Siapa hayo kalo mau tidur suka ngehalu dulu ?


Padahal belum tentu yang dihalunya akan terjadi, hayooo siapa?


Apakah ada yang mengalami hal yang sama seperti Rangga?


Tiba-tiba pintu kamar Rangga terbuka, Oppa Rangga masuk kedalam kamar Rangga untuk mengecek cucu semata wayang yang amat ia cintai.


"Hallo cucuku, selamat malam"


"Selamat malam juga Oppa, Oppa baru pulang?"


"Ia sayang ngga Oppa baru pulang, maafkan Oppa ya hari ini Oppa sibuk"


"Ia Oppa Rangga ngertiin Oppa, oppa kan banyak kerjaan"


"Kamu memang anak yang pintar"


"Ia oppa tidak masalah"


Oppa tersenyum sambil mengelus-ngelus pucuk kepala Rangga.


"Kamu kok belum tidur ngga?, ini sudah jam 23.00 loh, besok kan kamu sekolah"


"Ia Oppa ini juga Rangga lagi berusaha tidur"


"Yasudah Oppa kembali kekamar oppa ya, jangan lupa matikan lampunya" Oppa berjalan menuju pintu kamar Rangga dan tidak lupa menutup pintu kamar Rangga.


Rangga kembali berimajinasi ia menghayal Rangga dan Syakila menikah, Rangga sangat bahagia sekali berjalan beriringan dengan gadis yang sangat cantik dan Rangga senyum-senyum sendiri membayangkan khayalannya itu, seketika ia sadar


"Hihhh mikirin apa si otak aku ini, mending tidur deh" Rangga mematikan lampu kamar dan menarik selimut miliknya dan ditutupilah tubuh Rangga menggunakan selimut.


****


Suasana Kamar Oppa Wiranto


Kini Pak Wiranto tampak sudah menggunakan pakaian santainya untuk tidur dan ia membuka salah satu laci miliknya, ia mengambil album foto kenangan dirinya bersama istri dan juga anaknya.


"Sayang kamu apa kabar?, kamu pasti baik-baik saja kan disana?, kamu sekarang sudah tidak merasakan sakit lagi kan?, aku disini selalu merindukanmu dan berdoa yang terbaik untukmu" Ucap Pak Wiranto sambil jemari tangannya meraba foto sang istri tercinta ya itu ialah Oma Rangga.


"Naaa sudahkah kamu bertemu mamahmu di Surga na?, Papah pasti berusaha jadi yang terbaik untuk anakmu sayang" Ucap Pak Wiranto sambil mengelus foto putranya dan memberikan senyuman termanis milik oppa Wiranto.


"Ya Allah kuatkanlah hampa, tolong panjangkanlah umur hamba sampai cucuku bisa mengurus hidupnya sendiri karena kini ia hanya memilikiku, hamba tidak akan sanggup jika kau ambil nyawaku lebih cepat, tolong kuatkan hamba untuk menjadi kakek dan Ayah terbaik untuk Rangga, lindungilah selalu Rangga ya Allah" kini Pak Wiranto meneteskan air mata ia merasa dirinya semakin tua, ia tidak ingin sang maha pencipta mencabut nyawanya, ia ingin melihat Rangga cucu satu-satunya sukses baru dia akan tenang kembali kepada sang maha pencipta.


Penasaran dengan kisah siapa ni reader?


kisah Alfian dan Sarah atau Rangga dan Syakila ujungnya akan seperti apa?


Atau laki-laki yang terbaring koma?


Atau Steven yang tiba-tiba memutuskan untuk tidak balas dendam?


Rasanya masih aneh jika Steven tiba-tiba berhenti mengusik ketentraman keluarga Dirgantara.


****