"Take Care Of You"

"Take Care Of You"
Sarah Siuman



Suasana ruangan milik Wiranto.


Sarah masih berbaring tidak berdaya ditempat tidur, serta selang infus yang menempel dikedua tangannya, Alfian menenggelamkan mukanya didekat wajah sang istri sambil menggenggam erat tangan Sarah. Sarah menggerakan tangannya, penglihatannya sedikit demi sedikit mulai terlihat jelas ruangan rawat demgan desain sangat nyaman, Alfian yang menyadari pergerakan tangan sang istri ia langsung mencium kening sang istri dengan raut muka yang berusaha tegar dan memberikan senyum termanis milik Alfian Dirgantara untuk sang istri.


"Sayang kok aku di infus sampe 2 begini?" tanya Sarah merasa sangat sebal


"Ia sayang daya tahan tubuh kamu sekarang sangat rendah" Alfian menjawab sambil mengelus-elus rambut Sarah dengan penuh kelembutan


"Oooh aku mungkin hanya kecapean saja ya sayang?" Tanya Sarah dengan sangat yakin meyakini dirinya sendiri


"Ia Sayang" Alfian menjawab berusaha mengukir senyuman termanis dibibirnya, padahal rasanya ia ingin sekali mengatakan yang sebenarnya.


"Sayang" Ucap Sarah


"Ia kenapa sayang?, kamu istirahat saja ya sayang" Alfian sambil mengelus lembut rambut sang istri.


"Kok aku bisa pingsan ya sayang, ini kali pertama aku pingsan loh sayang" Tanya Sarah kepada Alfian


"Ya makanya kamu jangan banyak fikiran ya sayang, jadi kamu pingsan deh" Jawab Alfian


"Hemmmm sayang, duh pasti dede dikandungan Bunda khawatir ya karena Bundanya pingsan" Ucap Sarah sambil mengelus perutnya dengan lembut.


Alfian yang melihat tingkah sang istri semakin merasa bersalah karena menutupi kejadian yang sebenarnya.


Alfian belum berani untuk menceritakan kepada Sarah jika kandungannya keguguran, ditambah dengan keadaan sarah yang masih sangat lemah, Alfian tidak ingin membuat istrinya semakin drop, Alfian hanya bisa menemani Sarah yang masih terbaring lemah ditempat tidurnya, serta kedua tangan sarah yang masih penuh dengan infusan.


"Sayang" Tanya Sarah kepada Alfian


"Ia sayang" jawab Alfian


"Syakila ada, dia lagi bermain bersama Rangga"


"Wahhh sekarang mereka dekat ya, padahal pertemuan pertama mereka sangat lucu sekali Hahahahah" Sarah mengingat kejadian insiden *** kucing


"Emang ada apa sayang?" Tanya Alfian sangat penasaran


"Kamu gak tau ya sayang?" Tanya Sarah "aku kira kamu sudah tau sayang"


"Ceritain dong sayang aku sangat penasaran" Ucap Alfian penasaran


Sarah menceritakan semua kejadian dipagi hari itu tanpa ada cerita yang tertinggal, Sarah kembali tertawa membayangkan ekspresi Rangga dan Sarah pada hari itu, Alfianpun tertawa membayangkan wajah tampan Rangga belepotan terkena *** Kucing.


"Sekarang kamu makan dulu ya" Sambil menyuapkan bubur kedalam mulut sang Istri, Sarah menerima perlakuan manis dari orang yang terkasih, Sarah sangat bahagia karena Alfian Dirgantara sangat perhatian.


Sarah masih sangat tidak menyangka bisa dicintai oleh laki-laki muda yang sangat kaya. Sarah mencintai suaminya karena Alfian begitu sangat perhatian terhadapnya, Alfian selalu berusaha bersikap baik kepada Sarah, walaupun diawal pernikahannya keluarga mereka banyak masalah karena banyak wanita yang berusaha mengganggu hubungan Sarah Winata dan juga Alfian Dirgantara.


"Terimakasih ya sayang" Ucap Sarah


"Makasih buat apa sayang?"


"Kamu telah menjadi suami siaga untukku"


"Itu sudah tugasku sayang, untuk selalu membahagiakanmu, aku sudah berjanji ketika kau menjadi istriku, aku akan selalu menjaga dan membahagiakan wanitaku yang paling cantik" Alfian menjawab sambil mencubit hidung mancung milik Sarah.


Sarah sangat senang mendengar perkataan Alfian Dirgantara, ia benar-benar tidak Menyangka Alfian benar-benar tulus dan sangat menyayangi dirinya, padahal Sarah tau bahwa Alfian sebelum mengenal Sarah ia tak jauh dari Pria berengsek yang memiliki banyak kekasih, kini semua telah dihempaskan oleh pengusaha muda Alfian Dirgantara, wah Sarah benar-benar merasa sangat beruntung.


****