Young Mommy

Young Mommy
Part 96



...🍃Happy Reading🍃...


Hari ini Angga kembali menemui Mona. Tapi kali ini ia sangat sulit berbicara dengan calon istrinya itu karena Mona enggan menemuinya.


"Nak Angga, apa kalian ada masalah ?" tanya Mama Mona.


"Hanya ada sedikit kesalahpahaman Ma" jawab Angga.


Mama Mona menghela nafas dengan berat, disaat pernikahan putrinya tinggal empat hari mereka justru sedang berselisih paham.


"Mama coba panggil ya" Mama Mona beranjak dari tempat tidurnya, ia mengetuk pintu kamar Mona. Tapi tetap saja, Mona enggan membuka pintunya.


Mama Mona pun kembali ke tempat duduknya, ia menatap calon menantunya seraya menggelengkan kepalanya.


Angga hanya bisa terdiam. Kini dirinya sudah dilanda ketakutan yang sangat besar. Ia takut pernikahannya dengan wanita yang ia cintai batal. Membayangkannya saja Angga sudah tidak sanggup.


"Sebaiknya kamu pulang saja Nak ! Nanti biar Mama yang mencoba bicara dengan Mona" ujar Mama Mona.


Angga hanya mengangguk, pria itu mencium punggung tangan calon Mama mertuanya sebelum melangkahkan kakinya keluar.


"Jika pernikahan kita batal, maka hidupku benar-benar telah hancur" ucapnya lirih kala berada di dalam mobil.


"Mengapa kamu tidak ingin mendengar penjelasanku dulu sayang ?" lanjutnya kini terisak.


Mungkin sebagian orang, melihat seorang pria menangis kerena wanita itu merupakan pria yang lemah. Tapi perlu kalian ketahui, pria yang menangis karena wanita itu mempunyai hati yang mencintai dengan tulus.


Sebelum pergi, Angga mengirim pesan pada Mona. Meskipun ia tahu wanita itu tidak akan membuka pesan darinya, tapi setidaknya ia sudah memberikan penjelasan.


Sementara Mona yang berada di dalam kamar menatap mobil Angga meninggalkan rumahnya.


Wanita itu kembali ke ranjangnya dan terisak, "Jika saja kamu menghamili wanita lain mungkin aku masih bisa bertahan denganmu" ucapannya.


Dadanya terasa sesak, ia kini pengertian mengapa akhir-akhir ini sikap Angga mendadak aneh setelah bertemu dengan Dira.


"Kenapa harus kamu yang menghamilinya ? Kenapa ?" teriaknya, "kenapa harus Dira ? Kenapa ? Kenapa bukan wanita lain saja ?" lanjutnya dengan suara serak.


Cukup lama Mona terisak. Matanya yang semalam bengkak kini semakin bengkak karena menangis terlalu lama.


Karena lelah, Mona akhirnya memutuskan untuk istirahat, matanya terasa berat, kepalanya juga terasa pusing.


Tapi baru saja Mona membaringkan tubuhnya, tiba-tiba ia mendengarkan ketukan pintu lagi.


Ia tidak menghiraukan ketukan itu karena mengira Angga yang kembali ingin bertemu dengannya.


Saat kesadaran Mona hampir hilang, tiba-tiba ia dikejutkan dengan teriakan sang Mama. Akhirnya mata wanita itu kembali terbuka, ia bergegas membuka pintu.


Setelah pintu terbuka, sang Mama memeluk tubuhnya dengan erat sambil menangis.


"Mona... Angga..." ucapnya seraya terisak.


Mendengar nama Angga disebut membuat perasaan Mona mendadak tidak enak.


"A-Angga kenapa ?" tanyanya.


"Angga... Kecelakaan" jawab sang Mama.


Deg.


Dadanya bagaikan dihantam batu besar, jantung Mona serasa berhenti berdetak. Seketika tubuhnya bergetar hebat, pikirannya mendadak kosong saat mendengar calon suaminya kecelakaan.


Sang Mama yang melihat Mona terdiam mencoba mengguncang tubuh putrinya.


"Mona... Kenapa kamu diam saja ? Mona, kita harus segera ke rumah sakit Nak !" ucap sang Mama.


Tapi sayangnya Mona tidak mendengarkan ucapannya. Wanita itu hanya mengeluarkan air mata tanpa suara.


Sang Mama tentu sangat cemas melihat putrinya yang terdiam. Ia hendak memanggil suaminya namun sayangnya Mona sudah terjatuh di lantai dalam keadaan tidak sadarkan diri.


Mama Mona berteriak memanggil suaminya, ia menangis histeris melihat putrinya tidak sadarkan diri. Tak lama Papa Mona datang dan menghampiri mereka.


"Ada apa Ma ?" tanyanya, "Mengapa Mona bisa pingsan seperti ini ?" ia begitu panik saat melihat putrinya tidak sadarkan diri dan juga Istrinya yang menangis histeris.


"Pa... Angga kecelakaan..." Jawab Mama Mona sambil terisak.


Papa Mona terkejut saat mendengar jawaban istrinya.


Akhirnya mereka membawa Mona ke rumah sakit, sebelum Mama Mona sudah bertanya di rumah sakit mana Angga berada.


🍃


Siang ini Ayana sedang bersiap-siap ke kantor suaminya. Tadi pagi Gama berpesan agar Ayana mengantarkan makanan siang untuknya.


"Ayo sayang !" Ucap Ayana mengajak putranya pergi.


Ayana dan Zayyan pergi dengan menaiki taksi online. Setelah tiga puluh menit akhirnya mereka tiba di tempat tujuan.


Sebelum masuk, Ayana menghubungi suaminya terlebih dahulu.


"By, kami sudah sampai" ucap Ayana saat panggilan terhubung.


📞 "Baik sayang, kamu tunggu pak Rasman menjemput kalian" jawab Gama.


Pak Rasman adalah asisten Ayah Budianto yang kini menjadi asisten Gama.


Tak lama seorang pria paruh baya menghampiri mereka.


"Mari Nyonya, ikut saya !" ucap Pak Rasman.


"Panggil Ayana saja !" pinta Ayana yang merasa canggung dipanggil Nyonya oleh pria yang seumuran dengan Papanya.


"Nona Ayana ?" ucap Pak Rasman.


"Sepertinya itu lebih bangus pak" balas Ayana tersenyum.


Mereka berjalan masuk dan melewati beberapa staf. Sebagian ada yang menunduk hormat Setya tersenyum ramah dengan Ayana, ada juga yang menunduk hormat tapi mata mereka menatap Ayana dengan sinis.


Samar-samar Ayana mendengar bisikan-bisikan beberapa staf yang mencibirnya.


"Pakai cara kotor buat jadi Nyonya di keluarga Wismagara"


"Tapi hebat sih, anak haramnya bisa diakui oleh keluarga Tuan Gama"


"Padahal wajahnya mah pas-pasan, cantikan juga aku"


Sebisa mungkin Ayana menahan amarahnya, sebenarnya ia tidak marah jika dibilang wanita murahan. Tapi ia akan marah jika anaknya yang dihina anak haram. Seandainya ia sedang berada di luar kantor, mungkin ia sudah menjambak dua wanita itu.


"Nanti saya yang mengurusnya Nona" ucap Pak Rasman, "silahkan Nona masuk lift ! Lift ini akan membawa Nona ke lantai dimana ruangan Tuan berada" jelas pak Rasman.


"Bapak tidak ikut ?" tanya Ayana.


"Tidak Nona, saya akan membereskan kedua kecoa itu terlebih dahulu" jawab Pak Rasman.


Ayana mengangguk paham. Akhirnya hanya dirinya dan putranya yang akan menemui Gama.


Beberapa detik kemudian mereka tiba di lantai tempat dimana ruangan suaminya berada.


Ayana mengetuk pintu ruang suaminya, terdengar suara Gama yang menyuruhnya masuk.


Wanita itu masuk sambil tersenyum, meskipun hatinya masih panas karena putranya dihina.


"Papa..." Teriak Zayyan menghampiri Gama.


Gama pun beranjak dari kursi kebesarannya, ia berjongkok agar bisa menangkap dan memeluk tubuh mungil putranya.


"Ini tempat kerja Papa ?" tanya Zayyan.


"Iya sayang" jawab Gama.


Pria itu menggendong putranya, setelah itu ia menghampiri istrinya yang saat ini sudah duduk di sofa.


Gama mendaratkan sebuah kecupan di kening Ayana sebelum ikut duduk dengan istrinya.


Ayana menyusun makanan yang ia bawa di atas meja. Setelah itu mereka makan siang dengan suasana hangat.


"Kalian tidak usah pulang ya ! Nanti kita pulang bareng" ucap Gama.


"Baiklah" jawab Ayana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...