Young Mommy

Young Mommy
Part 93



...🍃Happy Reading🍃...


"Sayang, malam ini Zayyan tidur sendiri aja ya" Pinta Gama sambil memeluk tubuh istrinya dari belakang dengan manja.


Sudah lebih satu minggu sejak mereka tinggal di Surabaya, Gama belum pernah menyentuh Ayana lagi karena Zayyan selalu menempel dengan mereka. Ditambah lagi sang istri datang bulan.


Ayana terkekeh geli melihat tingkah suaminya.


"Emang mau ngapain sampai-sampai Zayyan harus tidur sendiri malam ini ?" tanya Ayana.


"Sayang, sudah satu minggu lebih loh aku puasa" balas Gama merengek.


Ayana tertawa mendengar ucapan suaminya, "Iya, nanti kita coba bujuk Zayyan ya" ucapnya.


"Makasih sayang" ucap Gama sambil mengecup pipi sang istri.


"Ya sudah, sekarang kamu pindah, jangan peluk-peluk seperti ini ! Nanti masakannya nggak selesai-selesai" ucap Ayana.


Mau tidak mau Gama melepaskan pelukannya. Ia kemudian ke kamar untuk membangunkan Zayyan.


🍃


"Hari ini berangkat bareng Freya lagi ?" tanya Ibu Shita pada Aaron.


"Iya, Bu" jawab Aaron.


Memang semenjak Dira ke Bandung, Freya sering menjemput Aaron untuk berangkat bareng ke rumah sakit.


Dira pun tidak mempermasalahkan itu. Toh mereka memang rekan kerja.


Ibu Shita menatap Dira yang sedang sibuk melayani suaminya. Hatinya bertanya, apakah Dira tidak merasa cemburu jika suaminya diantar jemput oleh seorang wanita.


"Makan yang banyak !" ucap Dira pada Aaron.


"Terima kasih" balas Aaron.


Ibu Shita melihat interaksi keduanya, ia merasa jika hubungan mereka masih jalan di tempat.


"Bu, hari ini Fabio tidak bisa pulang makan siang" ucap Fabio.


"Kenapa ?" tanya Ibu Shita.


"Ada pertemuan dengan teman sekolah di kafe" jawab Fabio.


"Oh..."


Selesai sarapan, Fabio berangkat kerja. Tak lama kemudian Freya datang menjemput Aaron.


Wanita itu turun dari mobil dan menghampiri Aaron.


"Selamat pagi semuanya" sapa Freya ramah.


"Selamat pagi Dokter Freya" balas Dira tersenyum.


"Mas Aaron sudah siap ?" tanya Freya.


"Sudah, ayo berangkat !" Jawab Aaron.


Aaron kemudian pamit pada istrinya. Dira segera mencium punggung tangan suaminya.


Interaksi suami istri itu tentu membuat hari Freya terasa sesak. Wanita itu memalingkan wajahnya ke lain arah.


"Kami pergi ya" ucap Aaron.


"Hati-hati ya" balas Dira.


Ia melihat suaminya masuk ke mobil Freya. Setelah mobil Freya menghilang dari pandangannya, ia kemudian masuk rumah.


Saat di ruang tengah, Ibu Shita memanggilnya, "Sayang, kemarilah !"


Dira yang hendak masuk kamar mengurungkan niat. Ia menghampiri Ibu Shita dan duduk disampingnya.


"Ada apa Ibu ?" tanyanya.


"Sayang, apa kamu tidak cemburu melihat suami kamu diantar jemput oleh wanita lain ?" Tanya Ibu Shita to the point.


Dira menggelengkan kepalanya, memang ia tidak merasa cemburu sama sekali.


Ibu Shita menghela nafas dengan kasar. Entah pernikahan apa yang dialami anatar Dira dan Aaron. Ia khawatir jika rumah tangga mereka tidak akan bertahan lama hanya karena mereka sulit untuk membuka hati satu sama lain.


"Apa sampai sekarang kamu belum mencintai suamimu ?" tanya Ibu Shita.


"Bu... Sebenarnya Dira hanya menganggap Aaron seperti seorang kakak. Saat Dira dengan Aaron, Dira merasa nyaman dan merasa dilindungi oleh kakak Dira sendiri" jawab Dira jujur.


"Lalu bagaimana dengan Aaron sendiri ?" tanya Ibu Shita.


"Aaron juga hanya merasakan hal yang sama dengan Dira. Ia menikahi Dira karena ingin melindungi Dira dan juga supaya anak yang aku kandung mempunyai status yang jelas" jelas Dira.


Dira mengangguk pelan. Ibu Shita benar-benar pusing dan bingung dengan rumah tangga Dira dan Aaron. Ia bukannya ingin ikut campur dengan rumah tangga mereka. Tapi Ibu Shita sudah menganggap mereka seperti anak sendiri, tidak mungkin seorang Ibu membiarkan anak-anaknya terjerat dalam rumah tangga yang rumit seperti ini.


"Kami juga sudah sepakat, jika anak ini lahir tapi diantara kita belum bisa saling mencintai. Maka kita akan memilih untuk berpisah. Aku juga tidak mungkin mengikat Aaron dan menghalanginya mencari wanita yang ia cintai" jelas Dira.


Kali ini Ibu Shita terkejut mendengar ucapan Dira. Ia benar-benar tidak tahu jalan pikir sepasang suami-istri itu.


🍃


Siang harinya, Freya mengajak Aaron makan siang di kafe.


"Makanan disini tuh enak-enak loh Mas" ucap Freya saat mereka sedang sibuk memilih makanan.


"Oh ya ? Kalau gitu kamu pilihin makanan yang paling enak menurut kamu !" Pinta Aaron.


Freya tersenyum lembut pada pria itu, ia tentu dengan senang hati memenuhi permintaan Aaron.


Setelah memilih menu makanan, mereka kembali mengobrol. Sesekali Aaron memberikan sebuah candaan yang membuat Freya tertawa. Begitu juga dengan Freya yang bisa membuat Aaron tertawa lebar.


'Ya Tuhan, apa salah jika aku mencintai suami orang lain ?' batin Freya saat melihat tawa lepas dari pria yang ia cintai.


Beberapa menit kemudian, makana mereka tiba.


"Selamat makan" ucap Aaron pada Freya.


"Selamat makan" balas Freya terkekeh.


Keduanya menikmati makan siang mereka. Tanpa mereka sadari seseorang sedang memperhatikan interaksi mereka.


"Bio, makan dong !" ujar seorang wanita.


Fabio yang tadinya menatap ke arah meja Aaron tersentak karena wanita itu menegurnya.


"Ah, baik" jawabnya.


"Kamu sedang lihatin apa sih ?" tanya wanita itu.


"Bukan apa-apa" jawab Fabio, "Ayo Ris, kamu juga makan !" pinta Fabio.


Akhirnya mereka berdua menikmati makanan siang mereka.


Saat ini Fabio memang berada di kafe yang sama dengan Aaron. Ia memang berjanji pada teman sekolahnya untuk bertemu di kafe ini.


Teman Fabio adalah seorang wanita. Namanya Risty, dia wanita yang cantik dan juga seorang designer yang cukup terkenal di Surabaya.


Dari jaman sekolah, Risty sudah menyimpan perasaan pada Fabio. Tapi sayangnya wanita itu tidak berani mengungkapkan perasaannya karena tahun Fabio menjauhinya.


"Bio, kenapa sampai sekarang kamu masih sendiri ?" tanya Risty.


"Karena belum menemukan yang cocok" jawab Fabio.


"Bagaimana bisa kamu menemukan yang cocok jika kamu tidak mencarinya" balas Risty.


Fabio hanya tersenyum mendengar ucapan temannya itu. Ia bukannya tidak mencari tapi memang belum ada yang bisa menggantikan posisi Ayana di hatinya.


"Coba kamu sedikit peka dengan wanita yang ada di sekitar kamu ! Pasti kamu akan menemukan wanita yang bisa membuat hatimu bergetar" lanjut Risty.


"Nanti akan aku coba" canda Fabio.


🍃


Gama menatap wajah istrinya. Sesekali tangan pria itu bergerak nakal sehingga membuat Ayana merasa kesal.


"Jangan seperti ini ! Nggak malu apa dilihatin Zayyan ?" kesal Ayana.


"Nggak malu dong, kan sama anak sendiri" jawab Gama.


"Ck... Kamu ini" kesal Ayana mencubit pipi suaminya dengan gemas.


"Aww... Sakit sayang" pekik Gama sambil mengusap pipinya yang terasa perih.


Ayana tidak memperdulikan rintihan suaminya, ia masih asik memandang putranya yang sedang bermain.


Saat ini mereka sedang berada di rumah tengah. Gama sedang berbaring di sofa dengan posisi kepala yang berada di paha Ayana.


"Sayang, aku lihat-lihat hubungan Dira dan Aaron sepertinya masih jalan ditempat" ucap Gama pada istrinya.


"Aku juga merasakan hal yang sama" balas Ayana.


"Bagaimana nasib rumah tangga mereka jika berjalan tanpa cinta ?" tanya Gama.


"Aku juga tidak tahu. Kita doakan saja yang terbaik untuk mereka !" balas Ayana.


"Iya sayang. Semoga mereka bisa saling cinta" ucap Gama.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...