Young Mommy

Young Mommy
Part 108



...🍃Happy Reading🍃...


Pagi hari ini Dira sedang menyiapkan pakaian kerja Aaron. Tak lama pria itu pun keluar dari kamar mandi.


"Hari ini berangkat lagi sama Freya ?" tanya Dira.


Aaron mengangguk. Pria itu kemudian masuk ke kamar mandi untuk memakai pakaiannya. Dira menatap pintu kamar mandi tersebut dengan tatapan yang sulit diartikan.


Dira merasakan akhir-akhir ini Aaron memiliki banyak perubahan. Dira menebak-nebak jika suaminya itu menyimpan perasaan untuk Freya.


"Ya Tuhan, jika memang kami tidak ditakdirkan untuk bersatu, maka biarkan kami berpisah dengan baik-baik. Aku tidak mungkin menghalangi Aaron untuk mencari kebahagiaannya sendiri" ucap Dira lirih.


Wanita itu sama sekali tidak merasa sakit hati jika Aaron ternyata benar menyimpan perasaan pada Freya. Toh mereka memang sudah sepakat untuk berpisah saat anak yang dikandungnya sudah lahir. Mereka tidak mungkin bertahan dalam sebuah rumah tangga tanpa adanya cinta.


Beberapa menit kemudian, Aaron keluar dari kamar mandi. Dira lalu mendekati suaminya dan membantunya memakai jas kedokterannya.


"Nanti bisa tidak kita makan diluar ?" tanya Dira.


Aaron menatap wanita di hadapannya itu, "tumben ngajakin makan diluar" balasnya sambil merapikan anak rambut Dira.


"Memangnya kenapa ? Kamu tidak mau ?" tanya Dira lagi.


Aaron terkekeh, "tentu saja mau. Nanti aku coba pinjam mobil Freya buat jemput kamu"


"Tidak usah, aku bisa naik taksi online" tolak Dira.


"Tidak apa-apa. Freya baik kok, lagian aku tidak mungkin membiarkan kamu keluar sendirian dalam keadaaan hamil tua seperti ini" ujar Aaron.


"Hmm, baiklah jika itu mau kamu" balas Dira pasrah. "Sudah selesai, sekarang kita keluar yuk !"


Mereka keluar dari kamar, bertepatan dengan keluarnya Fabio dari kamarnya. Tatapan Dira dan Fabio bertemu tapi hanya dalam waktu sekejap mereka mengalihkan pandangan mereka.


"Tumben baru keluar. Biasanya udah duduk di meja makan" ucap Aaron.


"Tadi ada berkas yang ketinggalan di kamar" balas Fabio.


Akhirnya mereka bertiga berbarengan menuju meja makan.


"Selamat pagi anak-anak Ibu" sapa Ibu Shita saat melihat mereka.


"Selamat pagi Bu" balas Dira, "selamat pagi Ayah"


Sementara Fabio dan Aaron hanya membalasnya dengan senyuman.


"Selamat pagi putri Ayah" balas Ayah Sandy.


"Ayo sarapan !" ajak Ibu Shita.


Mereka pun menikmati sarapan pagi mereka dengan suasana hangat.


"Oh iya, HPL kamu kapan ?" tanya Ibu Shita pada Dira.


"Kalau kata Dokter sih di Minggu ini, Bu" jawab Dira.


Ya, memang Dokter memperkirakan hari lahiran Dira Minggu ini. Kemarin ia baru saja memeriksakan kandungannya.


"Wah, tidak lama lagi kita akan punya cucu baru, Ayah" ucap Ibu Shita sangat senang.


Dira sangat senang karena anaknya yang belum lahir begitu banyak yang menyayanginya.


"Bio, Ibu dan Ayahmu juga tidak sabar menunggu cucu dari kamu. Jadi kapan kamu menikah ?" tanya Ibu Shita pada putra semata wayangnya.


Seketika Fabio berhenti mengunyah makanannya. Ia terdiam sambil menatap kosong piringnya.


Sebenarnya ia pun bosan hidup sendiri. Ia juga ingin memiliki keluarga kecil yang bahagia. Tapi sampai detik ini belum ada yang bisa menggantikan Ayana di hatinya.


Beberapa hari yang lalu ia mencoba berkencan dengan teman wanitanya. Tapi wanita itu tidak bisa membuat hatinya bergetar. Hanya ada satu wanita yang bisa membuatnya salah tingkah dan membuat jantungnya berdebar kencang selain Ayana. Namun wanita itu sudah bersuami, tidak mungkin juga ia menjadi pebinor.


"Nanti kalau sudah ketemu jodohnya, Bio bakalan kasi cucu yang banyak untuk Ayah dan Ibu" jawab Fabio.


"Makanya, sebagai laki-laki kamu harus cari jodoh kamu sampai dapat ! Jangan seperti perempuan yang hanya menunggu cinta datang menghampiri kamu" ledek sang Ayah.


"Ledekin saja terus !" balas Fabio mulai kesal.


Bukannya merasa bersalah, Ayah Sandy malah terkekeh. Aaron pun ikut terkekeh melihat nasib sepupunya itu.


"Kamu jangan ikutan tertawa !" kesal Fabio terhadap Aaron.


"Hahaha, maaf ! Tapi benar kata Ayah, sebagai laki-laki kamu harusnya berusaha mencari cintamu yang entah nyangkut dimana. Maka dari itu kamu doakan semoga jodohmu itu cepat putus dengan kekasihnya. Masih bagus kalau belum nikah. Kalau udah nikah, minta sama Tuhan agar mereka cepat cerai !" ucap Aaron sambil terkekeh.


"Kau ini benar-benar membuatku kesal. Kamu mendoakan aku dapat janda, kalau dapatnya Ayana tidak masalah" balas Fabio.


"Huusttt... Kamu ini kok malah mendoakan Ayana yang tidak-tidak" tegur sang Ibu.


"Ya kan siapa tahu" balas Fabio sambil nyegir seperti Kuda.


"Sudah ! Sekarang lanjutkan sarapan kalian ! Nanti kalian terlambat masuk kerja" ujar sang Ayah.


Akhirnya mereka mengakhiri perdebatan mereka dan melanjutkan acara sarapan mereka.


🍃


Hari ini Ayana memutuskan untuk ke Dokter Obgyn memeriksakan kandungannya.


"Jalannya pelan-pelan saja sayang !" ucap Gama sambil menuntun Ayana turun dari mobil.


"By, aku ini sedang hamil bukanya sakit" ucap Ayana. Entah sudah berapa kali Gama mengatakan agar ia berjalan dengan pelan.


"Justru karena kamu hamil, kamu harus hati-hati saat jalan. Aku nggak mau kalau terjadi apa-apa pada kalian" ucap Gama sambil mengelus lembut perut Ayana.


Ayana memutar bola matanya dengan malas. Apa suaminya ini lupa jika ia wanita yang kuat, bahkan saat hamil anak pertama saja Ayana pernah melakukan perkejaan berat.


"Ayo masuk !" ajak Gama. Tangannya merangkul pinggang Ayana dengan posesif. Ayana sendiri sudah pasrah dengan perlakuan suaminya yang bisa dikatakan overprotektif.


Mereka pun menunggu giliran mereka di depan ruangan Dokter Obgyn.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Maaf, ya untuk beberapa Hadi kedepan Sa nggak bisa Up banyak² 🙏 akhir-akhir ini kesehatan lagi menurun banget 🤧 hampir setiap pagi rasa mual 🥺 jadi Sa harap kalian mengerti dan tidak kabur ya 😭😭😭


Sa sayang kalian 🤗❤️