
...🍃Happy Reading🍃...
Kini giliran Bunda Mila dan Mama Lisa yang masuk melihat Ayana dan cucunya.
"Cantiknya cucu Omah" ucap Bunda Mila yang sedang menggendong cucunya.
Sedangkan Mama Lisa sedang menyuapi Ayana makanan.
"Nggak nyangka ya kamu lahirannya di dalam mobil" ucap Mama Lisa.
"Iya, untung lahirnya pas di depan pintu masuk rumah sakit" sambung Bunda Mila.
"Iya benar tuh, jika saja masih dalam perjalanan pasti Gama kalang kabut"
Mereka terkekeh membayangkan Gama panik karena Renata melahirkan di tengah jalan.
*
Tiga hari berlalu, Ayana dan bayinya sudah bisa keluar.
Kepulangan mereka tentu disambut hangat oleh keluarga mereka. Papa Hartono dan Ayah Budianto sama senang karena akhirnya memiliki sepasang cucu yang cantik dan tampan.
"Zayyan akan mengusut perusahaan dari Papanya" ucap Ayah Budianto.
"Dan Zaynah akan melanjutkan dari Mamanya" sambung Papa Hartono tak mau kalah.
"Kalian ini, cucu masih kecil-kecil sudah mikirin kerjaan dan bisnis untuk mereka" celetuk Bunda Mila.
"Benar sekali itu, biarkan saja dulu mereka tumbuh besar" sambung Mama Lisa membenarkan.
"Kami hanya merencanakan. Saat besar nanti kita tidak bisa mengatur pilihan mereka" elak Ayah Budianto.
"Ya, kita hanya berencana saja apa salahnya ?" sahut Papa Hartono ikut membela diri.
Omah menggeleng-gelengkan kepalanya melihat mereka berdebat.
"Sudahlah ! Kalian ini sudah punya cucu malah sibuk berdebat. Orang tuanya saja belum memikirkan hal itu. Biarkan saja mereka tumbuh besar. Tugas kita semua adalah menemani setiap perkembangan mereka. Kita juga harus mendidiknya dengan benar agar menjadi anak yang baik budi" ucap Omah menjadi penengah.
Gama dan Ayana tersenyum melihat orang tua mereka berdebat kecil.
"Sebaiknya kamu masuk ke kamar dan istirahat Nak !" ucap Bunda Mila.
Ayana mengangguk, ia menggendong bayinya masuk ke dalam kamar. Diikuti oleh Gama dan Zayyan.
Ayana meletakkan bayinya di dalam box bayi. Ia menatap wajah cantik putrinya yang sedang tertidur lelap.
Gama menghampiri istirahat lalu memeluknya dari belakang. Tak lupa pria itu mengecup tengkuk Ayana singkat.
"Terima kasih sayang" ucap Gama.
"By, kamu hampir setiap saat mengatakan terima kasih" balas Ayana.
"Bahkan seribu kali aku berterima kasih dalam sehari saja itu tidak cukup atas perjuangan kamu menjadi seorang ibu. Kamu mengandung anak-anakku selama sembilan bulan. Kamu mempertaruhkan nyawa kamu saat melahirkan anak-anakku. Tak sampai disitu, kamu juga merawat mereka dengan baik" ucap Gama.
"Itu sudah menjadi tugasku sebagai seorang wanita" balas Ayana.
Gama melepaskan pelukannya, ia kemudian menggendong Zayyan lalu memeluk pinggang Ayana.
"Adiknya cantik" puji Zayyan.
"Kakak Zayyan juga tampan" balas Ayana dengan menirukan suara anak kecil.
"Nggak, Zayyan nggak mau dipanggil kakak"
"Lalu maunya dipanggil apa ?" tanya Gama.
"Abang Zayyan" jawab Zayyan.
"Baiklah Abang Zayyan" balas Gama.
"Kalau begitu kita istirahat yuk ! Adik Zaynah juga sedang tidur nyenyak, nanti adiknya bangun kalau kita terus berada di dekatnya berbicara" ucap Renata.
"Siap ibu boss" jawab Zayyan dan Gama bersamaan.
Renata terkekeh melihat kekompakan putranya dengan suaminya.
Mereka akhirnya berbaring di atas tempat tidur dengan posisi Zayyan berada di tengah.
Tak butuh waktu lama mereka masuk ke alam mimpi.
*
Beberapa bulan kemudian, usia Zaynah sudah masuk satu tahun
Ayana dan Gama membuat acara ulang tahun untuk putrinya. Mereka mengundang orang-orang terdekat mereka. Bahkan Fabio, Dira, Aaron dan Freya ikut hadir.
"Wah selamat ulang tahun Zaynah"
Mereka secara bergantian memberikan ucapan kepada Zaynah meskipun balita itu sebenarnya belum mengerti.
"Terima kasih banyak Aunty dan Uncle" balas Ayana.
"Terima kasih banyak Bio, Dira kalian sudah menyempatkan waktu hadir di acara ini"
"Sama-sama, lagian kita ke Bandung karena mau sekalian jalan-jalan" balas Dira.
"Terima kasih juga Aaron sudah ikut memeriahkan acara ini"
"Sama-sama. Oh iya kenalin ini tunanganku namanya Freya" ucap Aaron.
"Wah senang sekali akhirnya kamu mendapatkan pujaan hatimu"
"Ya, doakan kami agar bisa langgeng"
"Aamiin... Semoga saja"
Di sela percakapan mereka tiba-tiba Lucas muncul bersama dengan Shintia. Tak hanya itu, Lucas juga terlihat menggendong seorang anak perempuan yang sepertinya seumuran dengan Zaynah.
"Selamat ulang tahun Zaynah, ini ya Om kasih hadiah untukmu" ucap Lucas.
Ayana mengapa pria itu dengan tatapan bingung, begitu juga dengan Fabio dan Dira. Hanya Gama saja yang tidak terkejut saat melihat Lucas datang bersama Shintia.
"Sebenarnya kalian ini sudah menikah atau bagaimana ?" tanya Ayana penasaran. Pasalnya ia belum pernah dengar jika Lucas melakukan pernikahan dengan Shintia.
"Untuk saat ini kami baru menikah siri, kami akan mengesahkan pernikahan kami saat sudah mendapat restu dari orang tua kami" jawab Lucas sambil memeluk pinggang Shintia.
"Wah, semoga saja hati kedua orang tua kalian bisa segera luluh" doa Ayana dengan tulus.
Lucas tersenyum mendengar dia dari Ayana. Begitu juga dengan Shintia.
Shintia kemudian mendekati Ayana dan memeluknya dengan erat.
"Ayana, aku minta maaf atas apa yang telah aku lakukan padamu. Aku benar-benar menyesal".
Ayana tersenyum saat mendengar permintaan maaf Shintia, ia juga membalas pelukan wanita itu.
"Sebelum kamu meminta maaf aku sudah memaafkan kamu" balas Ayana.
"Terima kasih banyak Ayana" ucap Shintia.
Keduanya saling melepaskan pelukan ketika Mona datang.
Tiba-tiba Gama, Ayana, Mona dan Rangga sama-sama terdiam.
Ya, Mona datang bersama dengan Angga dan Rangga. Mereka tidak tahu jika Dira dan anaknya juga datang ke acara ulang tahun Ayana.
"Mona, aku kangen banget" ucap Dira.
Wanita itu memeluk tubuh sahabatnya dengan erat. Seketika Mona semakin menegang kala melihat Rangga sedang menatap anak Dira.
Mona berharap semoga Rangga bisa menahan diri untuk tidak memeluk putranya dan membuat kehebohan acara ini.
🍃
Saat malam tiba Ayana dan Gama sedang berada di dalam bathtub. Mereka sendang melakukan ritual mandi bersama.
"Untung saja Rangga tidak mengatakan semuanya" ucap Gama.
"Iya, jika saja ia mengaku sebagai ayah dari anaknya Dira maka Dira pasti merasa kecewa dengan kita karena menyembunyikan hal ini" sambung Ayana.
"Tapi ada baiknya sih Dira segera tahu hal ini. Mumpung Dira masih sendiri, siapa tahu Rangga mempunya kesempatan untuk bertanggung jawab"
"Iya juga sih"
Mereka kembali terdiam. Kisah cinta Dira ternyata lebih rumit dari kisah mereka.
"Sayang..."
"Hem..."
"Kita main ya !"
"Main apa ?"
"Main itu, burung makan kue apem"
Seketika wajah Ayana memerah mendengar ucapan suaminya. Wanita itu kemudian mengangguk sebagai jawaban.
Gama segera melancarkan aksinya. Jadilah mereka melakukan ritual suami istri sebelum akhirnya membersihkan tubuhnya.
"Terima kasih sayangku. Aku sangat-sangat mencintaimu Ayana Putri Hartono" Gama mengecup kening Ayana penuh kasih sayang.
"Terima kasih juga Hubby, aku tak kalah juga sangat-sangat mencintaimu" balas Ayana menatap mata suaminya dengan tatapan penuh cinta.
Akhirnya mereka kini bisa hidup bahagia setelah melewati masa-masa yang sulit.
... - TAMAT-...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Terima kasih banyak yang sudah mengikuti novel ini 🤗 jangan lupa mampir di karya terbaru Sa yang berjudul "Mengandung Anak Sang Duda" ❤️