
...🍃Happy Reading🍃...
Shintia berdiri dari tempat duduknya. Ini adalah waktu yang tepat untuk berbuat kekacauan. Sedetik sebelum mengucapkan ijab kabul, Shintia berhasil mengehentikan acara tersebut.
"Perhatian semuanya !" ucap Shintia menggunakan mic.
Gama dan Papa Hartono melepaskan tangan mereka. Semua para tamu undangan menatap ke arah Shintia dengan heran.
"Sebelum melanjutkan acara pernikahan, saya ingin memberikan sebuah kabar mengejutkan dari calon pengantin kita" lanjut Shintia tersenyum sinis.
Gama mengetatkan rahangnya saat melihat wanita pengacau itu. Begitu juga dengan Lucas, ia tidak tahu ternyata wanita itu hadir di acara pernikahan Gama dan Ayana.
Gama hendak berdiri menghampiri Shintia karena telah menghentikan acaranya. Tapi Ayah Budianto menghentikan Gama.
Ayah Budianto memberikan kode pada Lucas agar membawa wanita itu pergi.
"Ayo turun ! Jangan buat kekacauan disini !" bisik Lucas sambil menarik tangan Shintia.
Shintia menghempaskan tangan Lucas dengan kasar. "Biarkan aku berbicara terlebih dahulu, setelah itu aku akan pergi tanpa harus kalian usir" ucapnya.
Shintia berjalan ke atas pelaminan. Ia menatap Ayana dengan tatapan permusuhan.
"Sebelumnya, selamat ya Gama dan Ayana kalian sebentar lagi menjadi pasangan suami-istri. Setelah lama kalian menjalin hubungan terlarang hingga hamil diluar nikah" ucapannya dengan nada menghina.
Sontak semua para tamu terkejut dengan pernyataan Shintia. Para tamu mulai berbisik-bisik. Ada yang langsung mengerti dengan ucapan Shintia, ada juga yang masih bingung.
Brak.
Gama memukul meja di depannya, ia berdiri dan hendak menarik wanita itu keluar.
"Keluar kamu !" tegas Gama. Ia mencengkram pergelangan tangan wanita itu dengan kuat.
"Lepaskan tanganku Gama, kamu membuatku sakit !" teriak Shintia yang merasakan tangannya sakit.
Wanita itu berusaha memberontak hingga berhasil terlepas dari Gama.
"Jadi, perlu kalian semua ketahui jika Gama pernah menghamili Ayana hingga harus putus sekolah. Bahkan kalian semua harus tahu jika keluarga Budianto meminta Ayana menggugurkan kandungannya dengan memberikan bayaran. Tapi sayangnya, wanita itu sangat keras kepala dan lebih memilih mengandung anak haramnya hingga lahir. Dan karena wanita itu dan juga anak haramnya, aku dan Gama jadi gagal menikah" kali ini Shintia mengeluarkan suaranya dengan suara lantang.
Ayana yang mendengar anaknya dihina tentu saja tidak terima. Begitu juga dengan Gama.
"Jaga mulutmu itu ! Anakku bukanlah anak haram" teriak Gama.
"Wah... Wah... Kamu sudah mengaku. Kalian dengar kan apa yang diucapkan pria ini ?" Shintia semakin tersenyum penuh kemenangan.
Suara bisik-bisik para tamu yang tidak menyangka jika Gama sudah mempunyai anak diluar nikah. Hampir semua tamu mulai ikut menghina Ayana dan Gama.
"Cukup Shintia !" Kesal Gama. "Lucas, sert wanita ini keluar !" pinta Gama.
Lucas segera menghampiri wanita itu, ia menarik tangan Shintia dengan kasar. Tapi wanita itu justru memberontak. Lucas yang kewalahan dengan Shintia, akhirnya mengangkat wanita itu layaknya karung beras.
"Dasar wanita ular" ucap Lucas kesal. Shintia terus memberontak dalam gendongan Lucas. Bahkan sesekali wanita itu memukul dan menggigit bahu Lucas. Tapi Lucas tidak peduli meski sebenarnya ia merasa sakit.
Setelah Shintia keluar dari ballroom. Gama mengusap wajahnya dengan kasar.
Bisikan para tamu masih terdengar jelas di kupingnya. Ia mengepalkan tangannya saat mendengar mereka berkata,
"Wah ternyata Ayana wanita murahan"
"Ayana tidak berpendidikan dong, soalnya putus sekolah"
"Pantas saja menghilang bertahun-tahun, ternyata lagi bersembunyi"
"Mungkin ia malu memiliki anak haram makanya ia menghilang"
Ayana menangis saat mendengar hinaan para tamu undangan. Ia tidak sanggup saat putranya dihuni orang lain.
Bunda Mila dan Mama Lisa menghampiri Ayana dan memeluknya. Mereka tentu ikut terluka saat anak dan cucu mereka dihina.
Ayah Budianto berdiri dan mencoba menenangkan suasana yang mulai rusuh.
"Cukup ! Sebaiknya kalian diam !" ucapnya lantang. Sebisa mungkin ia menahan emosinya.
Beberapa tamu terdiam saat mendengar suara lantang Ayah Budianto. Namun beberapa yang lainnya masih meneruskan hibahnya.
"Lanjutkan acaranya !" pinta Ayah Budianto.
Mereka kembali melanjutkan acara, meskipun suasana masih dalam keadaan tegang.
Setelah Gama mengucapkan janji sucinya dengan suara lantang, beberapa tamu undangan berteriak 'Sah'.
Gama bernafas lega kala berhasil mempersunting Ayana. Ia mencium pucuk kepala wanita itu dengan lembut.
"Maafkan aku sayang, aku lalai dalam menjaga kalian" bisik Gama dengan air mata yang jatuh membasahi pipinya.
Tubuh Ayana bergetar, ia masih terpukul saat putranya dihina.
Setelah Ayana mulai tenang, Gama meminta wanita itu duduk di kursi pelaminan.
Ayah Budianto kembali membuka suara dengan sebuah mic. Kali ini ia akan menjelaskan kejadian beberapa tahun lalu.
"Sebelumnya saya meminta maaf atas kejadian tadi. Baiklah, saya akan menjelaskan beberapa kejadian lima tahun lalu" ucap Ayah Budianto.
Semua orang mulai tenang dan ingin fokus mendengarkan penjelasan Ayah Budianto.
"Jadi, memang benar kami telah memiliki cucu dari Gama dan Ayana. Saat itu mereka memang menjalin hubungan saat masih sekolah. Tapi cinta mereka kebablasan hingga terjadilah sesuatu diluar kendali kita semua. Saat itu saya memang meminta keluarga Ayana untuk membujuk Ayana agar mau menggugurkan kandungannya. Tapi Ayana bersikeras ingin mempertahankan janinnya. Wanita itu memilih dibuang oleh keluarganya dan orang-orang tersayangnya demi menjaga nyawa darah dagingnya. Ia berjuang hidup di luaran sana tanpa adanya kerabat. Kami tahu jika apa yang telah mereka lakukan lima tahun silam sangatlah salah. Tapi kita tidak bisa menghakimi keduanya, apa yang terjadi tidaklah lepas dari takdir Tuhan. Jadi kami mohon jangan lagi ada yang mencemooh cucu saya dengan sebutan anak haram ! Sesungguhnya tidak ada anak yang terlahir haram, semua bayi terlahir suci. Jika ada yang patut disalahkan itu orang tuanya yang tidak bisa menahan nafsu mereka. Dan kesalahan seperti ini bisa dijadikan sebuah pelajaran Agara tidak terulang lagi dalam keturunan kita. Kami juga selaku orang tua dari Gama dan Ayana patut disalah karena belum bisa mendidik anak kami dengan baik" jelas Ayah Budianto panjang lebar.
"Mungkin hanya itu yang bisa saya sampaikan. Sebelum saya menutup pembicaraan ini, saya ingin memperkenalkan cucu pertama kami" lanjutnya.
Semua orang begitu tidak sabar ingin melihat cucu keluarga Budianto dan juga Hartono.
"Zayyan Argantara Wismagara, kemari sayang !" panggil Ayah Budianto.
Zayyan yang sedari tadi duduk di pangkuan Fabio segera berlari ke arah sang Opah.
"Pelan-pelan sayang !" ucap Ayah Budianto lembut.
Semua mata menatap ke arah pria kecil yang tampan itu. Senyum Zayyan terus berkembang, ia bahagia karena kedua orang tuanya bisa bersatu.
"Ini adalah cucu pertama kami. Zayyan akan menjadi penerus dari perusahaan Wismagara"
Zayyan melempar senyum pada semua tamu undangan.
Beberapa orang memuji wajah Zayyan yang begitu mirip dengan sang Papa. Beberapa orang juga masih menatap pria mungil itu dengan tatapan tidak suka.
"Sekarang semuanya sudah selesai. Silahkan nikmati hidangannya ! Sekali lagi maaf atas kekacauan yang terjadi"
Ayah Budianto mengembalikan mic pada MC. Ia kemudian menarik tangan Zayyan untuk duduk di tengah-tengah Gama dan Ayana.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
hari ini cuman 1 bab, besok Sa crazy up selama seminggu 🤗❤️
sampai jumpa besok 😘