Young Mommy

Young Mommy
Part 92



...🍃Happy Reading🍃...


Hari ini Ayana, Gama dan Zayyan akan pulang. Mereka akan ke Surabaya bersama dengan Fabio beserta Ibu Shita dan Dira.


"Kalian jangan lama-lama ya ! Nanti setelah dari Surabaya kalian lanjut honeymoon" ucap Bunda Mila.


"Selesai semua urusan kita akan kembali kesini" jawab Gama.


Mereka kemudian pamit dengan kedua orang tua mereka.


"Titip anak, menantu dan cucu kami" ucap Mama Lisa pada Ibu Shita.


"Tenang saja. Mereka semua sudah aku anggap sebagai anak dan cucuku sendiri. Jadi pastilah aku akan menjaga mereka" balas Ibu Shita sambil memeluk tubuh Mama Lisa dan Bunda Mila bergantian.


Mereka kemudian masuk untuk melakukan check-in. Setelah semuanya selesai, mereka kini berada di ruang tunggu.


Ayana melirik Dira yang sedari tadi diam. Wajah sahabatnya itu terlihat sedang sedih.


"Ada apa ?" Tanya Ayana lembut.


Dira hanya menggelengkan kepalanya. Ia tidak ingin berbagi kesedihan dengan Ayana, sahabatnya itu baru saja merasakan bahagia. Ia tidak ingin sahabatnya itu ikut terbebani dengan masalahnya.


Ayana menghela nafas. Ia tahu Dira sedang berbohong, tapi ia tidak mau memaksa sahabatnya itu bercerita.


"Apapun masalahmu, aku harap bisa segera selesai" doa Ayana.


Dira merasa tersentuh dengan ucapan Ayana. Ia memeluk tubuh sahabatnya itu.


"Setelah semua urusan kamu selesai di Surabaya, kita akan kembali jarang bertemu" ucapnya.


"Aku akan sering-sering datang mengunjungimu" balas Ayana.


Beberapa menit kemudian, terdengar panggilan penumpang rute Bandung-Surabaya.


🍃


Saat ini Mona sedang berada di kafe bersama dengan kekasihnya Angga. Entah mengapa sejak dari acara pernikahan Ayana dan Gama, sikap Angga sedikit aneh.


"Sayang kamu sedang ada masalah ?" tanya Mona sambil menggenggam tangan Angga.


Angga yang tadinya sedang melamun tersentak kala merasakan tangan Mona menggenggam tangannya.


"Ha ?" sahut Angga bingung.


"Kamu sedang ada masalah apa sedari tadi melamun saja ? Coba cerita padaku !"


"Bukan apa-apa sayang. Aku hanya memikirkan masa laluku" ucap Angga.


Memang benar ia sedang memikirkan masa lalunya, tapi tidak mungkin ia mengatakannya pada Mona.


Ia sangat mencintai wanita itu, ia tidak ingin kehilangan Mona saat tahu apa yang telah ia perbuat pada Dira.


"Cobalah terbuka denganku sayang ! Jika ada masalah yang mengganjal di pikiran kamu maka berbagilah denganku ! Aku siap menjadi pendengar yang baik untuk semua keluh kesah mu" ucap Mona.


"Maafkan aku Mon, aku belum bisa terbuka padamu. Jika aku sudah siap maka aku akan mengatakan semuanya padamu" balas Angga.


Untuk saat ini Angga membutuhkan waktu untuk berpikir sebelum mengambil keputusan.


'Maafkan aku Mona sayang, kamu pasti sangat kecewa padaku meskipun bukan aku yang melakukannya' batin Angga.


"Ya sudah jika kamu belum siap. Sebaiknya kamu makan makanan kamu ! Sedari tadi kamu hanya melamun tanpa menyentuh makananmu" ucap Mona lembut.


Angga tersenyum lembut, ia sangat beruntung memiliki wanita seperti Mona. Walaupun terkadang wanita itu sangat manja, tapi sifat Mona yang lembut padanya membuatnya merasa nyaman.


Angga benar-benar tulus mencintai Mona. Ia berharap saat Mona tahu kebenarannya ia masih bisa diberikan kesempatan untuk tetap berada disisinya.


🍃


Saat ini mereka sudah tiba di bandara internasional Juanda Surabaya.


"Kalian mau ikut ke rumah Ibu atau mau langsung pulang ?" tanya Ibu Shita.


"Langsung pulang saja Bu. Besok kami ke rumah Ibu" jawab Ayana.


Mereka pun akhirnya berpisah di bandara.


"Sayang, aku dan Zayyan masuk kamar untuk istirahat ya" ucap Gama saat mereka tiba di rumah.


"Iya sayang" balas Ayana sedikit malu-malu.


Gama dan Zayyan ke kamar untuk tidur siang. Sementara Ayana sedang mengecek bahan di dapurnya.


Beberapa menit setelah itu, ia juga ikut tidur dengan Gama dan putranya. Nanti sore ia akan ke pasar swalayan untuk berbelanja bahan dapur selam sebulan ke depan.


Pukul 3 sore, mereka sudah siap ke pasar swalayan. Sebelum mereka belanja bulanan, mereka mampir di toko roti terlebih dahulu.


Kedatangan mereka disambut dengan hangat oleh karyawan Ayana.


"Mbak, kami sangat kangen" ucap Mia.


"Selamat ya Mbak atas pernikahan Mbak Ayana dan Mas Gama. Semoga langgeng hingga akhirnya hayat" ucapan dan doa dari Mia.


"Semoga Mbak dapat momongan yang banyak supaya Zayyan tidak kesepian lagi" sambung karyawan Ayana yang satunya.


"Semoga selalu bahagia dan dijauhkan dari pelakor dan pebinor" sambung yang satunya lagi.


"Aamiin. Terima kasih atas doa-doanya" ucap Ayana bahagia.


Setelah mengecek semua bahan kue di toko, akhirnya Ayana memutuskan untuk sekalian belanja bahan kue.


Karena belanjaan mereka sepertinya sangat banyak, akhirnya Ayana menitipkan Zayyan di toko. Untungnya putranya setuju.


Ayana dan Gama mengambil masing-masing satu troli belanjaan.


"Kita ke tempat bahan-bahan kue dulu setelah itu ke tempat sayuran-sayuran !" ucap Ayana.


"Baik ibu negara" balas Gama semangat.


Ayana terkekeh melihat tingkah suaminya. Setelah semua bahan-bahan kue lengkap, kini mereka berada di tempat sayuran-sayuran.


Gama mendorong troli belanjaan yang sudah terisi penuh sementara Ayana mendorong troli yang kosong.


"Sayang, hari ini kamu mau makan apa ?" tanya Ayana pada suaminya.


"Apa saja asalkan itu masakan kamu sayang" jawab Gama.


Ayana hanya bisa tersipu malu mendengar ucapan suaminya itu.


"Tadi Zayyan ingin makan makanan khas Bugis Palopo, namanya Kapurung. Hubby udah pernah coba makan Kapurung ?" tanya Ayana.


"Belum sayang, aku hanya pernah melihatnya di TV, makanan itu mirip Papeda bukan ?" Tanya Gama.


"Iya, jadi terbuat dari tepung sagu gitu. Terus dicampur dengan bumbu kacang dan ikan teri serta sayur-sayuran" jawab Ayana.


"Boleh itu sayang" jawab Gama.


"Ya sudah nanti sore kita makan itu, sementara nanti malam kita makan Ayam rica-rica, itu juga makanan favorit Zayyan" balas Ayana.


"Iya sayang, apapun masakan kamu aku akan memakannya. Soalnya masakan kamu enak sih" gombal Gama.


"Pintar sekali suamiku itu merayu" ucap Ayana seraya terkekeh geli.


"Memang seperti itu kenyataannya sayang" ucap Gama.


Ayana tidak menanggapi ucapan suaminya lagi. Saat ini ia sedang fokus memilih sayuran dan beberapa daging Ayam, Sapi dan juga Ikan.


Setelah semuanya sudah lengkap, Ayana dan Gama ke kasir. Barang belanjaannya kini dibawa oleh karyawan supermarket.


Selesai membayar mereka ke mobil menyusun barang belanjaan mereka. Sebelum pulang mereka singgah lagi di toko untuk menjemput Zayyan.


Tiba di rumah, Ayana sibuk menyusun barang di dapur. Setelah itu ia memasak Kapurung untuk anak dan suaminya yang tercinta.


Tak sulit bagi Ayana membuat makanan khas Bugis Palopo ini, ia sangat sering membuat makanan ini untuk putranya.


Tak lama kemudian Ayana menghampiri anak dan suaminya yang sedang asik main di teras.


"Sayang, makanannya udah siap" ucap Ayana.


Gama dan Zayyan segera beranjak dari tempatnya. Zayyan sangat tidak sabar memakan makanan kesukaannya itu.


"Kapurung buatan Mama sangat enak" puji Zayyan.


Sementara Gama masih sibuk menatap makanan itu.


"Sayang yang putih-putih ini buatnya pakai tepung sagu ya ?" Tanya Gama.


"Iya, jika tidak ada sagu kita bisa pakai tepung kanji atau tapioka" jawab Ayana.


Gama kembali menatap makanan itu, rasanya ia tidak yakin memakan makanan itu.


"Cobalah ! Rasanya sangat enak" ucap Ayana.


Gama menyendok makanan itu dan membuka mulutnya. Saat makanan itu berhasil masuk di mulutnya, Gama sontak membulatkan matanya.


"Benar enak sayang" ucapnya.


Ayana tersenyum mendengar ucapan suaminya.


"Sepertinya aku akan sering minta dibuatkan makanan ini" ucap Gama.


"Dengan senang hati aku akan membuatkannya untuk kalian" balas Ayana.


Akhirnya mereka menikmati makan sore mereka dengan menu makan Kapurung.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Yang udah makan Kapurung angkat tangan ✋ 😁