Young Mommy

Young Mommy
Part 44



...🍃Happy Reading🍃...


Setelah selesai bernostalgia di restoran milik Gama. Akhirnya mereka memutuskan untuk pergi.


Orang tua Fabio akan menginap di hotel. Sementara Ayana akan menginap di rumah orang tuanya. Selena satu Minggu ini Ayana akan benar-benar memanfaatkan waktunya dengan baik untuk melepas rindu pada kedua orang tuanya dan Omah.


Akhirnya mereka tiba di rumah orang tua Ayana. Nenek Rukmini juga ikut karena Gama pergi entah kemana. Ayana pun tidak ingin memikirkan pria itu dan tidak mau tahu kemana perginya.


Tapi saat Ayana hendak masuk kamarnya, tiba-tiba ia teringat dengan putranya. Sontak saja Ayana memanggil Mamanya.


"Ma... Mama..." Teriak Ayana.


Mama yang baru saja duduk di ruang tengah segera menjawab panggilan putrinya.


"Ada apa sayang ?"


"Mama lihat Zayyan ?" tanyanya panik.


"Tadi bukannya pergi sama Fabio ?" tanya Mama Lisa.


Ayana teringat jika putranya ikut dengan Fabio, saking sibuknya dengan pertemuannya bersama keluarganya, Ayana jadi lupa dengan putranya sendiri.


Akhirnya Ayana mengambil gadgetnya dan menghubungi Fabio. Tak lama pria itu mengangkat telpon darinya.


"Halo... Bio, kamu dimana ? Apa Zayyan sedang bersamamu ?" tanyanya pada Fabio.


📞"Iya. Kami sedang makan di kafe" jawab Fabio di seberang sana.


"Oh syukurlah. Bisakah kamu membawanya pulang ke rumah orang tuaku ?"


📞 "Bisa. Selesai makan aku akan mengantarnya"


"Terima kasih" ucap Ayana.


Panggilan pun berakhir. Ayana bisa bernafas lega saat tahu Zayyan bersama dengan Fabio.


"Bagaimana ?" tanya Mama Lisa.


"Syukurlah, Zayyan sama Fabio" ucap Ayana.


"Ya sudah, kamu masuk kamar mau dulu untuk istirahat ! Mama mau nemenin Nenek Rukmini disini" ucap Mama.


"Baik Ma, kalau begitu Ayana langsung ke kamar ya. Omah, Nenek, Ayana pamit ke kemar dulu !" ucapnya.


"Iya sayang" balas Omah.


Akhirnya Ayana ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya. Kepalanya yang terasa berat karena habis menangis membuat Ayana memutuskan untuk berbaring sejenak. Ayana mencoba memejamkan matanya namun tiba-tiba ia terbayang wajah pria itu. Ayana segera membuka matanya dan menatap langit-langit kamarnya.


"Setelah bertahun-tahun aku menghindari pertemuan dengannya pada akhirnya tetap terjadi juga" ucapnya lirih.


"Apa kamu akan merebut Zayyan dariku ? Apa keluargamu akan menyingkirkan anakku ? Aku sangat takut hal itu terjadi" lanjutnya kini menjatuhkan air matanya.


Ayana larut dalam berbagai pikiran buruknya tentang Gama hingga membuat wanita itu kembali merasakan benci yang teramat besar pada pria itu.


"Tidak ! Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Takkan aku biarkan kamu menyentuh tubuh anakku bahkan seujung kuku pun" tegas Ayana sambil menghapus air matanya.


🍃


"Kita harus segera membawa Zayyan pulang !" Ucap Fabio setelah meletakkan gadgetnya.


"Itu yang menghubungimu apa Ayana ?" Tanya Lucas.


"Iya, dia memintaku untuk segera membawa Zayyan pulang ke rumah orang tuanya" jelas Fabio.


"Ya sudah, kalau begitu kamu antar saja !" ucap Lucas.


Fabio terdiam sejenak, ia menatap Gama yang masih setia menatap Zayyan. Bahkan sedari atensi pria itu tidak berpaling dari putranya, makanannya saja tidak ia sentuh sedikit pun karena sibuk memperhatikan tingkah laku putranya.


"Biarkan Gama yang mengantarnya ! Aku ingin segera ke hotel untuk istirahat. Lagipula Nenek Rukmini ikut dengan keluarga Ayana, jadi Gama harus menjemput Nenek Rukmini bukan ?"


Sontak mata Gama menatap Fabio. Lagi-lagi ia ingin berterima kasih pada pria itu karena telah membantunya lebih dekat pada Zayyan, ini bisa jadi kesempatan untuknya agar bisa akrab dengan putranya.


"Bagaimana, apa kamu tidak keberatan ?" tanya Fabio.


"Ah tentu saja tidak. Aku dengan senang hati mengantar Zayyan pulang dengan selamat" jawab Gama semangat.


"Baiklah, akan aku percayakan Zayyan padamu !" ucap Fabio.


"Zayyan, kamu pulang sama Om Gama ya !" lanjut Fabio bicara pada Zayyan.


"Pulang kemana Om ?" tanya Zayyan.


"Pulang ke rumah Nenek dan Kakeknya Zayyan. Jadi Om Gama akan mengantarkan kamu ke rumah Nenek" jelas Fabio.


"Tapi apa Om ini tidak jahat ? Zayyan takut diculik" ucap Zayyan polos.


Sementara itu Fabio menggeleng sambil terkekeh. Lucas jangan ditanya lagi, pria itu sudah tertawa terbahak-bahak, bahkan sudut mata Lucas mengeluarkan air mata.


"Diam kau !" kesal Gama pada Lucas.


"Hahahaha... Anak ini lucu sekali, bisa-bisanya menganggap kamu sebagai penculik" balas Lucas berusaha meredakan tawanya.


Gama mendegus kesal mendengar tawa Lucas yang mengejeknya.


"Zayyan, Om Gama orang baik. Jadi Zayyan tidak perlu khawatir !" ucap Fabio pada Zayyan.


Zayyan terlihat menimbang-nimbang, ia seolah ragu untuk ikut pulang bersama Gama. Tapi...


"Baiklah, Om" ucap Zayyan membuat Gama tersenyum penuh kemenangan.


'Yes, akhirnya' batin Gama berteriak kegirangan.


"Yakin Zayyan ? Tidak takut sama Om ini ?" tanya Lucas mencoba menghasut Zayyan.


"LUCAS" kesal Gama.


"Hahahha, bercanda saja kok" ucap Lucas tertawa puas melihat wajah kesal Gama.


"Ck... Playboy ini suka cari masalah saja. Ayo kita pulang sekarang, takutnya Ayana ngamuk padaku. Nanti bisa-bisa gendang telingaku pecah jika wanita itu sudah mengomel" celetuk Fabio.


"Ah Benarkah ? Ternyata bukan hanya berubah jadi dingin saja, Ayana juga berubah jadi wanita pemarah. Pantas saja waktu aku culik ke mobilku Ayana mirip dengan monster" ucap Lucas.


Ledekan Lucas pada Ayana tentu membuat Gama emosi.


*BUG*.


"Beraninya kamu mengatai Ayana" ucap Gama setelah memukul kepala Lucas.


"Sakit tahu. Kau sama seperti Ayana saat memukul kepalaku" pekiknya sambil mengelus kepalanya.


"Om Lucas mengatai Mama Zayyan seperti Monster ? Mama Zayyan cantik seperti itu tapi Om mengatakan mirip Monster. Apa mata Om buta ?" Emosi Zayyan. Matanya melototi Lucas.


Bukannya takut, Lucas justru merasa gemas. Saking gemasnya Lucas mencubit kedua pipi Zayyan.


"Jangan !" Teriak Zayyan membuat Lucas menarik tangannya.


"Zayyan bukan anak perempuan, Zayyan nggak suka dicubit pipinya seperti itu ! Zayyan tidak suka dipeluk dan dicium. Jadi jangan lakukan lagi ya Om !" Lanjutnya memberikan peringatan pada Lucas.


"Upsss... Maaf ! Om tidak tahu" ucap Lucas pura-pura merasa bersalah.


"Tidak masalah Om. Lain kali jangan ulangi lagi !" Balas Zayyan.


"Ah baiklah anak tampan" jawab Lucas sambil mengacak-acak rambut Zayyan namun segera ditepis oleh anak itu.


"Itu juga salah satunya" ucapnya.


"Ya... Salah lagi" ucap Lucas membuat Fabio dan Gama tertawa.


Setelah perdebatan Zayyan dan Lucas berakhir. Mereka memutuskan untuk segera kembali.


Saat ini Zayyan sudah berada di mobil mewah Gama. Sesekali Gama melirik putranya yang duduk disampingnya.


"Om, apa ini mobil Om ?" tanya Zayyan polos.


"Iya, ini mobil Om" jawab Gama sambil tersenyum.


"Mobilnya keren Om. Zayyan menyukainya, ini seperti mobil mainan Zayyan" ucap Zayyan memuji mobil milik Gama. Mobil mewah merek Ferrari 458 Spider, persis dengan mobil mainan Zayyan.


"Benarkah ?" tanya Gama.


"Iya Om. Nanti saat besar nanti Zayyan ingin punya koleksi mobil mewah" ucap Zayyan.


"Kamu menyukai mobil mewah ?" tanya Gama.


"Tentu saja Om. Selera Zayyan jangan diragukan lagi" jawab Zayyan membuat Gama terkekeh.


'Bahkan tidak perlu menunggu hingga besar, Nak. Kamu bisa memilikinya jika kamu dan Mamamu hidup bersama Papa' batin Gama.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Halo sayang²ku 😘 sambil nungguin Novel ini Up, ini Sa kasih rekomendasi novel bagus untuk kalian 🤗 jangan lupa mampir ya 🤩



Author : LichaLika


Judul : Pernikahan Rahasia Anak SMA 2