
...🍃 Happy Reading 🍃...
*PRANG*... Terdengar suara berang-berang yang jatuh di sebuah ruangan.
"Sial, berani-beraninya dia membatalkan pertemuan ini. Dasar anak kurang ajar" teriak seorang laki-laki paruh baya yang emosi karena merasa dipermainkan oleh Gama.
Pria paruh baya itu tak lain adalah Tuan Nugroho, Papa dari Shintia. Ia marah karena Gama tidak ingin bertemu dengannya. Padahal ia sudah mengatur semuanya dengan baik, tapi anak itu malah dengan entengnya menolak bertemu dengannya.
"Aku akan membuat perhitungan untuk anak kurang ajar itu" lanjutnya dengan tangan terkepal.
🍃
Sementara Gama yang telah mendapatkan banyak mainan untuk Zayyan segera meninggalkan kantor. Padahal jarum jam baru menunjukkan pukul sebelas siang, tapi ia sudah melenggang pergi. Ia tidak sabar melihat reaksi putranya saat menerima mainan pemberian darinya.
Setelah tiba di rumah Ayana, Gama menarik nafas panjang sebelum turun dari mobilnya. Pria itu lalu mengambil semua mainan yang ada di dalam mobilnya. Tangannya yang penuh membuat Gama kesulitan memencet bel. Akhirnya Gama menggunakan jidatnya untuk menekan bel hingga tiga kali.
Tak lama pintu rumah terbuka, Gama bernafas lega karena bukan Ayana yang membuka pintu. Jika Ayana yang membuka pintu ia yakin pasti dirinya sudah diusir.
"Gama" ucap Mama Lisa menyambut pria itu dengan wajah yang tercengang.
Gama tersenyum lebar kala Mama Lisa menyebut namanya.
"Ya ampun, Gama... Kenapa kamu membawa mainan terlalu banyak ?" tanya Mama Lisa sambil membantu Gama membawa mainan yang Gama pegang.
"Gama kan udah janji sama cucu Tante buat bawain mainan" jawab Gama berhasil membuat Mama Lisa memberikan sebuah cubitan kecil.
"Cucu Tante itu juga putramu" ucap Mama Lisa membuat Gama terkekeh.
"Ya sudah, kamu duduk dulu ! Tante panggil Zayyan sebentar sekalian bikin minum untukmu" lanjut Mama Lisa saat mereka sudah berada di ruang tengah.
Gama mengangguk dan membiarkan Mama Lisa masuk ke kamar Ayana. Ia tidak sabar melihat wajah putranya.
Tak lama terlihat pintu kamar Ayana terbuka dan muncul Zayyan berlari ke arahnya.
"Om Gama..." Teriaknya terdengar senang.
Gama yang melihat putranya tersenyum ceria tanpa terasa meneteskan air matanya. 'Meskipun kamu masih memanggil Papa dengan sebutan Om, itu sudah untuk Papa. Meskipun Papa tidak bisa memungkiri jika Papa sangat ingin kamu mengganti sebutan Om dengan sebutan Papa' batin Gama.
Pria itu segera menghapus air matanya sebelum Zayyan melihatnya.
"Hai Boy..." sambut Gama.
Zayyan mencium punggung tangan Gama seperti yang sering diajarkan sang Mama.
"Apa semua mainan ini untuk Zayyan ?" tanyanya tampak berbinar.
"Iya sayang, ini untukmu. Besok Om akan bawa mainan baru lagi untuk kamu" jawab Gama.
"Benar Om ?" tanya Zayyan.
"Iya" jawab Gama yang berhasil membuat Zayyan melompat kegirangan.
"Terima kasih Om Gama" ucap Zayyan tulus.
Gama hanya membalasnya dengan senyuman, 'Papa akan berusaha mengambil hatimu, setelah Papa berhasil maka giliran hati Mama kamu yang Papa curi' batinnya.
Tak lama Mama Lisa membawa secangkir teh hangat untuk Gama.
"Diminum ya ! Nanti kita makan siang bareng" ucap Mama Lisa.
"Ah tidak perlu Tante, Gama makan di luar saja" ucapnya merasa tidak enak dengan Ayana.
"Tidak ada makan-makan di luar. Tante paksa kamu makan disini. Kamu nggak mau apa makan masakan Ayana ?" Mama Lisa mencoba menahan Gama.
Gama tersenyum malu kalau ditanya apa ia tidak ingin masakan Ayana. Tentu saja ia mau, siapa yang tidak mau makan masakan Ayana yang enak itu.
"Baik Tante" jawab Gama.
Mama Lisa berjalan ke dapur, disana Ayana sibuk memasak. Wanita itu berubah jadi pendiam saat tahu Gama datang lagi ke rumah mereka. Tadi ia sempat protes pada sang Mama karena mengijinkan Gama ke ruang mereka. Bahkan ia ingin mengusir pria itu, tapi sang Mama segera menahannya.
Beberapa menit yang lalu...
"Jangan Ayana !" ucap sang Mama.
"Tidak bisa seperti itu, Ma. Ayana tidak mau jika pria itu dekat-dekat dengan Zayyan" balas Ayana.
"Apa alasan kamu ingin menghalangi Gama menemui Zayyan ? Dia adalah Papanya Zayyan, dia berhak untuk bertemu dengan putranya" ucap Mama.
"Tidak, pria itu tidak ada hak sama sekali atas Zayyan. Dia yang meninggalkan kami, bahkan keluarganya saja tidak menginginkan Zayyan lahir" ucap Ayana dengan mata memerah.
"Bukankah keluarga kamu juga melakukan hal yang sama ? Mama dan Papa juga pernah menolak Zayyan. Lalu kenapa Kami bisa dekat dengan Zayyan sementara Gama tidak ? Lagipula tidak semua keluarga Gama menolak kehadiran Zayyan, Nenek Rukmi. Jangan lupakan jika Neneknya Gama yang membantumu melahirkan" ucap Mama Lisa membuat Ayana terdiam.
"Biarkan saja Gama dekat dengan Zayyan. Putramu juga menyukainya" lanjutnya mengelus lembut punggung Ayana sebelum keluar membawakan teh hangat untuk Gama.
Pada akhirnya Ayana memilih untuk diam dan membiarkan pria itu berada di rumah ini. Meskipun hatinya sedang bergemuruh, tapi Ayana tetap berusaha menahan amarahnya.
Setelah semua masakannya selesai, Ayana lalu menyajikan semua makanan di meja, dibantu oleh sang Mama.
Setelah semuanya siap, Ayana berlalu ke kamarnya tanpa sepatah katapun. Bahkan wanita itu tidak menikah saat putranya memanggil namanya.
Mama Lisa hanya bisa geleng-geleng kepala melihat sikap putrinya. Setelah Ayana menghilang dari pintu kamarnya, Mama Lisa segera memanggil Gama, Zayyan dan Omah makan siang.
Sementara di dalam kamar Ayana menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang. Dadanya masih naik turun karena kesal dengan kehadiran Gama.
"Kenapa sih Mama malah kasih dia kesempatan untuk dekat dengan Zayyan ?" kesalnya.
Ia tidak habis pikir mengapa orang tuanya kini seakan mendukung Gama dan Zayyan dekat. Apa mereka lupa bagaimana kejamnya keluarga pria itu memintanya untuk mengugurkan kandungannya ? Apa mereka lupa bagaimana pria itu begitu tega meninggalkannya dalam keadaan hamil ? Harusnya mereka melarang Gama untuk datang ke rumah ini !
Ayana memejamkan matanya mencoba menetralkan perasaannya.
🍃
Di rumah orang tua Gama, Ayah Budianto sedang melakukan pertemuan dengan Tuan Nugroho.
"Ada perlu apa kamu datang kemari ?" tanya Ayah Budianto.
"Tentu saja ingin membahas tentang kerja sama kita sekaligus perjodohan anak kita" jawab Tuan Nugroho.
Ayah Budianto terdiam, entah bagaimana caranya ia mengatakan jika dirinya tidak bisa memaksa Gama untuk melanjutkan perjodohan ini.
"Kenapa diam saja ? Kita mulai saja pembicaraan kita agar semua masalah selesai !" sambung Tuan Nugroho.
"Masalah perjodohan Gama dan Shintia, sepertinya kami tidak bisa melanjutkan lagi" ucap Ayah Budianto terdengar berat.
"APA ??" pekik Tuan Nugroho, "Jangan main-main denganku !" lanjutnya emosi.
"Aku tidak main-main. Gama tidak bisa lagi aku paksa, kebahagiaan putraku lebih penting daripada untung dari kerja sama ini" balas Ayah Budianto.
Ya, semalam ia sudah memikirkannya dengan baik. Gama pantas memilih wanita yang akan hidup bersamanya. Ia tidak berhak ikut campur dengan pilihan hati putranya meskipun ia adalah orang tuanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Halo sayang²ku 😘 sambil nungguin Novel ini Up, ini Sa kasih rekomendasi novel bagus untuk kalian 🤗 jangan lupa mampir ya 🤩
Author : Mom Al
Judul : Cintai Aku, Istriku !