
...🍃Happy Reading🍃...
Seminggu berlalu...
Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu Gama dan Ayana. Hari dimana sepasang kekasih itu merubah status mereka menjadi sepasang suami-istri.
Pernikahan mereka diadakan di sebuah hotel. Pernikahan yang mewah ini mengundang hampir tiga ribu orang. Dari keluarga dan kerabat dari kedua mempelai.
Tak ketinggalan, Dira dan Fabio juga hadir. Mereka datang bertiga dengan Ibu Shita. Ayah Sandy tidak sempat hadir karena ada pertemuan penting dengan kolega bisnisnya. Sementara Aaron mempunyai jadwal operasi yang tidak bisa digantikan dengan Dokter lain.
Fabio keluar dari kamar hotelnya dan mengetuk kamar sang Ibu. Tak lama pintu kamar pun terbuka.
"Kamu sudah siap ?" tanya Ibu Shita .
"Iya, kita berangkat sekarang yuk !"
"Tunggu Dira sebentar !" ucap sang Ibu.
Sekitar lima menit mereka menunggu Dira. Tak lama wanita yang mereka tunggu keluar dari kamar hotel.
"Maaf sudah membuat Ibu menunggu lama" ucapannya merasa tidak enak hati.
Ibu Shita dan Fabio menatap ke arah wanita itu. Seketika Fabio terpana dengan kecantikan wanita hamil itu. Ia menatap Dira tanpa berkedip sehingga membuat wanita itu salah tingkah.
"Wah kamu cantik sekali sayang" puji Ibu Shita.
Dira tersipu malu saat mendapatkan pujian dari Ibu Shita.
"Ah, Ibu bisa saja" ucap Dira.
"Lah emang bener cantik kok" ucap Ibu Shita.
"Terima kasih Ibu" ucap Dira.
"Ya sudah kita berangkat sekarang !" Ibu Shita merangkul pinggang Dira.
Sementara Fabio masih berdiri melihat kedua wanita itu berlalu. Sedetik kemudian pria itu membuyarkan lamunan dan mengekor di belakang kedua wanita itu.
Sementara di sebuah kamar hotel yang lain. Seorang wanita cantik dengan gaun pengantin berwarna putih terlihat gugup.
Berkali-kali wanita itu menarik nafas lalu membuangnya dengan kasar, berharap rasa gugup itu hilang. Tapi nyatanya, semakin dekat acara dimulai ia semakin gugup.
"Rileks sayang" ucap Bunda Mila yang melihat Ayana gugup.
"Bunda, rasanya aku keringat dingin" ucap wanita itu sehingga membuat Bunda Mila tertawa.
"Gugup itu memang biasa bagi seorang pengantin" ucap Bunda Mila.
Tak berselang lama Mama Lisa masuk ke kamar, ia melihat putranya yang sangat cantik dengan balutan gaun pengantin.
"Cantik sekali putri Mama" ucapnya. Tanpa terasa air mata Mama Lisa terjatuh, ia sangat bahagia akhirnya putrinya bisa menemukan kebahagiaannya.
"Mama" ucap Ayana menghampiri sang Mama. Ia memeluk tubuh wanita yang telah melahirkannya itu.
"Akhirnya putri Mama menikah" ucap Mama Lisa membalas pelukan putrinya.
Sebisa mungkin Ayana menahan air matanya agar tidak terjatuh. Bunda Mila yang melihat adegan haru Ibu dan Anak itu juga ikut larut.
"Sudah, jangan nangis nanti make-up kita luntur !" ucap Bunda Mila.
"Sekarang kita keluar ! Sebentar lagi acaranya mau dimulai" ucap Mama Lisa.
Kedua wanita paruh baya itu mengapit Ayana. Mereka menuntun Ayana berjalan menuju ballroom hotel, tempat dimana acara dilaksanakan.
Semakin dekat, Ayana semakin gugup. Meski begitu, ia masih berusaha untuk menampilkan senyuman bahagianya.
Tak lama mereka tiba di depan pintu ballroom. Seorang petugas acara membukakan pintu untuk mereka.
"Mari kita sambut dengan bahagia mempelai wanita yang sangat cantik Ayana Putri Hartono. Wanita yang mampu memporak-porandakan hati Gama Wismagara" ucap MC yang tak lain adalah Lucas.
Semua para tamu berdiri dan bertepuk tangan dengan meriah menyambut mempelai wanita.
Ayana menunduk malu, rasanya jantungnya sangat berdebar-debar.
"Angkat wajahmu sayang !" bisik Bunda Mila.
"Perlihatkan senyum bahagiamu !" Sambung Mama Lisa.
Ayana perlahan mengangkat wajah, ia berusaha untuk tersenyum manis walau pada kenyataannya dia sedang dilanda kegugupan.
Di pelaminan, Gama menatap wanita sedang berjalan di atas karpet merah. Ia tidak pernah menyangka akan menikah dengan Ayana dan kembali menjalin hubungan. Hubungan yang telah kandas selama lima tahun.
Pria itu menitikkan air mata bahagia. Kini ia bisa memiliki Ayana seutuhnya. "Aku berjanji akan mencintaimu hingga akhir hayatku" gumannya.
Gama kemudian berjalan menghampiri Ayana, ia mengulurkan tangannya. Ayana pun dengan malu-malu menggapai uluran tangan Gama.
"Mari melangkah bersamaku menuju bahtera rumah tangga yang bahagia. Aku akan selalu ada untukmu, membahagiakan kamu dan anak-anak kita hingga akhir hayatku" ucap Gama kala Ayana menggandeng tangannya.
Ayana tersenyum dengan mata yang berembun. Kedua kakinya melangkah seiring langkah kaki Gama.
Suara alunan musik dengan lagu yang berjudul Beautiful In White mengiringi langkah mereka.
Tiba di pelaminan, Gama dan Ayana duduk tepat di depan Papa Hartono, Ayah Budianto dan juga penghulu.
Gama dan Papa Hartono saling berjabat tangan. Keduanya bersiap untuk melakukan ijab kabul.
"Sebelum Papa menyerahkan putri Papa padamu, Papa ingin berpesan. Jaga putri Papa dengan baik, sebagainya Papa menjaganya. Jangan coba untuk melukai hatinya, jika kamu berani melakukannya maka Papa akan mengambil putri Papa kembali. Jika suatu saat kamu mulai bosan padanya, jangan sesekali kamu berniat mencari wanita lain. Memang rasa bosan itu sangat manusiawi, tapi sesungguhnya rasa bosan terhadap pasangan itu hanyalah sesaat. Jika suatu saat kamu tidak mencintainya lagi, kembalikan putri Papa secara baik-baik sebagaimana kamu memintanya dengan baik-baik !"
Papa Hartono tidak bisa membendung air matanya. Dia adalah sosok cinta pertama bagi putrinya, pasti sangat berat baginya melepaskan Ayana untuk hidup dengan pria lain. Walaupun Papa Hartono akui, ia pernah manjadi orang tua yang tega mengusir anaknya hanya karena hamil diluar nikah.
Ayana yang mendengar pesan sang Papa pada Gama, merasa sangat terharu. Begitu juga dengan Mama Lisa dan Bunda Mila.
"Baik Pa, Gama akan berusaha untuk selalu membahagiakan Ayana" balas Gama.
"Baiklah, kalah begitu kita mulai ijab kabulnya !" sahut Pak Penghulu.
Gama menarik nafas panjang, ia mencoba menormalkan rasa gugupnya. Begitu juga dengan Ayana yang kembali merasa tegang.
Di sebuah meja paling pojok, seorang wanita terlihat menahan emosinya. Tangannya terkepal saat melihat pria yang ia cintai menikah dengan wanita lain.
"Tidak, aku tidak bisa membiarkan acara ini berhasil. Aku harus menggagalkannya" ucapannya.
Ia tersenyum sinis, saatnya ia beraksi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
jangan lupa tinggalkan jejak 😘