Young Mommy

Young Mommy
Bab 74



...🍃HAPPY READING🍃...


Keluarga Ayana pamit karena waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam.


Zayyan juga sudah mengantuk jadi mereka tidak bisa tinggal lama-lama.


"Terima kasih undangan makan malamnya" ucap Mama Lisa.


"Sama-sama, kami sangat senang kalian menerima undangan dari kami" balas Ibu Shita.


"Kalau gitu kami pamit dulu" ucap Papa Hartono berpamitan.


"Hati-hati" balas Ayah Sandy.


Mama Lisa, Papa Hartono, Omah dan Zayyan masuk ke dalam mobil.


"Besok kalian ke rumahku ya !" ajak Ayana pada Dira dan Aaron.


"Besok aku nggak bisa karena hari pertama masuk kerja, mungkin pas hari libur aja" balas Aaron.


"Ya sayang sekali" ucap Ayana.


"Kan masih ada hari lain sayang" ucap Gama sambil memeluk pinggang Ayana.


Mendengar kata mesra dari mulut Gama membuat Fabio merasa sakit hati. Terlebih melihat Gama begitu posesif pada Ayana.


"Iya juga sih. Tapi kalau Dira mau ke rumah, kan bisa pergi dengan Fabio. Tidak apa-apa kan, Dira ke rumah besok pagi ? Aku tuh mau cerita banyak dengan Dira" ucap Ayana memohon. Ia masih belum puas bercerita dengan Dira.


"Boleh, asalkan Dira nggak kelelahan" jawab Aaron.


"Wah, terima kasih Aaron" ucap Ayana begitu senang. "Bio, besok kalau mau kerja Dira nebeng ya" lanjut Ayana.


"Iya" jawab Fabio singkat.


Ayana tersenyum pada pria itu, walaupun dalam hatinya ada yang beda dengan Fabio akhir-akhir ini.


Pria itu jarang berkunjung ke rumahnya, lebih banyak diam, jika ditanya hanya menjawab seadanya.


Gama sendiri bisa menebak jika Fabio pasti patah hati ketika melihat wanita yang dicintainya kembali pada Gama.


"Ya sudah kalau gitu aku pulang ya" ucap Ayana. Wanita itu memeluk tubuh Dira lalu ikut masuk mobilnya.


🍃


Pagi harinya, Dira membantu Aaron menyiapkan pakaiannya.


"Hari pertama kerja, yang semangat ya" ucapnya pada Aaron.


"Baik istriku" jawab Aaron mencubit pipi Dira.


Meskipun belum ada cinta diantara mereka, tapi hubungan mereka sangat harmonis.


Keduanya sama-sama berusaha untuk menumbuhkan rasa cinta mereka.


Setelah Aaron siap, mereka keluar dari kamar. Di meja makan, Fabio dan kedua orang tuanya sudah duduk di meja makan.


"Maaf Om, Tante, kami sangat lama" ucap Dira merasa canggung.


"Tidak apa-apa sayang. Ya, sudah kita mulai sarapan ! Ini kan hari pertama suami kamu kerja, jadi nggak boleh telat" ucap Ibu Shita lembut.


"Baik Tante" balas Dira.


Mereka mulai menikmati sarapan paginya dengan suasana hangat. Selesai sarapan, Dira mengantar Aaron hingga depan teras.


"Kamu hati-hati ya, semoga selamat sampai tujuan" ucap Dira sambil mencium punggung tangan suaminya.


"Iya, kamu juga hati-hati ya. Jangan terlalu lelah !" pesan Aaron sambil membelai lembut rambut Dira.


Dira mengangguk, setelah Aaron pergi Dira segera masuk rumah.


Saat berbalik, wanita itu tak sengaja menubruk tubuh Fabio hingga terhuyung ke belakang. Untung saja Fabio gesit menangkap tubuhnya, jika tidak wanita itu sudah terlentang di lantai.


Fabio memegang pinggang Dira agar tidak terjatuh. Seketika tatapan keduanya beradu, untuk sesaat tatapan mata mereka terkunci.


Beberapa detik kemudian keduanya memutus tatapan mereka.


Dira segera menjauh dari tubuh Fabio, wanita itu mengalihkan pandangannya ke arah lain.


Begitu juga dengan Fabio, pria itu melempar pandangan ke sembarang arah.


"Ma-maaf" ucap keduanya bersamaan.


Seketika keduanya merasa canggung dan salah tingkah.


"Emm... Mau berangkat sekarang ?" tanya Fabio sedikit gugup.


"B-boleh" jawab Dira tak kalah gugupnya.


Entahlah, perasaan apa yang sedang mereka rasakan. Yang jelas keduanya sama-sama salah tingkat setelah kejadian tadi.


"A-aku ambil tas dulu" ucap Dira. Wanita itu berjalan dengan langkah kaki yang panjang. Ia memengang jantungnya yang berdetak kencang.


"Ya Tuhan, perasaan apa ini ?" gumannya.


Sementara Fabio berusaha untuk tetap bersikap biasa. Pria itu segera masuk mobilnya dan menunggu Dira disana.


Tak lama Dira ikut masuk dalam mobil. Keduanya masih sama-sama merasa canggung.


Selama perjalanan menuju rumah Ayana, tidak ada percakapan yang terjadi diantara mereka.


Hingga keduanya sama-sama bernafas lega kala sudah tiba di rumah Ayana.


"Terima kasih" ucap Dira lirih.


Fabio tidak menjawab. Pria itu hanya mengangguk saja.


Setelah Dira turun dari mobil, pria itu segera melajukan mobilnya. Ia dengan tidak singgah di rumah Ayana.


Ia tidak mungkin membuat hatinya sakit dan matanya perih saat melihat kedekatan Ayana dan Gama pagi-pagi.


Sementara Dira menghubungkan Ayana dan mengatakan jika dirinya sudah di depan. Tak lama wanita itu pun keluar dan menghampirinya.


"Kenapa kamu sendiri ?" tanya Ayana.


"Fabio sudah berangkat kerja" jawab Dira.


Ayana terdiam sesaat, ia merasa Fabio benar-benar berubah.


Ia merasa kehilangan seseorang Fabio yang hangat. Pria yang sudah ia anggap seperti kakak itu seolah menghindarinya.


"Kalau begitu mari masuk !" ajak Ayana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Besok lagi ya 👋😘