Young Mommy

Young Mommy
part 111



...🍃Happy Reading🍃...


Pukul 2 malam, Dira terbangun saat merasakan rasa tidak nyaman di seluruh bagian perutnya.


Dira terbangun dan memengang perutnya sambil meringis. keringat dingin mulai membahasi dahinya.


"Euuggh... Sa-sakit..." ucapnya terbata.


Dira menurunkan kakinya dan mulai berjalan keluar kamar. Ia hendak membangunkan Aaron di kamar sebelahnya. Ya, memang mereka sudah pisah ranjang sejak memutuskan untuk berpisah.


Dira mencoba mengatur nafasnya, sebisa mungkin ia menahan rasa sakit di perutnya itu. Tiba di depan pintu kamar Aaron, Dira mengetuk pintu.


"Kaaaak... To-tolong..." Dira kembali mengetuk pintu setelah berusaha berteriak memanggil Aaron.


"Eeuugghh..." Lagi-lagi Dira merasakan kontraksi,"Kaaak... Aa-ron... To-long..."


Dira bersandar di dinding sambil memegang perutnya. Ia berharap Aaron segera membuka pintu kamarnya.


Ibu Shita dan Fabio yang baru saja muncul dari arah dapur melihat Dira berdiri di depan kamar Aaron dengan tangan yang memegangi perutnya.


"Dira" panggil Ibu Shita namun Dira tidak menggubrisnya.


Ibu Shita segera menghampiri Dira, "Nak, kamu kenapa ?" tanyanya.


Fabio menatap wajah pucat Dira yang berkeringat dingin, "Bu, sepertinya Dira mau melahirkan" ucap Fabio.


Dira membuka matanya melihat ada Ibu Shita dan Fabio, "Sa-kit..." satu kata yang berhasil keluar dari bibir Dira mampu membuat Ibu Shita panik.


"Kamu mau melahirkan sayang ?" tanyanya.


"Aaron.... Aaron... Bangun Nak ! Dira mau melahirkan" Ibu Shita berusaha menggedor pintu kamar Aaron agar pria itu terbangun.


"Fabio, sebaiknya kamu siapkan mobil !" Ibu Shita memberikan perintah pada Fabio.


"Sayang, kamu tahan ya ! Kita akan segera ke rumah sakit" Wanita paruh baya itu kemudian mengelus lembut pinggang Dira.


Tak lama, pintu kamar Aaron terbuka, baru saja pria itu hendak bertanya namun ia urungkan kala mendengar Dira meringis kesakitan.


"Dira..."


"Sepertinya Dira ingin melahirkan, kamu segera gendong dia ke mobil !"


Tanpa pikir panjang, Aaron segera menggendong Dira keluar rumah, mobil sudah stay di depan.


"Kalian duluan saja ! Nanti Ibu menyusul bersama Ayah" ujar Ibu Shita.


Kini Aaron dan Dira duduk di belakang, Aaron terus mengelus perut Dira dengan lembut.


"Sabar ya dek, sebentar lagi kita tiba di rumah sakit" ucap Aaron pada Dira.


Sementara Fabio fokus menyetir, untung saja sudah larut malam jadi jalanan lumayan sepi. Fabio bisa membawa mobil dengan kecepatan tinggi.


"Tidak usah ngebut Bio !" Tegur Aaron.


"Dia sudah kesakitan, kita harus segera tiba di rumah sakit" balas Fabio yang merasa tidak tega melihat Dira meringis.


Akhirnya Fabio mengurangi sedikit kecepatan mobilnya. Sepuluh menit kemudian mereka tiba di rumah sakit.


Aaron segera membawa Dira turun, ia menggendong wanita itu langsung menuju ruang persalinan.


"Istri Dokter ingin melahirkan ?" tanya seorang perawat yang kebetulan bertugas malam ini.


"Iya, cepat siapkan panggil Dokter Delina untuk membantu istriku bersalin !" perintah Aaron.


"Baik Dok"


"Bio, kamu jaga Dira sebentar ! Aku ingin mengurus pendaftarannya dulu" ucap Aaron setelah meletakkan Dira di atas brankar.


Fabio menganggukkan kepalanya. Ia mendekati Dira dan tidak tahu apa yang harus ia lakukan.


"Eeuugghh... Saaakiiit..." ringis Dira.


Fabio bingung ketiak melihat wanita itu kembali meringis kesakitan. Entah mengapa ada perasaan yang mendorongnya untuk mengelus perut Dira seperti yang Aaron lakukan tadi.


Ia terus mengelus perut Dira dengan pelan. "Apa sakit sekali ?" tanyanya.


Dira tidak mampu membuka suara, wanita itu hanya menganggukkan kepalanya.


Aaron terus mengelus perut wanita itu sehingga rasa sakit yang Dira rasakan sedikit berkurang.


Tak lama, seorang suster dan Dokter Delina masuk ruangan.


"Bapak tolong keluar sebentar ya ! Kami ingin mengecek pasien sudah memasuki pembukaan ke berapa !" perintah Dokter Delina.


"Ba-baik Dok" jawab Fabio.


Ia meninggal Dira ditangani oleh Dokter. Tak lama orang tuanya juga tiba di rumah sakit.


"Bagaimana keadaan Dira ?" tanya Ayah Sandy.


"Sementara ditangani oleh Dokter, Yah" jawab Fabio.


Kini mereka menunggu dengan cemas, mereka berdoa semoga persalinan yang dijalani Dira berjalan lancar dan mereka selamat.


Sementara di dalam Dira sudah dalam penanganan Dokter.


"Sudah pembukaan tujuh, Dok" ucap perawat tersebut.


"Kalau begitu, tolong siapkan semua peralatan bersalin sus !" perintah sang Dokter.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


sambil nunggu Young Mommy up, kalian bisa mampir di karya teman Sa 🤗



Sa sudah baca juga, ceritanya seru banget 🤩✨ Tim ikut baca juga ❤️