Young Mommy

Young Mommy
Part 52



...Sebelum baca, Sa ijin promosi ya 🙏 jadi novel Sa yang ke-5 telah publish dengan judul "Mengandung Anak Sang Duda" 🤗 silahkan mampir dan jangan lupa tinggalkan jejak ❤️...


...🍃Happy Reading🍃...


Pagi ini Ayana dan Mama Lisa sibuk membuat sarapan pagi. Setelah semuanya selesai, mereka memanggil Omah, Papa Hartono dan Zayyan untuk sarapan.


"Nanti malam undang Fabio dan keluarganya makan malam disini !" ucap Papa Hartono.


"Baik Pa" jawab Ayana.


Setelah sarapan pagi, Ayana menemani Zayyan untuk mandi lalu sesudah itu membantunya menggunakan pakaian. Selesai mengurus Zayyan, ia segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Ayana kini duduk santai di ruang tengah bersama dengan Zayyan dan Omah. Kedua orang tua Ayana sudah berangkat kerja. Hanya ada mereka bertiga di rumah ini.


"Mama, main bareng Zayyan yuk !" Pinta Zayyan.


Ayana mengangguk dan ikut duduk di lanta dengan putranya. Ia membantu putranya menysun Lego menjadi sebuah kastil.


Sedang asik bermain dengan Zayyan tiba-tiba Ayana mendengar bunyi notifikasi dari gadgetnya. Ia menggapai gadget miliknya yang berada di atas meja. Ternyata ia mendapatkan balasan DM dari Mona.


💌 Mona


Ayana, ini beneran kamu ? Kamu kemana aja ? Kamu tahu nggak kalau aku kangen banget ? Keluarga kamu juga nyariin kamu. Ayana, kita harus ketemu siang nanti ! ada banyak hal yang ingin aku ceritakan padamu. Aku kirim alamat lokasi kita ketemuan ya.


Ayana membaca pesan dari Mona, tak lama Mona mengirim alamat kafe tempat mereka bertemu nanti. Ayana pun membalas pesan Mona.


💌Ayana


Ok, aku sudah tidak sabar ingin bertemu kamu.


Setelah membalas pesan Mona, Ayana kembali bermain dengan putranya.


Omah yang sedari tadi memperhatikan Ayana dan Zayyan bermain menampilkan senyum bahagia. Ia tidak menyangka akan melihat cucunya yang dulunya sering merengek dan sangat manja itu kini berubah jadi ibu tunggal yang sangat kuat dan hebat.


"Ayana, Omah senang melihat kalian seperti ini" ucapnya dengan mata yang berembun.


Ayana mengalihkan atensinya, ia menatap sang Omah dengan senyum hangat. Ia mendekat dan memeluk tubuh sang Omah.


"Ayana, apa Zayyan tidak pernah bertanya tentang Papanya ?" tanya Omah membuat senyum Ayana luntur.


Ayana melepaskan pelukannya dan menetap putranya, "Jika ditanya apa Zayyan pernah bertanya tentang Papanya, tentu saja pernah. Bahkan dulu sangat sering Ayana mendapatkan pertanyaan mengenai Papanya" jawabnya.


"Lalu apa yang kamu katakan ?" tanya Omah penasaran.


"Ayana menjawab jika Papanya sedang bekerja di tempat yang jauh dan tidak bisa kembali" jawab Ayana, "Meskipun begitu, Zayyan masih sering bertanya keberadaan Papanya, dan Ayana hanya bisa menjawab dengan jawaban yang sama" lanjutnya.


"Jika suatu saat Zayyan bertanya lagi dan merengek ingin bertemu dengan Papanya, apa kamu akan menuruti kemauannya ?" tanya Omah.


Ayana menatap Omah. Entah mengapa pertanyaan yang Omah berikan padanya sangat sulit untuk dijawab.


"Ayana tidak tahu" jawabnya.


Omah tahu jika Ayana belum bisa menerima Gama. Jika pun ia menjadi Ayana mungkin ia akan melakukan hal yang sama.


🍃


Di perusahaan milik Ayah Budianto. Gama baru saja keluar dari ruangan meeting.


"Apa ada jadwal lagi ?" tanya Gama pada sekertaris yang berjalan di sampingnya.


"Siang ini Bapak punya janji temu dengan Tuan Kaindra Akhdan Aditya" jawab Ibu Indah.


"Apa dia anak dari Tuan Aditya yang menikahi adiknya ?" tanya Gama.


"Lebih tepatnya menikahi adik angkatnya Tuan" ralat Ibu Indah.


"Undur saja pertemuan ini ! Aku memiliki janji dengan seseorang" perintah Gama.


"Maaf Pak, kali ini tidak bisa ditunda. Tuan Kai akan berangkat ke Singapura besok pagi. Jadi siang ini Bapak haru bertemu dengannya ! Jika tidak, proyek pembangunan hotel kita di Kota Makassar akan ditunda lebih lama lagi" jelas Ibu Indah.


Gama menarik nafas dengan berat, siang ini ia terpaksa mengingkari janjinya bertemu dengan Zayyan.


"Baiklah, kamu bisa kembali ke ruanganmu !" balas Gama.


Lagi-lagi harus Ibu Indah yang mengingatkan jika dirinya akan bertemu dengan Tuan Kai.


Gama merapikan berkas yang berserakan di mejanya. Setelah itu ia keluar dari ruangannya dan bersiap menuju tempat pertemuannya dengan Tuan Kai.


Setibanya Gama di kafe, ia mencari nomor meja tempat Tuan Kai. Matanya lalu menangkap seorang laki-laki yang rapih dengan stelan jasnya melambaikan tangannya. Gama segera menghampiri mereka. Ya, tidak hanya ada Tuan Kai disana, tapi istri dan kedua anaknya juga ikut.


"Selamat siang Tuan Kai, maaf jika saya datang terlambat" ucap Gama sambil menjabat tangan Kai.


"Ah tidak masalah. Lagipula kami juga baru saja tiba" jawab Kai.


"Oh perkenalkan, ini istri saya namanya Jennie, dan ini putri pertamaku namanya Andini Putri Kaindra dan yang ini putri kedua kami namanya Arini putri Kaindra" lanjut Kai memperkenalkan istri dan kedua putrinya.


"Senang bertemu dengan kalian" ucap Gama ramah.


"Kalau begitu silahkan duduk Tuan Gama !" Tuan Kai mempersilahkan Gama duduk.


"Tidak perlu pakai Tuan, panggil Gama saja !" ucap Gama.


"Kalau begitu kamu juga bisa memanggil namaku saja supaya terdengar akrab" balas Tuan Kai.


"Ah, baiklah kalau begitu Abang Kai" jawab Gama.


"Jangan panggil Abang, salah sedikit bisa berubah jadi Bang-Kai. Kan nggak lucu orang setampan saya dipanggil Bangkai" canda Tuan Kai membuat Gama terkekeh, begitu juga dengan Jennie dan kedua putrinya.


"Hahaha, Abang bisa saja" ucap Gama.


"Panggil Kai saja, tidak perlu canggung meskipun aku lebih tua darimu !" pinta Tuan Kai yang benar-benar tidak nyaman dipanggil dengan sebutan Abang.


"Baiklah, Kai" ucap Gama.


"Mau pesan makan dulu atau langsung bahas pekerjaan ?" tanya Tuan Kai.


"Mas ini bagaimana sih, masa langsung mau bahas kerjaan. Pesan makan dulu baru bahas kerjaan !" celetuk Jennie.


Kai tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Gama yang melihat itu hanya bisa tersenyum, ia tidak menyangka jika Tuan Kaindra ternyata tidak seperti kolega bisnisnya yang lain yang selalu bersikap kaku dan formal.


Mereka pun akhirnya memesan makanan, setelah itu mereka melanjutkan percakapan mereka yang membahas tentang proyek pembangunan hotel milik Gama di kota Makassar.


"Pembangunan akan kita mulai bulan depan. Saya akan memberikan yang terbaik untuk pembangunan hotel ini" ucap Kai.


"Saya harap semuanya berjalan dengan lancar" sambung Gama.


Gama memang ingin membangun hotel di kota Makassar dan Kiandra yang akan menangani pembangunan hotel tersebut.


"Baik, kalau begitu semuanya sudah deal. Sekarang kita lanjut makan siang !" ucap Kaindra setelah pramusaji datang membawakan makanan pesanan mereka.


Sementara di meja lain, Ayana dan Zayyan sedang menunggu kedatangan Mona. Ayana terpaksa membawa Zayyan karena putranya itu merengek ingin ikut dengannya.


Tak lama, Mona tiba dan menghampiri meja mereka. Wanita itu sangat histeris ketika melihat Ayana.


"Ayana... Ini beneran kamu ? Ya Tuhan, aku tidak percaya ini..." ucapnya dengan suara yang sedikit keras sehingga membuat beberapa pengunjung mengapa ke arah mereka.


"Mona, pelankan suaramu !" Tegur Ayana karena sadar jika beberapa orang sedang menatap mereka.


"Hehehe... Maaf, aku terlalu kaget melihat dirimu di depan mataku sangat begitu nyata" ucap Mona sambil memeluk tubuh Ayana.


"Ck... Kau ini" decak Ayana. Ia membalas pelukan Mona dengan erat.


Tanpa wanita itu sadari, seseorang sedang menatapnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Halo sayang²ku 😘 sambil nungguin Novel ini Up, ini Sa kasih rekomendasi novel bagus untuk kalian 🤗 jangan lupa mampir ya 🤩



Judul : Khan, Kamulah Jodohku


Author : Muda Anna