
...🍃Happy Reading🍃...
Aaron menikahi Dira karena rasa kasihan. Tapi niat baik Aaron ditentang sang Ibu. Sang Ibu tidak setuju jika Aaron yang bertanggung jawab padahal itu bukan anak darinya. Meskipun tidak mendapatkan restu, Aaron tetap menikahi Dira.
Setelah mereka menikah, Aaron mengajak Dira pindah di Surabaya. Ia ingin menjauh dari sang Ibu yang suka mengatur kehidupannya.
Aaron dan Dira baru dua bulan menikah. Selama ini, Aaron dan Dira tidak pernah tidur sekamar.
Tapi di rumah Ayah Sandy, mereka harus sekamar karena tidak ada pilihan lain. Meskipun begitu, Aaron berjanji tidak akan menyentuh Dira.
🍃
Suasana rumah Ayah Budianto terasa sunyi, seperti tidak ada kehidupan di dalam rumah itu. Semuanya sibuk dengan pikiran masing-masing.
Pikiran mereka tidak lepas dari Gama. Mereka sama-sama berharap Gama bisa meluluhkan hati Ayana dan membawanya kembali ke Bandung.
Sementara di tempat lain, tepatnya di rumah Ayana. Suara tawa membuat suasana menjadi hangat.
Mereka tertawa mendengarkan celotehan Zayyan. Mereka merasa gemas dengan pria kecil itu.
Gama menatap Ayana yang tertawa lepas. Setelah lima tahun tidak bertemu, akhirnya Gama bisa lagi melihat tawa bahagia wanita yang ia cintai.
"Sudah larut malam, sebaiknya kita istirahat !" ujar Papa Hartono.
Semuanya meninggalkan ruang tengah dan masuk kamar mereka untuk istirahat.
Gama menidurkan Zayyan. Setelah putranya itu tertidur, Gama kemudian mengambil gadgetnya dan mengirim pesan singkat pada Ayana.
^^^💌 To : WANITAKU ❤️^^^
^^^Sayang, kamu udah tidur ?^^^
Gama menunggu balasan pesan dari Ayana. Tapi sudah lima menit, wanita itu belum membalas pesannya. Bahkan pesannya masih centang dua warna abu-abu. Gama kemudian mengirim pesan lagi.
^^^💌 To : WANITAKU ❤️^^^
^^^Yank, balas ! 🤧^^^
Tak lama, pesan Gama terbaca. Ia tersenyum kala melihat Ayana sedang mengetik.
💌 From : WANITAKU ❤️
Belum, ini baru selesai pakai skincare.
Ada apa ?
Gama sangat bahagia saat mendapatkan balasan dari Ayana. Pria itu lalu mengubah posisinya menjadi duduk.
^^^💌 To : WANITAKU ❤️^^^
^^^Udah ngantuk belum ?^^^
^^^Kalau belum, kamu keluar dulu ! 🥺^^^
💌 From : WANITAKU
Buat apa ?
^^^💌 To : WANITAKU^^^
^^^Aku kangen 😫^^^
Gama menunggu Balan dari Ayana, tapi hampir 15 menit pesan yang ia kirim tak kunjung dibalas. Pesannya hanya dibaca oleh Ayana
Gama menghela kecewa karena Ayana tidak menuruti permintaannya. Akhirnya, Gama memutuskan untuk tidur.
Baru saja ia berbaring, tiba-tiba pintu kamarnya diketuk. Gama tersenyum kala mendengar suara Ayana yang memanggil suaranya, meskipun suara itu terdengar samar-samar.
Dengan langkah cepat, Gama membukakan pintu untuk Ayana.
"Sayang, aku kangen" ucapnya saat pintu terbuka.
Bluss... Seketika wajah Gama memerah karena merasa malu. Ternyata yang berdiri di depan pintu bukanlah Ayana melainkan Omah.
Untung saja ia belum memeluk Omah, kalau sudah terjadi hal itu pasti Gama semakin malu.
Omah tersenyum geli mendengar ungkapan Gama. Terlebih lagi saat melihat pria itu yang merah karena tersipu malu.
Sementara Ayana berusaha menahan tawanya dengan cara menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya.
Sebenarnya tadi saat Ayana hendak mengetuk pintu Gama, ia bertemu Omah yang baru saja keluar dari dapur. Tiba-tiba muncullah ide Ayana untuk mengerjai Gama. Setelah ia mengetuk pintu dan memanggil nama Gama, wanita itu bersembunyi dan membiarkan Omah berdiri di depan pintu Gama.
"O-omah" Gama menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Haa..." Cengo Gama.
Omah geleng-geleng kepala melihat Gama, "Kalau nggak mau tidur terpisah, cepat nikahin ! Kan enak bisa tidur sambil kelonan sama istri" ujar Omah.
"Kalau Gama sih mau Omah, malam ini juga bisa. Tapi yang jadi masalah, apa Ayana mau nikah sama Gama ?" balas Gama sambil tersenyum.
"Ya ditanya dong ! Kalau cuman nunggu tanpa bertanya kepastian, maka penantian kamu akan sia-sia. Jika Ayana belum mau menikah denganmu, setidaknya kamu tanya kapan wanita itu siap ! Jadi kamu bisa menentukan, apa kamu mau menunggu lagi atau memilih untuk pergi" kata Omah.
Wanita tua itu sengaja mengeraskan suaranya agar Ayana mendengarkan pembicaraannya dengan Gama.
Setelah mengatakan itu, Omah memilih kembali ke kamarnya. Sebelum pergi, Omah membisikkan Gama jika Ayana sedang bersembunyi.
Gama menghampiri Ayana yang berada di balik gorden. Ia tersenyum jail. Tadi ia sudah dirinya sudah dibuat malu oleh Ayana, kali ini Gama yang akan mengerjai wanitanya itu.
Sementara Ayana yang di balik gorden mencoba menajamkan pendengarannya karena sudah tidak mendengarkan suara sang Omah. Tapi tiba-tiba seseorang menyingkap gorden sehingga membuat Ayana kaget.
"Ternyata kamu sangat jail ya" ucap Gama sambil menyeringai kala melihat wajah Ayana yang kaget.
Belum sempat Ayana membalas ucapan Gama, pria itu sudah menarik tengkuk Ayana lalu mengecup bibirnya dengan lembut.
"Lain kali jangan bermain-main denganku sayang" bisik Gama di telinga Ayana.
Wajah Ayana bersemu merah saat mendapatkan kecupan singkat dari Gama. Bahkan tubuhnya membeku kala merasakan hembusan nafas hangat Gama di telinganya. Detak jantungnya jangan ditanya lagi, tentu saja berdetak tidak karuan.
Gama kembali mencium Ayana, kali ini Gama tidak hanya mencium singkat, tapi pria itu ******* bibir Ayana. Bahkan Gama mengigit gemas bibir wanita itu hingga membuat Ayana membuka mulutnya. Gama semakin gencar memainkan lidahnya di dalam mulut Ayana.
Permainan lidah Gama membuat Ayana terbuai, wanita itu mulai membalas ciuman Gama. Bahkan tangan wanita itu kini bergelayut di pundak Gama.
Cukup lama mereka terbuai dalam ciuman asmara. Setelah merasa puas, Gama melepaskan ciumannya lalu menatap Ayana.
"Sudah ya sayang. Aku takut kebablasan. Kali ini aku akan menjagamu, aku tidak akan merusakmu" ucap Gama.
Ayana segera menyembunyikan wajahnya di dada pria itu. Gama memeluk Ayana dengan erat.
"Sayang, apa kamu mendengar ucapan Omah tadi ?" tanya Gama.
Ayana mengangguk sebagai jawaban.
"Apa kamu mau menikah denganku ?" tanya Gama serius.
Ayana menjauhkan kepalanya dari tubuh Gama sehingga pria itu juga melepaskan pelukannya. Keduanya saling menatap cukup lama.
"Tapi-"
"Jika belum siap tidak masalah sayang. Aku akan tetap menunggu kamu" potong Gama. Ia belum siap mendengar penolakan dari Ayana.
"Gama..." Tatapan Ayana semakin dalam, "Bantu aku mengatakan pada Zayyan jika kamu adalah Papanya !" ucap Ayana.
Seketika Gama menatap wanita itu dengan rasa tidak percaya. Apa dirinya bisa mengatakan jika Ayana tidak menolaknya ?
"Bantu aku menjelaskan pada Zayyan agar dia bisa mengerti !" lanjutnya dengan wajah yang memohon.
Gema tersenyum lembut pada Ayana, tangannya menyentuh pipi Ayana.
"Baik sayang" jawabnya.
Mereka kembali berpelukan, saling menyalurkan perasaan cinta mereka.
🍃
Pagi hari di rumah Fabio.
Semua penghuni rumah ini sedang menikmati sarapan paginya.
"Bio, kamu bilang orang tua Ayana sedang disini kan ? Apa mereka sudah kembali ke Bandung ?" tanya Ayah Sandy.
Aaron dan Dira sama-sama menghentikan aktifitasnya saat mendengar nama Ayana. Seketika keduanya berpikir, apa itu Ayana yang sama dengan Ayana yang mereka cari.
Ya, Aaron mencari Ayana untuk meminta maaf pada wanita itu setelah apa yang dilakukan sang Ibu pada Ayana. Sementara Dira mencari Ayana karena merindukan sahabatnya itu.
"Masih, Yah. Memangnya kenapa ?"
"Kamu undang mereka makan malam disini sebelum mereka kembali ke Bandung !" Pinta Ayah Sandy.
"Nanti deh, Fabio coba ke rumah Ayana" balas Fabio.
Mereka kembali menikmati sarapan paginya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan lupa tinggalkan jejak 😘