Young Mommy

Young Mommy
Part 106



...🍃Happy Reading🍃...


Lucas tersenyum miring saat melihat wajah Shintia yang ketakutan.


"Shintiaaa..." Teriak Tuan Nugroho. Kilatan amarah di mata pria paruh baya itu terlihat jelas. Ia berjalan menghampiri Shintia dan memberikan sebuah tamparan yang sangat keras.


Plak.


Seketika tubuh Shintia tersungkur di lantai. Lucas terlihat puas melihat adegan tersebut.


Sementara Nyonya Nugroho berteriak histeris, ia mendekati putrinya dan memeluknya dengan erat.


"Pa, hentikan !" pinta Nyonya Nugroho.


"Kamu menyingkir lah ! Aku ingin memberikan pelajaran untuk anak kurang ajar ini" emosi Tuan Nugroho semakin meluap kala sang istri melindungi putrinya.


"Tidak Pa. Jangan sakiti Shintia lagi !" Pinta Nyonya Nugroho memohon agar suaminya tidak memukul Shintia lagi.


"Dia pantas mendapatkannya. Anak yang sangat kurang ajar dan bikin orang tua malu saja"


Shintia memegangi pipinya yang terasa perih, air matanya jatuh tanpa henti. Tubuhnya bergetar hebat karena takut sang Papa memukulnya kembali. Ia merapatkan tubuhnya pada sang Mama agar mendapatkan perlindungan.


"Pa, jika Papa memukul Shintia maka Papa tak hanya menyakiti putri kita, tapi juga calon cucu kita" ucap Nyonya Nugroho.


"Aku tidak peduli. Dia bukan cucuku. Aku tidak mau memiliki cucu haram dari putrimu itu" tegas Tuan Nugroho yang menolak mentah-mentah anak yang dikandung Shintia.


Shintia menyapa sang Papa dengan penuh amarah, sedih dan kecewa. Ia tidak menyangka sang Papa akan menolak anak yang ia kandung dan dengan terang-terangan mengatakan jika anak yang ia kandung adalah anak haram.


Hati wanita itu terluka mendengar ucapan sang Papa. Meskipun awalnya ia tidak menerima kenyataan jika dirinya hamil anak Lucas, tapi seiring berjalannya waktu Shintia menyayangi calon anaknya.


"Papa tega mengatakan anak Shintia haram ?" tanya Shintia dengan mulut bergetar.


"Memang itu kenyataannya" balas Tuan Nugroho tanpa rasa bersalah sama sekali.


Shintia tertawa hambar, "Papa mikir nggak kalau anak Shintia tidak berdosa sama sekali ? Anak yang tidak bersalah ini, dengan teganya Papa menghinanya anak haram" Shintia kembali menangis bersamaan dengan keluarnya luapan amarahnya pada sang Papa.


"Kamu berani marah dengan Papa ?" teriak Tuan Nugroho yang tidak terima Shintia melawan.


"Aku tidak takut melawan Papa jika itu bersangkutan dengan anak Shintia. Papa tidak mempunyai hak untuk menghina anak Shintia" balas Shintia tanpa rasa takut sama sekali.


"Kurang ajar kamu..." Tuan Nugroho hendak memberikan tamparan pada Shintia, tapi Lucas menahan tangan pria paruh baya itu. "Lepaskan !" perintah Tuan Nugroho dengan tegas.


Lucas melepaskan tangan Tuan Nugroho. Ia lalu menatap Shintia dengan tatapan sinis.


"Apa yang kita tanam itu yang kita tuai" sindir Lucas.


Sontak Shintia mengalihkan atensinya pada pria itu. Pria yang sudah menghamilinya. Ia menatap Lucas dengan tatapan penuh kebencian.


"Bajingan kamu" umpat Tuan Nugroho dengan penuh amarah, "sekarang pergi kamu dari rumahku ini !" Usir Tuan Nugroho.


"Tanpa disuruh pun aku akan pergi" balas Lucas santai.


"Dan kamu !" tunjuk Tuan Nugroho pada Shintia, "angkat kaki dari rumah ini ! Dan jangan berharap untuk kembali lagi ! Kamu bukan lagi keluarga Nugroho" usai mengusir Shintia, pria paruh baya itu segera berlalu ke ruangan kerjanya.


Mata Shintia dan Nyonya Nugroho sama-sama membulat karena terkejut dengan ucapan Tuan Nugroho.


"Pa... Papa... Jangan usir putri kita ! Dia putri kita satu-satunya..." Teriak Nyonya Nugroho sambil mengikuti langkah sang suami.


Shintia menatap nanar kepergian sang Papa. Hari ini dirinya benar-benar telah menemui titik kehancurannya. Hamil diluar nikah, anak yang ia kandung ditolak mentah-mentah oleh orang tuanya, dirinya juga diusir dari rumah dan tidak dianggap lagi sebagai anak.


"Puas kamu ?" tanyanya lirih. Shintia menyadari jika Lucas masih berdiri di dekatnya.


"Sangat puas" balas Lucas tanpa rasa bersalah sama sekali, "ah... Tidak, aku belum puas sebenarnya. Tapi balasan untukmu hari ini sudang bisa dikatakan lumayan" lanjut Lucas disertai tawa.


Shintia mengepalkan tangannya dengan kuat. Kini daftar orang yang ia benci bertambah, yaitu Lucas.


"Mengapa kamu masih disini ? Apa kamu belum sadar diri jika dirimu bukan lagi anak dari keluarga Nugroho ? Kamu benar-benar tidak tahu malu, sudah diusir tapi masih tetap berada disini" ledek Lucas.


Shintia berdiri dan hendak menampar Lucas, namun sayangnya tangannya di tahan oleh Lucas.


"Jangan pikir kamu bisa menyakiti tubuhku !" ucap Lucas dengan wajah datar.


Untuk pertama kalinya Shintia melihat wajah datar Lucas. Aura dingin pria itu membuat Shintia merinding.


"Apa yang kamu dapatkan hari ini merupakan hasil dari perbuatanmu terhadap Ayana" lanjut Lucas sambil mengcengkram tangan Shintia dengan kuat.


"Aaa...aawww... sakit" ucap Sehingga meringis kesakitan.


"Lebih sakit mana Ayana yang kamu tarik rambutnya kemarin ?" tanya Lucas.


Shintia terkejut karena Lucas tahu jika ia menyakiti Ayana lagi. Apa Gama dan Ayana mengadu pada pria ini ? Tanya batin Shintia.


"Sekarang ikut aku dan tinggal bersamaku !" Lucas menyeret wanita itu keluar.


Shintia terus memberontak agar bisa terlepas dari Lucas. "Tidak Lucas, aku tidak ingin tinggal bersamamu !" tolaknya.


"Lalu kamu mau tinggal dimana ? Kamu lupa jika keluarga kamu sudah membuangmu ?"


"Aku mohon Lucas ! Lepaskan aku !" Rengek Shintia.


Namun Lucas tidak menghiraukannya. Bahkan Lucas segera mengangkat perempuan itu layaknya mengangkat karung beras. Shintia semakin meronta, bahkan ia memukul punggung pria itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...