Young Mommy

Young Mommy
6°3 Bulan kemudian



Hari ini Nindy , Zahra beserta keluarga besar tengah berkumpul di kediaman Nindy untuk acara 4 bulanan anak Nindy. Meskipun banyak tatapan jengkel, mals, kesal dan lain lain tapi Nindy mengabaikan nya saja.


"Yaallah Nindy. Perut kamu udah kayak hamil 6 bulan. Meni gede pisan" Ucap tante Nindy bernama susan sambil mengusap perut Nindy sayang.


(kapan gue punya keluarga yang mau nerima gue apa adanya) iri reader


"Iya tan. Kan anak Nindy ada tiga, jadi gede deh. Ini aja kaki Nindy udah mulai bengkak" Ucap Nindy


"Nggak apa apa. Kaki bengkak selama hamil itu wajar, badan kamu juga makin lebar nin" Ucap tante susan


"Anak haram aja bangga" Sewot tante Nindy yang satunya.


"Assalamualaikum" Sapa pak RT yang baru datang bersama rombongan warga lainnya.


"Wa'alaikumsalam , pak. Silahkan masuk. Ini rame rame ada apa ya? " Tanya Darma


"Alah nggak usah sok baik deh jadi orang. Anaknya aja hamil di luar nikah, dari pada perumahan kita di cap jelek lebihh baik usir aja dia dari sini" Tunjuk salah satu warna pada Nindy.


"Maaf Pak, silahkan masuk dulu. ini semua bisa kita bicarakan baik baik" Ucap ramah Darma


"Udah lah nggak usah basa basi lagi. Saya mau dia keluar dari komplek ini" Ucap warga


"Anak nggak bener gitu masih di tampung di rumah ini" ucap tante Nindy


"Oke kalo itu yang kalian mau. Ma Pa. Maaf Nindy udah nyusahin kalian, tapi Nindy butuh ketenangan. Kalo kalian kangen sama Nindy, cari aja Nindy di kosan. Nindy pamit dulu ma" Ucap Nindy


"Tapi nak" Nindy mengangguk yakin atas keputusannya.


"Sudah lah ma, biarkan Nindy sendiri dulu" Ucap Darma


"Cih, malu maluin" Ucap tante Nindy sewot


"Nindy pamit ya ma, pa. Jaga diri baik baik" Nindy mengambil tas ranselnya beserta uang tabungan dan mobil miliknya lalu sebelum pergi Nindy berucap.


"Pa, untuk saat ini Nindy nggak mau di kawal sma pengawal , papa. Nindy mau sendiri dulu" Darma mengangguk membiarkan anaknya pergi.


×××


"Aku nggak akan mau nyusahin mama sama papa lagi. Uang segini cukup nggak ya buat biaya hidup aku di Los Angeles? Uang yang aku taro di kosan di gabung sama yang ini pasti lebih dari cukup, ditambah uang villa setiap bulannya" Nindy mempertimbangkan perbuatan yang akan di lakukannya.


Nindy mengemas barangnya yang ada di kosan lalu berangkat menuju bandara. Nindy menitipkan mobilnya di bandara agar nanti bisa di kirim ke Los Angeles.


Nindy mengambil jadwal penerbangan nanti malam pukul 20:00 dan sekarang masih pukul 13:45. Nindy mengusap perutnya


"Kita ke mall sebelah aja yuk" Kebetulan bandara bersebelahan dengan mall.


Nindy melihat lihat baju dan perlengkapan bayi yang lucu lucu. stroller nya juga imut imut. Tapi Nindy berpikir


"Jika aku beli sekarang maka mau di taro di mana? Lebih baik jika aku beli di Los Angeles" Ucap Nindy


Nindy beralih kearah toko baju, pandangan Nindy jatuh pada baju ibu hamil . Nindy belum punya baju hamil jadi ia membeli lima pasang.


bruk


"Eh, maaf kak. Aku nggak sengaja. Ini bajunya, maaf ya" Ucap gadis di depannya


"Kakak sendirian aja? " Tanya gadis itu


"iya. Kamu juga sendiri? " Tanya Nindy


"Iya kak. Sebenarnya aku mau ke Los Angeles buat kabur, bukan kabur sih kak soalnya kalau aku nggak pulang bertahun-tahun pun juga nggak akan di cariin" Ucap gadis itu biasa saja


"Kebetulan kaka juga mau ke Los Angeles" Nampak raut binar dari gadis itu.


"Oh iya. Kenalin nama aku Riana, kak. Nama kakak siapa? " Tanya Riaana


"Nama kaka Nindy" balas Nindy


"Kita berangkat sama sama ya kak" Ucap Riana


"Iya. Kamu keberangkatan jam 8 malam ini kan? " Riana mengangguk.


"Sini kak. Riana temenin belanja. Kaka mau belanja apa? " Nindy mengangkat baju hamilnya sambil tersenyum.


"Udah, kakak mau beli ini aja. Kamu tunggu di cafe itu aja tu. Kaka laper soalnya" Riana terkekeh lalu pergi menunggu Nindy.


×××


15 : 45"Kaka di ngapain di LA? " Tanya Riana. Nindy Menghentikan langkah nya.


"Emm nggak ngapa ngapain, pengen liburan aja" Alibi Nindy


"Oh Riana tau. Pasti kaka mau nyusul suami kaka kan di LA? " Nindy tersenyum getir lalu mengangguk agar Riana bungkam.


"Umur kaka berapa? " Tanya Riana


"Masih 17 tahun " Riana diam sejenak lalu kembali bersuara.


"Wahh. Kita cuma beda setahun ternyataa, umurku masih 16 tahun kak. Oh ya, kaka nikah muda ya? Ih hebat banget loh kak.


Kaka tau nggak salah satu alasan aku kabut dari rumah juga karena di paksa nikah muda, itu loh kak yang kayak di novel novel di jodohin. Mana betah aku terus terusan di tekan sama keluarga aku jadi aku memilih untuk kabur " Jelas Riana


"Kenapa kok orang tua kamu gencer banget mau jodohin kamu? " Tanya Nindy


"Nggak tau tu kak, susah ngomong sama orang ngga waras " Balas Riana yang membuat Nindy terkekeh pelan.


"Aku tuh masih pengen bebas kak. Aku masih pengen menikmati masa muda aku, aku masih pengen shopping shopping sama temen temen.  kalo aku nikah trs ada suami hidup aku jadi penuh aturan " Adu Riana


"Iya. Kakak ngerti" Ucap Nindy sendu.. Nindy menatap perut buncit nya. Lalu membatin.


Bunda juga masih pengen nikmatin masa remaja , bunda. Tapi bunda nggak keberatan kalo ada kamu di sini sama bunda. Jadi bunda nggak sendirian kalo belanja belanja. Bunda sayang kalian nak ~ batin Nindy.


Nindy tak bosan mendengar cerita Riana yang panjang nya minta ampun. Disini Nindy mengenal Riana sebagai gadis yang humoris, ceria dan bawel.


Siapa sangka ketika di pesawat juga ternyata Nindy dan Riana sebangku dan berlanjut lah cerita Riana .


(sekian. terimakasih)